JAYAPURA, Koranpapua.id- Pemeritah Provinsi (Pemprov) Papua mendorong Pemerintah Pusat (Pempus) untuk membangun kawasan perbatasan Indonesia di Papua dengan negara tetangga.
Karena dengan pembangunan kawasan perbatasan, Papua tidak lagi diposisikan sebagai wilayah terluar tertinggal.
Hal itu disampaikan Mathius D. Fakhiri, Gubernur Papua dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja Perbatasan Negara yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi II DPR RI, Rabu 21 Januari 2026.
Pada agenda rapat membahas arah kebijakan, isu strategis, dan program pembangunan kawasan perbatasan di masing-masing daerah, Mathius menegaskan, kawasan perbatasan diarahkan menjadi beranda depan negara yang bernilai strategis
Ia mengatakan, untuk pembangunan kawasan perbatasan harus diarahkan dari pola inward looking menjadi outward looking.
Perubahan arah tersebut dimaksudkan agar wilayah perbatasan mampu berkembang sebagai simpul pertumbuhan.
Menurutnya, kawasan perbatasan memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara dan juga berpotensi memperkuat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menambahkan bahwa, pembangunan kawasan perbatasan harus dipandang sebagai simbol kehadiran negara.
Lewat pendekatan tersebut diharapkan dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat yang mendiami wilayah perbatasan. (Redaksi)










