JAYAPURA, Koranpapua.id– Kinerja Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (KEPP Otsus) yang diketuai oleh Velix Wanggai, mendapatkan kritikan keras oleh Tokoh Agama Papua, Pendeta Yones Wenda.
KEPP Otsus yang dilantik Presiden Prabowo pada Oktober 2025, dinilai hingga saat ini belum bekerja maksimal, dan masih selalu berada di Jakarta.
Rasa keprihatin kepada kinerja KEPP Otsus ini disampaikan Pendeta Yones kepada wartawan di Jayapura, Senin 12 Januari 2026.
“Mereka (KEPP Otsus-Red) belum bekerja maksimal. Mereka masih banyak beraktivitas di Jakarta,” ujar Pendeta Yones.
Menurutnya, sudah tiga bulan waktu berjalan pasca dilantik, KEPP Otsus belum terjun ke Papua untuk melihat serta menangani berbagai persoalan yang saat ini sedang dihadapi masyarakat.
“Kepada Komite Eksekutif Percepatan Otsus Papua yang sudah dilantik Presiden, tetapi sampai sekarang belum bekerja. Kami minta sepuluh pimpinan Komite segera turun ke Papua,” tegasnya.
Dikatakan, kehadiran KEPP Otsus sangat dinantikan masyarakat Papua, mengingat lembaga tersebut berperan sebagai jembatan antara rakyat Papua dan pemerintah pusat.
“Jangan terlalu lama di Jakarta. Masyarakat Papua menunggu kehadiran, karena Komite ini adalah jembatan antara rakyat Papua dan pemerintah pusat,” tandasnya.
“Kami mohon agar segera datang ke Papua dan bekerja. Jangan berlama-lama di Jakarta,” tambahnya.
Menanggapi ktritikan itu, Ketua KEPP Otsus Papua, Velix Wanggai mengatakan, meski secara kelembagaan KEPP Otsus masih banyak beraktivitas di Jakarta, namun pihaknya tidak tinggal diam.
Selama hampir tiga bulan terakhir, KEPP Otsus terus membangun komunikasi intensif dengan pemerintah daerah serta tokoh-tokoh masyarakat Papua melalui berbagai saluran.
“Komite Eksekutif Papua tetap membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat selama tiga bulan ini melalui beragam cara,” ujar Velix.
Ia juga menjelaskan, sejumlah pimpinan Komite Eksekutif telah lebih dahulu turun ke Papua secara individual untuk melakukan belanja masalah dan menyerap aspirasi masyarakat di berbagai wilayah. (Redaksi)










