ADVERTISEMENT
Jumat, Oktober 2, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Dogiyai

Dampak Wabah ASF Masih Terasa di Lima Kabupaten Papua Tengah, Jelang Nataru Harga Melambung

Tanpa upaya serius, krisis stok babi ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama dan para peternak memprediksi tiga sampai empat tahun kedepannya.

24 Desember 2025
0
Jelang Nataru, Ongkos Transportasi Nabire- Mapia Barat Tembus Rp4 Juta, ke Mapia Tengah Rp3 Juta

Andreas Gobai, Tokoh Masyarakat Dogiyai. (foto Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

DOGIYAI, Koranpapua.id- Wabah African Swine Fever (ASF) yang terjadi sejak Oktober 2024, hingga kini masih memberikan dampak yang sangat serius bagi masyarakat dan peternak di lima kabupaten di Provinsi Papua Tengah.

Lima kabupaten itu yakni, Nabire, Dogiyai, Paniai, Intan Jaya Puncak dan Puncak Jaya.

ADVERTISEMENT

Kondisi ini mengakibatkan harga daging babi masih mahal dan terus melambung hingga menjelang perayaan Natal 2005 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Andrias Gobai, S.Sos, MA, salah satu tokoh masyarakat di wilayah itu mengatakan, wabah yang sudah terjadi sejak setahun lalu itu, menyebabkan kematian babi dalam jumlah besar.

Baca Juga

Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Amungsa Cares Papua Imbau Warga Waspada

KPU Mimika Tetapkan 228.681 Pemilih, Ribuan Warga di Kawasan Perumahan Jadi Perhatian

Wabah tersebut secara langsung menurunkan populasi ternak babi, baik babi lokal maupun babi peliharaan skala rumah tangga.

Akibatnya, menjelang dan selama perayaan Natal tahun 2025, stok babi mengalami penurunan yang sangat signifikan.

“Kalau pun ada sekarang harganya cukup mahal bisa mencapai Rp200 ribu lebih per kilogramnya,” ujar Andarias dalam keterangannya kepada koranpapua.id, Rabu 24 Desember 2025,” ujar Andrias.

Dikatakan, kondisi ini memaksa masyarakat (konsumen) untuk mendatangkan babi dari luar wilayah Nabire, yang pada akhirnya berdampak pada melonjaknya harga jual babi di pasaran.

Bagi masyarakat Papua, babi bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga memiliki nilai sosial, budaya, dan adat yang sangat tinggi.

Karena itu dengan terus terjadinya kenaikan harga ini secara nyata sangat memberatkan masyarakat.

Menurutnya, kondisi yang ada saat ini akan berpotensi semakin parah ke depan, mengingat belum terlihat adanya langkah-langkah konkret dan terencana untuk pemulihan populasi babi pasca wabah ASF.

“Berdasarkan hasil diskusi saya bersama salah satu peternak babi di Kimi, bahwa pemulihan stok babi tidak akan terjadi dalam waktu singkat jika tidak ada intervensi nyata dari para pihak (pemerintah, para peternak babi),” pungksnya.

Tanpa upaya serius, krisis stok babi ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama dan para peternak memprediksi tiga sampai empat tahun kedepannya.

Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya nyata, terkoordinasi, dan berkelanjutan dari semua pihak untuk mengembalikan stok babi agar kembali normal, khususnya babi lokal.

Berikut beberapa upaya yang disampaikan Andrias dan bisa menjadi pertimbangan pemerintah:

  1. Program pemulihan dan pengembangan peternakan babi pasca-ASF.
  2. Penyediaan bibit babi yang sehat dan terkontrol.
  3. Penyediaan ternak petina yang banyak.
  4. Pendampingan teknis dan kesehatan hewan bagi peternak lokal.
  5. Penguatan biosekuriti untuk mencegah wabah berulang.
  6. Kolaborasi antara pemerintah daerah, OPD teknis, peternak, dan lembaga terkait.

Dengan langkah-langkah konkret tersebut, diharapkan stok babi di Nabire, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai dapat segera terpenuhi kembali.

Harga babi di pasaran menjadi stabil, serta keberlanjutan ekonomi dan budaya masyarakat dapat terjaga. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tekan Kecelakaan, Dishub Bintuni Sasar Pelajar hingga Pengemudi Angkutan

Tekan Kecelakaan, Dishub Bintuni Sasar Pelajar hingga Pengemudi Angkutan

1 Oktober 2026
DPR Ketok Palu, Suyudi Ario Seto Gantikan Listyo Sigit sebagai Kapolri

DPR Ketok Palu, Suyudi Ario Seto Gantikan Listyo Sigit sebagai Kapolri

1 Oktober 2026
Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Amungsa Cares Papua Imbau Warga Waspada

Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Amungsa Cares Papua Imbau Warga Waspada

1 Oktober 2026
KPU Mimika Tetapkan 228.681 Pemilih, Ribuan Warga di Kawasan Perumahan Jadi Perhatian

KPU Mimika Tetapkan 228.681 Pemilih, Ribuan Warga di Kawasan Perumahan Jadi Perhatian

1 Oktober 2026
Pemkab Mimika Siapkan Rp3 Miliar untuk Pelebaran Jalan Irigasi Petrosea-Hasanudin

Pemkab Mimika Siapkan Rp3 Miliar untuk Pelebaran Jalan Irigasi Petrosea-Hasanudin

1 Oktober 2026
Bantuan Parpol Mimika Naik 5 Kali Lipat, Anggaran 10 Partai Tembus Rp9 Miliar

Bantuan Parpol Mimika Naik 5 Kali Lipat, Anggaran 10 Partai Tembus Rp9 Miliar

1 Oktober 2026

POPULER

  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    577 shares
    Bagikan 231 Tweet 144
  • Maikel Edwar Tewas, Irvan Patah Tangan dalam Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Kapal LCT Cahaya Permata Hati Tenggelam di Puriri, 8 Orang Dicari Tim SAR

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
Next Post
Nekat Langgar Laut Ingin Mempersunting, Cinta Nyong Papua Kandas di Kota Kupang

Nekat Langgar Laut Ingin Mempersunting, Cinta Nyong Papua Kandas di Kota Kupang

Ratusan Personel Gabungan Amankan Perayaan Natal 2025 di Mimika

Ratusan Personel Gabungan Amankan Perayaan Natal 2025 di Mimika

600 Personil Gabungan Diterjunkan Amankan 20 Gereja, Pesta Kembang Api di Timika Ditiadakan

600 Personil Gabungan Diterjunkan Amankan 20 Gereja, Pesta Kembang Api di Timika Ditiadakan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id