TIMIKA, Koranpapua.id– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Mimika pada awal Januari 2026 masih berada dalam kategori normal.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi hujan yang disertai badai petir, terutama pada sore hingga malam hari.
Forecaster BMKG Mimika, Muhammad Nafi, menjelaskan bahwa secara klimatologis, bulan Januari di Timika memang identik dengan hujan disertai petir (thunderstorm/TS).
Kondisi ini berbeda dengan periode Juni hingga Agustus yang cenderung mengalami hujan lebih merata dan berlangsung hampir sepanjang hari.
“Pada bulan Juni sampai Agustus, hujan bisa terjadi seharian penuh dengan intensitas cukup tinggi, terutama di bulan Agustus,” ujar Nafi, Kamis 8 Januari 2026.
“Sedangkan Desember dan Januari, hujan biasanya disertai petir dan lebih sering terjadi pada sore hingga malam hari,” tambahnya.
BMKG juga memastikan bahwa hingga saat ini belum terdeteksi adanya siklon tropis di sekitar wilayah Papua.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap sambaran petir dan genangan air.
Terkait potensi bencana, risiko yang perlu diantisipasi adalah banjir, mengingat curah hujan di Timika terjadi sepanjang tahun.
Namun, intensitas hujan harian pada awal Januari ini diperkirakan tidak mencapai 100 milimeter sehingga tidak se-ekstrem puncak musim hujan pada bulan Agustus.
Untuk suhu udara, BMKG mencatat suhu maksimum di wilayah pesisir Timika mencapai 34 derajat Celsius dan suhu minimum berkisar 24–25 derajat Celsius.
Sementara di daerah pegunungan seperti Tembagapura, suhu lebih sejuk dengan kisaran 22–31 derajat Celsius.
Sedangkan kondisi perairan pesisir Timika masih tergolong aman dengan tinggi gelombang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori sedang.
Aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan masih dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan perkembangan cuaca.
BMKG Mimika mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir, untuk terus memantau informasi cuaca resmi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi petir saat hujan lebat terjadi. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










