ADVERTISEMENT
Jumat, Oktober 16, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Hipertensi Masih Jadi Pembunuh Senyap “Silent Killer” di Indonesia

16 November 2025
0
Hipertensi Masih Jadi Pembunuh Senyap “Silent Killer” di Indonesia

Ilustrasi pengukuran tekanan darah. (foto: canva/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Tim Promosi Kesehatan Dinkes Mimika

 

Hipertensi atau tekanan darah tinggi kembali menjadi sorotan karena jumlah kasus yang terus meningkat di Indonesia.

Penyakit yang kerap disebut “silent killer” ini sering tidak menunjukkan gejala, namun dapat menimbulkan kerusakan organ vital secara perlahan dan berujung pada komplikasi mematikan seperti stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal.

 

Baca Juga

Monev Puskesmas Wakia, Dinkes Mimika Bahas Capaian dan Kendala Program

Kepala Puskesmas Atuka Apresiasi Monev Dinkes Mimika, Dorong Perbaikan Layanan

Lebih dari Sepertiga Orang Dewasa Mengalami Hipertensi

Data Riskesdas 2023 menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1%, atau lebih dari sepertiga populasi dewasa. Beberapa laporan daerah bahkan menyebut hipertensi sebagai penyakit dengan jumlah kunjungan terbanyak di fasilitas kesehatan.

Meski begitu, banyak penderita tidak menyadari kondisinya karena tidak pernah memeriksakan tekanan darah.

Di Kabupaten Mimika data menunjukan bahwa kasus Hipertensi naik setiap tahunnya. Tahun 2023 sebanyak 1636 kasus, tahun 2024 terdapat 1946 dan di tahun 2025 mencapai 2331 kasus.

Hipertensi sering tidak bergejala, pasien merasa sehat padahal tekanan darahnya tinggi, kondisi ini membuat sebagian besar kasus baru terdeteksi setelah muncul komplikasi berat seperti stroke atau gagal ginjal.

 

Anak Muda Mulai Rentan

Perubahan gaya hidup modern, tingginya konsumsi makanan asin, kurang aktivitas fisik, serta meningkatnya obesitas membuat hipertensi kini tak hanya menyerang lansia.

Data terbaru Kemenkes menunjukkan peningkatan kasus pada kelompok usia muda.

Data SKI 2023 secara jelas menggambarkan kejadian hipertensi di kalangan anak muda. Berdasarkan diagnosis dokter kelompok umur 18-24 prevalensi hipertensi sebesar 0,4% dan kelompok umur 25-34 sebesar 1,8%.

 

Mengapa Hipertensi Bisa Terjadi?

Hipertensi dipengaruhi berbagai faktor, antara lain:

  • Konsumsi garam berlebih
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Kelebihan berat badan
  • Kebiasaan merokok dan minum alkohol
  • Stres berkepanjangan
  • Faktor keturunan
  • Penyakit pendukung seperti diabetes atau gangguan ginjal

 

Kombinasi faktor tersebut menyebabkan tekanan pada pembuluh darah meningkat sehingga jantung harus bekerja lebih keras.

Menurut pedoman PERHI dan PNPK 2021, klasifikasi tekanan darah adalah:

Target pengobatan bagi penderita umumnya adalah di bawah 140/90 mmHg, atau < 130/80 mmHg untuk pasien dengan risiko tinggi.

Gejala: Sering tidak terasa, tapi bisa mematikan.

Meski disebut tanpa gejala, beberapa keluhan dapat muncul, seperti:

Sakit kepala

Pusing atau penglihatan kabur

Sesak napas

Mimisan

Mudah lelah

Namun gejala tersebut tidak selalu muncul, sehingga pemeriksaan tekanan darah rutin sangat penting.

 

Dampak Serius pada Organ Tubuh

Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat menyebabkan:

Stroke akibat pecah atau tersumbatnya pembuluh darah otak

Serangan jantung dan gagal jantung

Gagal ginjal kronis, penyebab utama kebutuhan dialisis

Kerusakan mata (retinopati hipertensi)

Kerusakan pembuluh darah yang memicu berbagai penyakit lain

Salah satu ancaman terbesar adalah gagal ginjal. Tekanan darah tinggi merusak pembuluh darah kecil (nefron) di ginjal secara bertahap sehingga menurunkan kemampuan ginjal menyaring darah.

 

Masalah Kepatuhan Obat Masih Tinggi

Salah satu kendala besar dalam pengendalian hipertensi di Indonesia adalah rendahnya kepatuhan minum obat. Banyak pasien hanya minum obat saat merasa pusing, padahal hipertensi harus dikontrol setiap hari.

