JAKARTA, Koranpapua.id- Memperkuat ketahanan pangan nasional, Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Kementerian Pertanian (Kementan) akan memperluas program cetak sawah di Papua hingga 10 ribu hektar (ha).
Perluasan lahan persawahan ini berjalan sesuai dengan usulan dari masing-masing Pemerintah Daerah (Pemda), secara khusus para bupati di Papua.
Hal itu disampaikan Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian usai mengikuti Rakortas di Jakarta, Senin 12 Januari 2026.
“Kita sesuai dengan usulan dari bupati-bupati. Ada yang satu kabupaten 3.000 ha, ada 5.000 ha, ada yang 10.000 ha, itu kita ikuti usulan dari Pemda,” kata Sudaryono.
Sudaryono menyebut, mendukung pelaksanaan program ini, Kementan telah menyiapkan alokasi anggaran, termasuk anggaran yang berasal dari investasi untuk ketahanan pangan nasional.
“Cetak sawah kan ada dua, cetak sawah investasi, dan juga cetak sawah yang memang kita pakai untuk ketahanan pangan dari APBN. Ada yang ketahanan pangan, ada yang investasi,” jelasnya.
Dikatakan, program cetak sawah tidak hanya di Papua, terutama Merauke, tetapi juga di beberapa wilayah lain di Indonesia.
Meski begitu, pemerintah menetapkan fokus utama cetak sawah di Merauke, karena memiliki potensi lahan yang besar.
Selain itu, Papua juga dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan untuk daerah-daerah lain di sekitarnya.
“Memang yang terdengar nyaring itu kan adalah (cetak sawah) di Merauke, tapi sebetulnya kan Merauke adalah satu bagian yang besar,” pungkasnya.
“Kita juga ada pemenuhan bagaimana kabupaten-kabupaten, daerah-daerah yang susah pangan itu yang harus diangkut dari pulau lain, itu bisa memenuhi kebutuhan pangan, itu kan penting,” tambahnya.
Dalam kesempatan sama, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan, pemerintah akan berupaya menyerap beras sebanyak 4 juta ton setiap tahun mulai 2026 hingga 2029.
Adapun untuk panen raya di tahun ini, diperkirakan akan berlangsung pada Februari atau lebih cepat dari perkiraan semula di Maret 2026.
“Selalu angkanya 4 juta (ton) dan ini setiap tahun, tapi sampai 2029,” kata Zulhas.
Berdasarkan catatan Perum Bulog, hingga 8 Januari 2026, Bulog memiliki stok beras di gudang sebanyak 3.351.900 ton.
Menurut Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, stok ini aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang dan pada momen Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri sebentar lagi. (Redaksi)










