TIMIKA, Koranpapua.id– Konflik antar dua kubu yang telah berlangsung lebih dari dua bulan di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah kembali menelan korban jiwa.
Insiden terbaru ini menambah daftar korban meninggal dunia menjadi tujuh orang, dengan perimbangan sementara 3–4 antara kedua kubu yang bertikai.
Korban terbaru dilaporkan berasal berasal dari kubu Dang atau kubu Bawah. Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Yusak Sawaki, membenarkan peristiwa tersebut.
Ia mengatakan korban meninggal dunia pada Minggu malam setelah sempat mendapatkan perawatan medis.
“Korban sudah lama kena panah dan berobat di RS, sempat keluar dan kemarin dibawa lagi ke RS Caritas dan dinyatakan meninggal dunia tadi malam,” ujar Ipda Yusak Sawaki.
Korban diketahui bernama Dinus Kiwak. Jenazah telah disemayamkan di rumah Waimum, yang dikenal sebagai kepala perang dari kubu terkait, sebelum dilakukan prosesi adat bakar jenazah.
Sementara itu, situasi keamanan di sejumlah titik rawan seperti Jembatan Aspal, Jembatan Kayu, dan Jalur 1 dilaporkan masih belum kondusif.
Kedua kubu masih terlibat aksi saling serang dengan menggunakan anak panah, sementara papan kayu lapis (tripleks) digunakan sebagai tameng.
Upaya perdamaian sebenarnya telah dilakukan secara berjenjang oleh pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, juga telah memanggil keluarga dari kedua belah pihak untuk menghentikan konflik. Namun hingga kini, bentrokan masih terus berulang.
Pihak kepolisian menyatakan masih melakukan siaga penuh di lokasi konflik guna mencegah jatuhnya korban tambahan dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










