ADVERTISEMENT
Jumat, Maret 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Ratusan Massa FPHUM Kepung DPRD Mimika, Tuntut Penegasan Tapal Batas Wilayah Adat Kapiraya

Bupati Mimika Johannes Rettob menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

25 November 2025
0
Ratusan Massa FPHUM Kepung DPRD Mimika, Tuntut Penegasan Tapal Batas Wilayah Adat Kapiraya

FPHUM membacakan poin tuntutan dihadapan Bupati, wakil Bupati dan seluruh Anggota DPRD dalam aksi yang berlangsung pada Selasa, 25 November 2025. (foto:Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Ratusan massa dari Front Pemilik Hak Ulayat Mimika Wee (FPHUM) mengepung halaman DPRD Mimika pada Selasa, 25 November 2025.

Mereka menuntut pemerintah segera menyelesaikan sengketa tapal batas wilayah adat Kapiraya. Kehadiran massa membuat persiapan Sidang Paripurna APBD Mimika Tahun 2026 terhenti.

ADVERTISEMENT

Dalam aksi tersebut, sejumlah tokoh seperti Gerry Okoare, Petrus Renwarin, Marianus Maknaepeku turut hadir dalam aksi tersebut.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mereka bergantian berorasi menuntut pengembalian wilayah hak ulayat Suku Kamoro mulai dari Potowaiburu hingga Nakai di hadapan Bupati, Wakil Bupati Mimika, serta seluruh anggota DPRD.

Baca Juga

Klinik Swasta di Mimika Siap Layani Pemeriksaan dan Obat Malaria Gratis, Berlaku Mulai April 2026

Operasi Ketupat Noken 2026, TNI-Polri Siapkan Tujuh Pos Pengamanan di Mimika

Wilayah itu, menurut massa, telah dicaplok kelompok masyarakat dari Kabupaten Deiyai dan Dogiyai, bahkan disebut mendapat dukungan dari pemerintah daerah setempat.

Ketua FPHUM, Rafael Taorekeyau, dalam pernyataan sikapnya mengungkap bahwa konflik perebutan wilayah adat telah berlangsung bertahun-tahun dan memicu ketegangan antarsuku.

Ia menegaskan bahwa masyarakat adat menolak klaim sepihak melalui pembangunan kampung baru oleh Kabupaten Deiyai di wilayah yang secara administratif masih berada dalam Kabupaten Mimika.

“Kami tidak terima wilayah adat kami dicaplok. Karena itu hari ini kami datang dan mengepung kantor DPRD untuk menyampaikan aspirasi langsung,” tegas Rafael.

Ia menambahkan bahwa kehadiran pimpinan daerah dan dewan memberi ruang bagi masyarakat untuk berbicara tanpa perantara.

Aksi FPHUM juga mendapat dukungan dari keluarga besar masyarakat adat, termasuk keturunan para perintis yang sudah menghuni Mimika sejak 1921.

Dalam pernyataan sikapnya, mereka menuntut pemerintah daerah dan provinsi untuk menyelesaikan tapal batas Kabupaten Mimika–Deiyai–Dogiyai sebelum Natal 2025.

Mereka juga mendesak penutupan Bandara Tuapa Kapiraya, pembangunan Polsek dan Koramil di Mimika Barat Tengah/Kapiraya, serta penunjukan Plt Kepala Distrik Urumuka, Temare, dan Kamora.

Selain itu, FPHUM meminta penggantian Kepala Distrik Mimika Barat Tengah dan menangkap pihak yang diduga sebagai aktor pembakaran rumah warga Kamoro/Mimika Wee di Wakia.

Rafael menilai proses penyelesaian selama ini kurang transparan. Ia menuding Bupati Deiyai kerap menyuarakan klaim wilayah melalui media sosial, sementara pemerintah Mimika belum memberikan penjelasan memadai.

Karenanya, Ia berharap pemerintah segera mengundang FPHUM untuk berdialog, mengingat wilayah tersebut secara administratif berada dalam Kabupaten Mimika.

Rafael juga mengingatkan bahwa kondisi di Kapiraya masih rawan dan berpotensi memicu konflik lanjutan jika tidak ditangani serius.

Karena itu, FPHUM meminta penempatan pos TNI dan Polri sebagai langkah awal stabilisasi keamanan.

Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Mimika Johannes Rettob menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Ia menyebut pemerintah sudah dua kali mengirim surat resmi kepada Kementerian Dalam Negeri untuk meminta penegasan kembali tapal batas sesuai Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999.

