ADVERTISEMENT
Jumat, April 10, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Bentrok Warga di Kwamki Narama Kembali Telan Korban, Total Meninggal Dunia 10 Orang

Dengan jumlah korban yang sama, berbagai pihak kembali mendesak agar pertikaian segera dihentikan melalui prosesi adat ‘patah panah’ sebagai simbol berakhirnya konflik.

4 Januari 2026
0
Bentrok Warga di Kwamki Narama Kembali Telan Korban, Total Meninggal Dunia 10 Orang

Seorang warga tewas tertancap puluhan anak panah. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Bentrok antarkelompok warga kembali terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Minggu 4 Januari 2026.

Bentrok terbaru ini menambah daftar korban jiwa dalam konflik berkepanjangan tersebut, dengan total warga yang meninggal dunia kini mencapai 10 orang.

ADVERTISEMENT

Korban terbaru diketahui bernama Jori Murib, seorang warga yang dilaporkan meninggal dunia setelah terkena anak panah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kwamki Narama, Yusak Sawaki, membenarkan adanya penambahan korban tersebut.

Baca Juga

Papua Bukan Tanah Kosong: Kami Merasa Seperti Anak Domba Kehilangan Induk di Negeri Sendiri

Kantor Pemerintahan Sepi di Hari Pertama WFH, Pelayanan Publik Mimika Tetap Berjalan

“Iya, benar. Korban dalam kondisi dipengaruhi minuman keras dan berada di dekat wilayah kelompok lawan, sehingga terjadi penyerangan menggunakan panah,” ujar Yusak saat dikonfirmasi koranpapua.id.

Gambar korban yang beredar luas di berbagai grup WhatsApp dan media sosial memperlihatkan kondisi tubuh korban dengan puluhan anak panah yang masih tertancap.

Konflik antarkelompok warga di Distrik Kwamki Narama diketahui telah berlangsung sejak 30 September 2025.

Konflik berdarah ini awalnya dipicu oleh dugaan kasus perselingkuhan di Kabupaten Puncak, namun kemudian merembet hingga ke wilayah Kabupaten Mimika.

Sejak saat itu, ketegangan terus berulang meski berbagai upaya perdamaian telah dilakukan oleh pihak terkait.

Komposisi Seimbang 5:5, Desak Perang Dihentikan

Dengan bertambahnya satu korban pada Minggu, 4 Januari 2026, konflik di Distrik Kwamki Narama kini telah merenggut 10 nyawa.

Komposisi korban jiwa saat ini seimbang, dari pihak Dang dan lima korban lainnya dari pihak Newengalem.

Dengan jumlah korban yang sama, berbagai pihak kembali mendesak agar pertikaian segera dihentikan melalui prosesi adat ‘patah panah’ sebagai simbol berakhirnya konflik.

“Sudah cukup. Jangan tambah perang lagi. Baku balas sudah selesai. Segera stop dan lakukan patah panah,” tulis Yohanes Kemong, tokoh masyarakat Mimika yang juga sebagai Anggota DPR Provinsi Papua Tengah dalam dalam grup WhatsApp.

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Papua Bukan Tanah Kosong: Kami Merasa Seperti Anak Domba Kehilangan Induk di Negeri Sendiri

Papua Bukan Tanah Kosong: Kami Merasa Seperti Anak Domba Kehilangan Induk di Negeri Sendiri

10 April 2026
Pemkab Mimika dan DPRK Sepakati Pembangunan Gedung C2 RSUD Senilai Rp242 Miliar

Pemkab Mimika dan DPRK Sepakati Pembangunan Gedung C2 RSUD Senilai Rp242 Miliar

10 April 2026
Kantor Pemerintahan Sepi di Hari Pertama WFH, Pelayanan Publik Mimika Tetap Berjalan

Kantor Pemerintahan Sepi di Hari Pertama WFH, Pelayanan Publik Mimika Tetap Berjalan

10 April 2026
Menkop RI Dorong Pusat Distribusi BUMD di Papua Tengah, Bidik Sumber PAD Baru

Menkop RI Dorong Pusat Distribusi BUMD di Papua Tengah, Bidik Sumber PAD Baru

10 April 2026
Residivis Narkoba Ditangkap di Timika, Polisi Sita Puluhan Paket Sabu

Residivis Narkoba Ditangkap di Timika, Polisi Sita Puluhan Paket Sabu

10 April 2026
Perkuat Pengamanan Pasca Insiden Berdarah, BKO Mabes Polri Tiba di Dogiyai

Perkuat Pengamanan Pasca Insiden Berdarah, BKO Mabes Polri Tiba di Dogiyai

9 April 2026

POPULER

  • Buntut Peristiwa Dogiayai Berdarah, Kapolda Papua Copot Kompol Yocbeth Mince Mayor

    Buntut Peristiwa Dogiayai Berdarah, Kapolda Papua Copot Kompol Yocbeth Mince Mayor

    605 shares
    Bagikan 242 Tweet 151
  • Perkuat Pengamanan Pasca Insiden Berdarah, BKO Mabes Polri Tiba di Dogiyai

    591 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • Aroma Dugaan Korupsi Proyek Lahan di Mimika Menguat, Kasus Senilai Rp22,5 Miliar Naik Tahap Penyidikan

    590 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • Pemkab Mimika Tetapkan WFH Setiap Jumat, Berikut Daftar Pejabat dan Unit Kerja yang Tetap Bekerja di Kantor

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • TNI AD Siap Bentuk Kodam Papua Tengah

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Terekam CCTV, Seorang Pria Tewas Dihabisi di Halaman Masjid Al-Azhar Timika

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Dua Unit Rumah di Timika Dilalap Api, 14 Ekor Babi Ikut Terbakar

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
Sepuluh Nyawa Melayang di Kwamki Narama, Bupati Mimika: Persoalan Serius yang Harus Ditangani

Sepuluh Nyawa Melayang di Kwamki Narama, Bupati Mimika: Persoalan Serius yang Harus Ditangani

Bupati Mimika Dorong Perda Konflik Internal, Hukum Negara Tidak Boleh Kalah oleh Adat

Bupati Mimika Dorong Perda Konflik Internal, Hukum Negara Tidak Boleh Kalah oleh Adat

Kapolda Papua Tengah Ingatkan Pejabat Kepolisian Jangan Ada Masyarakat yang Merasa Diperlakukan Tidak Adil

Kapolda Papua Tengah Sebut KKB Sudah Masuk ke Kota Nabire, Aparat Keamanan Lakukan Antisipasi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id