ADVERTISEMENT
Jumat, Mei 15, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Dogiyai

Dampak Wabah ASF Masih Terasa di Lima Kabupaten Papua Tengah, Jelang Nataru Harga Melambung

Tanpa upaya serius, krisis stok babi ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama dan para peternak memprediksi tiga sampai empat tahun kedepannya.

24 Desember 2025
0
Jelang Nataru, Ongkos Transportasi Nabire- Mapia Barat Tembus Rp4 Juta, ke Mapia Tengah Rp3 Juta

Andreas Gobai, Tokoh Masyarakat Dogiyai. (foto Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

DOGIYAI, Koranpapua.id- Wabah African Swine Fever (ASF) yang terjadi sejak Oktober 2024, hingga kini masih memberikan dampak yang sangat serius bagi masyarakat dan peternak di lima kabupaten di Provinsi Papua Tengah.

Lima kabupaten itu yakni, Nabire, Dogiyai, Paniai, Intan Jaya Puncak dan Puncak Jaya.

ADVERTISEMENT

Kondisi ini mengakibatkan harga daging babi masih mahal dan terus melambung hingga menjelang perayaan Natal 2005 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Andrias Gobai, S.Sos, MA, salah satu tokoh masyarakat di wilayah itu mengatakan, wabah yang sudah terjadi sejak setahun lalu itu, menyebabkan kematian babi dalam jumlah besar.

Baca Juga

Hadirkan Senyum untuk Warga Papua, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Pos Mulia Gelar Kegiatan Sosial

Nobar Film Pesta Babi di Purworejo, Karang Taruna Galang Dana untuk Pengungsi Papua

Wabah tersebut secara langsung menurunkan populasi ternak babi, baik babi lokal maupun babi peliharaan skala rumah tangga.

Akibatnya, menjelang dan selama perayaan Natal tahun 2025, stok babi mengalami penurunan yang sangat signifikan.

“Kalau pun ada sekarang harganya cukup mahal bisa mencapai Rp200 ribu lebih per kilogramnya,” ujar Andarias dalam keterangannya kepada koranpapua.id, Rabu 24 Desember 2025,” ujar Andrias.

Dikatakan, kondisi ini memaksa masyarakat (konsumen) untuk mendatangkan babi dari luar wilayah Nabire, yang pada akhirnya berdampak pada melonjaknya harga jual babi di pasaran.

Bagi masyarakat Papua, babi bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga memiliki nilai sosial, budaya, dan adat yang sangat tinggi.

Karena itu dengan terus terjadinya kenaikan harga ini secara nyata sangat memberatkan masyarakat.

Menurutnya, kondisi yang ada saat ini akan berpotensi semakin parah ke depan, mengingat belum terlihat adanya langkah-langkah konkret dan terencana untuk pemulihan populasi babi pasca wabah ASF.

“Berdasarkan hasil diskusi saya bersama salah satu peternak babi di Kimi, bahwa pemulihan stok babi tidak akan terjadi dalam waktu singkat jika tidak ada intervensi nyata dari para pihak (pemerintah, para peternak babi),” pungksnya.

Tanpa upaya serius, krisis stok babi ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama dan para peternak memprediksi tiga sampai empat tahun kedepannya.

Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya nyata, terkoordinasi, dan berkelanjutan dari semua pihak untuk mengembalikan stok babi agar kembali normal, khususnya babi lokal.

Berikut beberapa upaya yang disampaikan Andrias dan bisa menjadi pertimbangan pemerintah:

  1. Program pemulihan dan pengembangan peternakan babi pasca-ASF.
  2. Penyediaan bibit babi yang sehat dan terkontrol.
  3. Penyediaan ternak petina yang banyak.
  4. Pendampingan teknis dan kesehatan hewan bagi peternak lokal.
  5. Penguatan biosekuriti untuk mencegah wabah berulang.
  6. Kolaborasi antara pemerintah daerah, OPD teknis, peternak, dan lembaga terkait.

Dengan langkah-langkah konkret tersebut, diharapkan stok babi di Nabire, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai dapat segera terpenuhi kembali.

Harga babi di pasaran menjadi stabil, serta keberlanjutan ekonomi dan budaya masyarakat dapat terjaga. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Hadirkan Senyum untuk Warga Papua, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Pos Mulia Gelar Kegiatan Sosial

Hadirkan Senyum untuk Warga Papua, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Pos Mulia Gelar Kegiatan Sosial

14 Mei 2026
Nobar Film Pesta Babi di Purworejo, Karang Taruna Galang Dana untuk Pengungsi Papua

Nobar Film Pesta Babi di Purworejo, Karang Taruna Galang Dana untuk Pengungsi Papua

14 Mei 2026
Rolling Jabatan Belum Dilakukan, Bupati Johannes Rettob Minta ASN Fokus Bekerja

Rolling Jabatan Belum Dilakukan, Bupati Johannes Rettob Minta ASN Fokus Bekerja

14 Mei 2026
Ditutup Sementara, Pemprov Papua akan Lakukan Perbaikan Kerusakan Stadion Lukas Enembe

Ditutup Sementara, Pemprov Papua akan Lakukan Perbaikan Kerusakan Stadion Lukas Enembe

14 Mei 2026
Peristiwa Dogiyai Berdarah: Empat Personel Polres Nabire Dipecat, Kapolsek Kamu Demosi Tiga Tahun

Peristiwa Dogiyai Berdarah: Empat Personel Polres Nabire Dipecat, Kapolsek Kamu Demosi Tiga Tahun

14 Mei 2026
Gakkum Kehutanan Lacak Pemodal Tambang Ilegal Nabire, 10 Alat Berat dan Tujuh WNA China Diamankan

Gakkum Kehutanan Lacak Pemodal Tambang Ilegal Nabire, 10 Alat Berat dan Tujuh WNA China Diamankan

14 Mei 2026

POPULER

  • Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    954 shares
    Bagikan 382 Tweet 239
  • Panik Saat Belok, Pikap Angkut Puluhan Galon Terjun ke Parit di Timika

    684 shares
    Bagikan 274 Tweet 171
  • Enam Gubernur dan 42 Bupati se-Papua Raya Kumpul di Timika, Ini yang Dibahas

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Dana Desa 133 Kampung di Mimika Belum Cair, Bakri Athoriq: Tunggu Pengukuhan Kepala Kampung

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Anggota KKB Nopison Ditembak Mati, Ini Perjelasan Kapolda Papua Tengah Brigjen Jermias Rontini

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • OPM Pimpinan Guspi Waker Diduga Pelaku Penembakan yang Menewaskan Warga di Tembagapura

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Polisi di Timika Lakukan Penyelidikan Misteri Kematian Pria di Bawah Truk

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
Next Post
Nekat Langgar Laut Ingin Mempersunting, Cinta Nyong Papua Kandas di Kota Kupang

Nekat Langgar Laut Ingin Mempersunting, Cinta Nyong Papua Kandas di Kota Kupang

Ratusan Personel Gabungan Amankan Perayaan Natal 2025 di Mimika

Ratusan Personel Gabungan Amankan Perayaan Natal 2025 di Mimika

600 Personil Gabungan Diterjunkan Amankan 20 Gereja, Pesta Kembang Api di Timika Ditiadakan

600 Personil Gabungan Diterjunkan Amankan 20 Gereja, Pesta Kembang Api di Timika Ditiadakan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id