ADVERTISEMENT
Sabtu, April 4, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Uskup Bernardus Bofitwos Tegas Tolak Proyek Sawit di Papua: Ini Kejahatan Lingkungan Paling Besar

Uskup Bernardus juga mengimbau masyarakat adat agar bersatu dan mengawasi pejabat lokal yang berpotensi menjual tanah adat demi kepentingan politik sesaat.

7 Januari 2026
0
Uskup Bernardus Bofitwos Tegas Tolak Proyek Sawit di Papua: Ini Kejahatan Lingkungan Paling Besar

Uskup Timika, Bernardus Bofitwos Baru. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Uskup Timika, Mrg. Bernardus Bofitwos Baru, OSA menegaskan penolakannya terhadap rencana pemerintah pusat untuk memperluas perkebunan kelapa sawit di Tanah Papua.

Menurut Uskup Bernardus, pengalaman kerusakan lingkungan di wilayah lain menjadi alasan kuat penolakannya terhadap proyek sawit di Papua.

ADVERTISEMENT

“Kami dari pihak gereja tentu tetap menolak karena itu situasi yang saya saksikan sendiri di Sumatera yang hancur semua itu,” ujarnya kepada awak media di Timika Rabu 7 Januari 2025.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia menilai proyek kelapa sawit kerap dijadikan kedok untuk eksploitasi sumber daya alam lainnya, terutama kayu dan tambang.

Baca Juga

Insiden Berdarah Dogiayai: YLBH Papua Tengah Menilai Papua Sedang Tidak Baik-baik, Desak Dialok Jakarta-Papua

Enam Tahun Masuk DPO, Pelaku Terlibat Penyerangan Mendagri Tito Karnavian Ditangkap

“Proyek kelapa sawit itu kan bukan hanya satu proyek, itu kan mereka pakai proyek kelapa sawit tapi sasarannya kayu. Jadi mereka ambil kayu, setelah kayu, di bawah perutnya, di bawah tanah itu lagi,” kata Uskup.

Menurutnya, praktik konsesi berlapis tersebut dilakukan secara sistematis dan tersembunyi.

“Jadi mereka konsesi di atas konsesi dengan menyembunyikan diri lewat kelapa sawit. Semua kongkalikong, banyak sekali itu konsesinya akhirnya rusak semua jadinya,” tegasnya.

Uskup Bernardus menilai kondisi tersebut sebagai bentuk kejahatan lingkungan yang serius, bahkan merupakan, kejahatan paling besar.

“Papua ini kan salah satu hutan tropis terakhir. Ini paru-paru dunia ini. Jadi ya stop untuk babat-babat hutan lagi,” katanya.

Lebih lanjut, Uskup Bernardus mendorong para gubernur dan bupati di seluruh Tanah Papua untuk bersikap tegas menolak penambahan perkebunan sawit melalui regulasi daerah.

“Baik kalau seluruh gubernur di tanah Papua dan bupati-bupati menolak pernyataan Presiden itu,” pungkasnya.

“Kemudian kalau bisa ya masing-masing kabupaten, gubernur, buat laporan tentang kelapa sawit yang sudah ada,” tambahnya.

Ia menilai penerbitan Peraturan Daerah (Perda) menjadi langkah paling krusial, sebab lewat Perda tidak ada lagi ruang eksploitasi dan penambahan perkebunan kelapa sawit di tanah papua.

“Saya kira itu yang paling utama,” tegasnya.

Uskup Bernardus juga mengimbau masyarakat adat agar bersatu dan mengawasi pejabat lokal yang berpotensi menjual tanah adat demi kepentingan politik sesaat.

Menurutnya, tindakan menjual tanah adat sama dengan mewariskan kerusakan bagi generasi mendatang.

“Itu apa namanya melakukan kejahatan dan mewariskan kejahatan dan kerusakan kepada anak cucu itu jadinya,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa tanah dan hutan Papua tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai sosiologis, filosofis, dan religius.