Ketidakpatuhan ini meningkatkan risiko komplikasi parah, terutama pada kelompok yang sudah memiliki penyakit penyerta.

Pencegahan dan Pengendalian: Terapkan CERDIK dan PATUH.

Pemerintah mendorong masyarakat menerapkan program CERDIK, yaitu:

Cek kesehatan rutin

Enyahkan asap rokok

Rajin aktivitas fisik

Diet sehat dan seimbang

Istirahat cukup

Kelola stres

 

Tenaga kesehatan juga mengingatkan akronim PATUH sebagai pedoman pengendalian hipertensi:

Periksa kesehatan secara rutin

Atasi penyakit dengan pengobatan tepat

Tetap diet dengan gizi seimbang

Upayakan aktivitas fisik

Hindari rokok, alkohol, dan zat berbahaya

Pembatasan garam menjadi aturan penting: maksimal 1 sendok teh (5 gram) per hari atau setara 2 gram natrium. Konsumsi garam berlebih meningkatkan risiko hipertensi 2–3 kali lipat.

 

Ayo Cek Tekanan Darah Hari Ini

WHO (2023) mencatat hipertensi memengaruhi 1,3 miliar orang di dunia dan bertanggung jawab atas 10,5 juta kematian setiap tahun.

Di Indonesia, hipertensi semakin menjadi tantangan kesehatan publik yang membutuhkan deteksi dini dan perubahan gaya hidup.

Pemerintah daerah menganjurkan masyarakat, untuk memeriksakan tekanan darah setidaknya sebulan sekali.

Mengenali risiko, menjaga pola hidup sehat, dan patuh minum obat adalah langkah terbaik untuk melindungi diri, keluarga, dan masa depan yang lebih sehat.

Sumber :

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

BKPK Kemkes “Bahaya Hipertensi Mengintai Anak Muda Indonesia’

Kepmenkes RI No. HK.01.07/MENKES/4634/2021

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dinkes Mimika Evaluasi Pelayanan Puskesmas Atuka, Dorong Peningkatan Mutu Layanan

Dinkes Mimika Evaluasi Pelayanan Puskesmas Atuka, Dorong Peningkatan Mutu Layanan

15 Oktober 2026
Polisi Amankan Dua Pria, Satu Tersangka Kasus Amunisi Ilegal di Jayapura

Polisi Amankan Dua Pria, Satu Tersangka Kasus Amunisi Ilegal di Jayapura

15 Oktober 2026
Sempat Hilang, 10 Pejabat dan Legislator Fakfak Selamat usai Speedboat Bocor di Laut Sorong

Sempat Hilang, 10 Pejabat dan Legislator Fakfak Selamat usai Speedboat Bocor di Laut Sorong

15 Oktober 2026
BRIN Petakan Komoditas Unggulan Mimika untuk Kembangkan Ekonomi di Luar Tambang

BRIN Petakan Komoditas Unggulan Mimika untuk Kembangkan Ekonomi di Luar Tambang

15 Oktober 2026
BRIDA Mimika Petakan Komoditas Unggulan di Tiga Distrik untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

BRIDA Mimika Petakan Komoditas Unggulan di Tiga Distrik untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

15 Oktober 2026
Pangkogabwilhan III Kunjungi Sekolah Rakyat Mimika, Motivasi Siswa Raih Cita-cita

Pangkogabwilhan III Kunjungi Sekolah Rakyat Mimika, Motivasi Siswa Raih Cita-cita

15 Oktober 2026

POPULER

  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    566 shares
    Bagikan 226 Tweet 142
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    799 shares
    Bagikan 320 Tweet 200
  • Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Aksi Damai di Depan Kantor YPMAK, Masyarakat Adat Desak Pertemuan Resmi dengan Freeport

Aksi Damai di Depan Kantor YPMAK, Masyarakat Adat Desak Pertemuan Resmi dengan Freeport

Kapolres Usai Tangkap Tiga Waimum, “Masih Bandel, Kami Tindak Tegas, Proses Hukum di Luar Timika”

Kapolres Usai Tangkap Tiga Waimum, “Masih Bandel, Kami Tindak Tegas, Proses Hukum di Luar Timika”

DPMPTSP dan Diskominfo Jadi Rebutan, Terbanyak Diincar Calon Pejabat di Mimika

Profiling ASN Mimika 2025 Segera Digelar, 668 Pejabat dan Pelaksana Masuk Daftar Peserta

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id