ADVERTISEMENT
Rabu, Februari 11, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Dogiyai

Dampak Wabah ASF Masih Terasa di Lima Kabupaten Papua Tengah, Jelang Nataru Harga Melambung

Tanpa upaya serius, krisis stok babi ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama dan para peternak memprediksi tiga sampai empat tahun kedepannya.

24 Desember 2025
0
Jelang Nataru, Ongkos Transportasi Nabire- Mapia Barat Tembus Rp4 Juta, ke Mapia Tengah Rp3 Juta

Andreas Gobai, Tokoh Masyarakat Dogiyai. (foto Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

DOGIYAI, Koranpapua.id- Wabah African Swine Fever (ASF) yang terjadi sejak Oktober 2024, hingga kini masih memberikan dampak yang sangat serius bagi masyarakat dan peternak di lima kabupaten di Provinsi Papua Tengah.

Lima kabupaten itu yakni, Nabire, Dogiyai, Paniai, Intan Jaya Puncak dan Puncak Jaya.

ADVERTISEMENT

Kondisi ini mengakibatkan harga daging babi masih mahal dan terus melambung hingga menjelang perayaan Natal 2005 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Andrias Gobai, S.Sos, MA, salah satu tokoh masyarakat di wilayah itu mengatakan, wabah yang sudah terjadi sejak setahun lalu itu, menyebabkan kematian babi dalam jumlah besar.

Baca Juga

BPKP Papua Tengah Tinjau Tata Kelola Sekolah Rakyat di Mimika

Dinkes Mimika Evaluasi Program Malaria 2025, Target Tahun Ini Capai 2 Juta Pemeriksaan

Wabah tersebut secara langsung menurunkan populasi ternak babi, baik babi lokal maupun babi peliharaan skala rumah tangga.

Akibatnya, menjelang dan selama perayaan Natal tahun 2025, stok babi mengalami penurunan yang sangat signifikan.

“Kalau pun ada sekarang harganya cukup mahal bisa mencapai Rp200 ribu lebih per kilogramnya,” ujar Andarias dalam keterangannya kepada koranpapua.id, Rabu 24 Desember 2025,” ujar Andrias.

Dikatakan, kondisi ini memaksa masyarakat (konsumen) untuk mendatangkan babi dari luar wilayah Nabire, yang pada akhirnya berdampak pada melonjaknya harga jual babi di pasaran.

Bagi masyarakat Papua, babi bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga memiliki nilai sosial, budaya, dan adat yang sangat tinggi.

Karena itu dengan terus terjadinya kenaikan harga ini secara nyata sangat memberatkan masyarakat.

Menurutnya, kondisi yang ada saat ini akan berpotensi semakin parah ke depan, mengingat belum terlihat adanya langkah-langkah konkret dan terencana untuk pemulihan populasi babi pasca wabah ASF.

“Berdasarkan hasil diskusi saya bersama salah satu peternak babi di Kimi, bahwa pemulihan stok babi tidak akan terjadi dalam waktu singkat jika tidak ada intervensi nyata dari para pihak (pemerintah, para peternak babi),” pungksnya.

Tanpa upaya serius, krisis stok babi ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama dan para peternak memprediksi tiga sampai empat tahun kedepannya.

Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya nyata, terkoordinasi, dan berkelanjutan dari semua pihak untuk mengembalikan stok babi agar kembali normal, khususnya babi lokal.

Berikut beberapa upaya yang disampaikan Andrias dan bisa menjadi pertimbangan pemerintah:

  1. Program pemulihan dan pengembangan peternakan babi pasca-ASF.
  2. Penyediaan bibit babi yang sehat dan terkontrol.
  3. Penyediaan ternak petina yang banyak.
  4. Pendampingan teknis dan kesehatan hewan bagi peternak lokal.
  5. Penguatan biosekuriti untuk mencegah wabah berulang.
  6. Kolaborasi antara pemerintah daerah, OPD teknis, peternak, dan lembaga terkait.

Dengan langkah-langkah konkret tersebut, diharapkan stok babi di Nabire, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai dapat segera terpenuhi kembali.

Harga babi di pasaran menjadi stabil, serta keberlanjutan ekonomi dan budaya masyarakat dapat terjaga. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

BPKP Papua Tengah Tinjau Tata Kelola Sekolah Rakyat di Mimika

BPKP Papua Tengah Tinjau Tata Kelola Sekolah Rakyat di Mimika

11 Februari 2026
Dinkes Mimika Evaluasi Program Malaria 2025, Target Tahun Ini Capai 2 Juta Pemeriksaan

Dinkes Mimika Evaluasi Program Malaria 2025, Target Tahun Ini Capai 2 Juta Pemeriksaan

10 Februari 2026
21 Pejabat Baru Resmi Perkuat Kabinet Pimpinan Gubernur PBD Elisa Kambu

21 Pejabat Baru Resmi Perkuat Kabinet Pimpinan Gubernur PBD Elisa Kambu

10 Februari 2026
Percepat Progres Pembangunan, Pejabat Dua Lembaga Kementerian Kunjungi Papua Selatan

Percepat Progres Pembangunan, Pejabat Dua Lembaga Kementerian Kunjungi Papua Selatan

10 Februari 2026
Jalan Trans Papua Urat Nadi Perekonomian Papua Pegunungan, Kementerian PUPR Didesak Segera Tangani Longsor

Jalan Trans Papua Urat Nadi Perekonomian Papua Pegunungan, Kementerian PUPR Didesak Segera Tangani Longsor

10 Februari 2026
Papan Nama Jalan di Mimika Belum Resmi, PUPR Tunggu Peraturan Bupati

Papan Nama Jalan di Mimika Belum Resmi, PUPR Tunggu Peraturan Bupati

10 Februari 2026

POPULER

  • Pemprov Papua Tata Ulang SDM Pendidik, Guru yang Bekerja di Kantor Pemerintahan Dikembalikan ke Sekolah

    Pemprov Papua Tata Ulang SDM Pendidik, Guru yang Bekerja di Kantor Pemerintahan Dikembalikan ke Sekolah

    692 shares
    Bagikan 277 Tweet 173
  • Proviciat Merlins R Waromi! Wanita Asal Papua Lulus Dokter Spesialis Tercepat di UGM

    685 shares
    Bagikan 274 Tweet 171
  • Ngaku Istri Pejabat Papua Tengah, Wanita Ini Labrak Oknum ASN Berpakaian Dinas

    599 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Bupati Mimika Ultimatum ASN: Pangkat Tidak Sesuai Jabatan Siap Dinonaktifkan

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Hidup Semakin Susah, Pengungsi Konflik Tapal Batas di Mimika Barat Tengah Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

    565 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Sejumlah Perwira Polres Mimika Bergeser Jabatan, Ini Pesan Kapolres

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Jalan Pattimura Ujung Timika

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
Next Post
Nekat Langgar Laut Ingin Mempersunting, Cinta Nyong Papua Kandas di Kota Kupang

Nekat Langgar Laut Ingin Mempersunting, Cinta Nyong Papua Kandas di Kota Kupang

Ratusan Personel Gabungan Amankan Perayaan Natal 2025 di Mimika

Ratusan Personel Gabungan Amankan Perayaan Natal 2025 di Mimika

600 Personil Gabungan Diterjunkan Amankan 20 Gereja, Pesta Kembang Api di Timika Ditiadakan

600 Personil Gabungan Diterjunkan Amankan 20 Gereja, Pesta Kembang Api di Timika Ditiadakan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id