Menutup pernyataannya, Uskup Bernardus menyerukan persatuan masyarakat adat, akademisi, dan pejabat yang memiliki komitmen moral untuk menjaga hak ulayat dan kelestarian alam Papua.

“Kalau semua ini habis ya semua punah jadinya, dunia ini Tuhan ciptakan supaya heterogen, bukan monokultur,” pungkasnya (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Ketua YLBH Papua Tengah Ingatkan Pelaku Pembunuhan SL Menyerahkan Diri

Insiden Berdarah Dogiayai: YLBH Papua Tengah Menilai Papua Sedang Tidak Baik-baik, Desak Dialok Jakarta-Papua

4 April 2026
KKB Papua Kini Didominasi Gen Z, Kombes Yusuf Sutejo: Mereka Lebih Brutal

Enam Tahun Masuk DPO, Pelaku Terlibat Penyerangan Mendagri Tito Karnavian Ditangkap

4 April 2026
Perayaan Jumat Agung, Umat Katedral Tiga Raja Timika Hayati Makna Pengorbanan Kristus

Perayaan Jumat Agung, Umat Katedral Tiga Raja Timika Hayati Makna Pengorbanan Kristus

4 April 2026
Aparat Gabungan dan Satgas Yon Parako 466 Pasgat Terlibat Pemusnahan Barang Bukti Miras dan Narkoba

Aparat Gabungan dan Satgas Yon Parako 466 Pasgat Terlibat Pemusnahan Barang Bukti Miras dan Narkoba

3 April 2026
Ucapkan Duka Cita, Amnesty Internasional Indonesia Desak Usut Tuntas Kasus Dogiyai Berdarah

Ucapkan Duka Cita, Amnesty Internasional Indonesia Desak Usut Tuntas Kasus Dogiyai Berdarah

3 April 2026
Perampokan Bersenjata Gasak Enam Handphone dan Uang Jutaan Rupiah

Perampokan Bersenjata Gasak Enam Handphone dan Uang Jutaan Rupiah

3 April 2026

POPULER

  • Gubernur Papua Tengah Resmi Tetapkan WFH Bagi ASN Setiap Hari Jumat, Berlaku untuk Pemprov dan Delapan Kabupaten

    Gubernur Papua Tengah Resmi Tetapkan WFH Bagi ASN Setiap Hari Jumat, Berlaku untuk Pemprov dan Delapan Kabupaten

    622 shares
    Bagikan 249 Tweet 156
  • Sadis! Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah, Ketua KNPI Mimika: “Ini Kakak Sungguh Saya”

    601 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Syarat Menjadi Pejabat di Mimika, Bupati Johannes Rettob Tegaskan ASN Wajib Sarjana

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Seorang Remaja Putri di Timika Ditemukan Tewas Diduga Gantung Diri, Motifnya Masih Penyelidikan

    565 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Jaksa Agung Pantau Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Sarana Aerosport di Mimika

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Polisi Data 145 Warga Tembagapura yang Melayat Almarhum Junius Magai

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Ini Nama 11 Korban Tewas dalam Kebakaran Empat Ruko di Wamena, Dua Masih Anak-anak

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
Next Post
Kado Natal dan Tahun Baru, DPC BMP Salurkan Bantuan Presiden Prabowo untuk Warga Kurang Mampu di Mimika

Kado Natal dan Tahun Baru, DPC BMP Salurkan Bantuan Presiden Prabowo untuk Warga Kurang Mampu di Mimika

Kejagung Mutasi Besar-besaran, Putu Eka Suyantha Jabat Kajari Mimika

Kejagung Mutasi Besar-besaran, Putu Eka Suyantha Jabat Kajari Mimika

77.500 Pekerja Rentan di Papua Barat Daya Dilindungi BPJS, Tertinggi di Indonesia

77.500 Pekerja Rentan di Papua Barat Daya Dilindungi BPJS, Tertinggi di Indonesia

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id