Bupati juga menyinggung rencana pembangunan fasilitas di wilayah perbatasan, termasuk lapangan terbang dan rumah-rumah di Kapiraya.

“Jangan kita terus tinggal di pantai. Kita harus jaga tanah kita di atas. Kalau wilayah itu tidak dihuni, orang akan masuk sesuka hati,” ujarnya.

Ia memastikan pemerintah masih menunggu undangan resmi dari Kemendagri untuk membahas persoalan batas bersama para kepala daerah terkait.

Sementara itu, Ketua DPRD Mimika Primus Natakepeyau mengapresiasi masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara langsung.

Ia menegaskan bahwa lembaga perwakilan rakyat tidak menutup mata terhadap persoalan Kapiraya dan berkomitmen mengawal tuntutan tersebut.

Karena massa meminta agar persoalan dibahas tanpa Pansus, DPRD menyatakan siap mengikuti mekanisme dialog bersama pemerintah daerah.

“Kami adalah wakil rakyat. Terus dorong kami, ingatkan kami. Kami akan melanjutkan aspirasi ini,” ujar Primus. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Klinik Swasta di Mimika Siap Layani Pemeriksaan dan Obat Malaria Gratis, Berlaku Mulai April 2026

Klinik Swasta di Mimika Siap Layani Pemeriksaan dan Obat Malaria Gratis, Berlaku Mulai April 2026

12 Maret 2026
Operasi Ketupat Noken 2026, TNI-Polri Siapkan Tujuh Pos Pengamanan di Mimika

Operasi Ketupat Noken 2026, TNI-Polri Siapkan Tujuh Pos Pengamanan di Mimika

12 Maret 2026
YPMAK Sosialisasi Program Ekonomi di Kampung Kiura, Fokuskan Perluasan Kebun Kelapa dan Pembangunan Rumah Layak Huni

YPMAK Sosialisasi Program Ekonomi di Kampung Kiura, Fokuskan Perluasan Kebun Kelapa dan Pembangunan Rumah Layak Huni

12 Maret 2026
Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

12 Maret 2026
Kasus Penembakan di Areal Kerja Freeport: Berpura-Pura Meninggal, Simson Selamat dari Maut

Kasus Penembakan di Areal Kerja Freeport: Berpura-pura Meninggal, AM Selamat dari Maut

12 Maret 2026
Keterbatasan bukan Penghalang untuk Bersinar:  Suara Emas Eva Manobi, Talenta Papua yang Berprestasi di FLS3N

Keterbatasan bukan Penghalang untuk Bersinar:  Suara Emas Eva Manobi, Talenta Papua yang Berprestasi di FLS3N

12 Maret 2026

POPULER

  • Lantik 282 Pejabat Pemkab Mimika, Johannes Rettob: Bukan Karena Suka atau Tidak Suka

    Lantik 282 Pejabat Pemkab Mimika, Johannes Rettob: Bukan Karena Suka atau Tidak Suka

    649 shares
    Bagikan 260 Tweet 162
  • Pemandangan Unik: Nama Pejabat Mimika yang Dilantik Diduga Dibaca di Layar Handphone

    647 shares
    Bagikan 259 Tweet 162
  • THR ASN 2026: Pemkab Mimika Siapkan Rp20 Miliar Lebih, Pembayaran Tunggu Petunjuk Pusat

    602 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • Petugas Kebersihan Gelar Aksi Mogok Kerja, Ini Pernyataan Kadis DLH Mimika Jefri Deda

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Nekat yang Nyata! Wanita Muda Bakar Kekasihnya di Kamar Hotel

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Anton Alom Kritik Penunjukan Plt Sekwan Mimika “Ini Penghinaan Lembaga DPR”

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
Next Post
Ketua Lemasko Semprot Anggota DPRK Mimika: “Datang, Duduk, Dengar, Diam, Duit, Akan Surati KPK Lakukan Pemeriksaan”

Ketua Lemasko Semprot Anggota DPRK Mimika: “Datang, Duduk, Dengar, Diam, Duit, Akan Surati KPK Lakukan Pemeriksaan”

Presdir Tony Wenas: Operasi Freeport Sumbang 77 Persen PDRB Papua Tengah, 91 Persen untuk Mimika

Presdir Tony Wenas: Operasi Freeport Sumbang 77 Persen PDRB Papua Tengah, 91 Persen untuk Mimika

Bupati Johannes Rettob: Penetapan Tapal Batas Mimika–Deiyai Tunggu Keputusan Kemendagri

Bupati Johannes Rettob: Penetapan Tapal Batas Mimika–Deiyai Tunggu Keputusan Kemendagri

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id