ADVERTISEMENT
Sabtu, Juni 20, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Hipertensi Masih Jadi Pembunuh Senyap “Silent Killer” di Indonesia

16 November 2025
0
Hipertensi Masih Jadi Pembunuh Senyap “Silent Killer” di Indonesia

Ilustrasi pengukuran tekanan darah. (foto: canva/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Tim Promosi Kesehatan Dinkes Mimika

 

Hipertensi atau tekanan darah tinggi kembali menjadi sorotan karena jumlah kasus yang terus meningkat di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Penyakit yang kerap disebut “silent killer” ini sering tidak menunjukkan gejala, namun dapat menimbulkan kerusakan organ vital secara perlahan dan berujung pada komplikasi mematikan seperti stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal.

Advertisement. Scroll to continue reading.

 

Baca Juga

Mulai dari Rumah, Dinkes Mimika Dorong Warga Nawaripi Terapkan Hidup Sehat

Pemeriksaan Kesehatan Calon Pengantin Penting Dilakukan, Pastikan Pasangan Siap Membangunan Keluarga

Lebih dari Sepertiga Orang Dewasa Mengalami Hipertensi

Data Riskesdas 2023 menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1%, atau lebih dari sepertiga populasi dewasa. Beberapa laporan daerah bahkan menyebut hipertensi sebagai penyakit dengan jumlah kunjungan terbanyak di fasilitas kesehatan.

Meski begitu, banyak penderita tidak menyadari kondisinya karena tidak pernah memeriksakan tekanan darah.

Di Kabupaten Mimika data menunjukan bahwa kasus Hipertensi naik setiap tahunnya. Tahun 2023 sebanyak 1636 kasus, tahun 2024 terdapat 1946 dan di tahun 2025 mencapai 2331 kasus.

Hipertensi sering tidak bergejala, pasien merasa sehat padahal tekanan darahnya tinggi, kondisi ini membuat sebagian besar kasus baru terdeteksi setelah muncul komplikasi berat seperti stroke atau gagal ginjal.

 

Anak Muda Mulai Rentan

Perubahan gaya hidup modern, tingginya konsumsi makanan asin, kurang aktivitas fisik, serta meningkatnya obesitas membuat hipertensi kini tak hanya menyerang lansia.

Data terbaru Kemenkes menunjukkan peningkatan kasus pada kelompok usia muda.

Data SKI 2023 secara jelas menggambarkan kejadian hipertensi di kalangan anak muda. Berdasarkan diagnosis dokter kelompok umur 18-24 prevalensi hipertensi sebesar 0,4% dan kelompok umur 25-34 sebesar 1,8%.

 

Mengapa Hipertensi Bisa Terjadi?

Hipertensi dipengaruhi berbagai faktor, antara lain:

  • Konsumsi garam berlebih
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Kelebihan berat badan
  • Kebiasaan merokok dan minum alkohol
  • Stres berkepanjangan
  • Faktor keturunan
  • Penyakit pendukung seperti diabetes atau gangguan ginjal

 

Kombinasi faktor tersebut menyebabkan tekanan pada pembuluh darah meningkat sehingga jantung harus bekerja lebih keras.

Menurut pedoman PERHI dan PNPK 2021, klasifikasi tekanan darah adalah:

Target pengobatan bagi penderita umumnya adalah di bawah 140/90 mmHg, atau < 130/80 mmHg untuk pasien dengan risiko tinggi.

Gejala: Sering tidak terasa, tapi bisa mematikan.

Meski disebut tanpa gejala, beberapa keluhan dapat muncul, seperti:

Sakit kepala

Pusing atau penglihatan kabur

Sesak napas

Mimisan

Mudah lelah

Namun gejala tersebut tidak selalu muncul, sehingga pemeriksaan tekanan darah rutin sangat penting.

 

Dampak Serius pada Organ Tubuh

Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat menyebabkan:

Stroke akibat pecah atau tersumbatnya pembuluh darah otak

Serangan jantung dan gagal jantung

Gagal ginjal kronis, penyebab utama kebutuhan dialisis

Kerusakan mata (retinopati hipertensi)

Kerusakan pembuluh darah yang memicu berbagai penyakit lain

Salah satu ancaman terbesar adalah gagal ginjal. Tekanan darah tinggi merusak pembuluh darah kecil (nefron) di ginjal secara bertahap sehingga menurunkan kemampuan ginjal menyaring darah.

 

Masalah Kepatuhan Obat Masih Tinggi

Salah satu kendala besar dalam pengendalian hipertensi di Indonesia adalah rendahnya kepatuhan minum obat. Banyak pasien hanya minum obat saat merasa pusing, padahal hipertensi harus dikontrol setiap hari.

Ketidakpatuhan ini meningkatkan risiko komplikasi parah, terutama pada kelompok yang sudah memiliki penyakit penyerta.

Pencegahan dan Pengendalian: Terapkan CERDIK dan PATUH.

Pemerintah mendorong masyarakat menerapkan program CERDIK, yaitu:

Cek kesehatan rutin

Enyahkan asap rokok

Rajin aktivitas fisik

Diet sehat dan seimbang

Istirahat cukup

Kelola stres

 

Tenaga kesehatan juga mengingatkan akronim PATUH sebagai pedoman pengendalian hipertensi:

Periksa kesehatan secara rutin

Atasi penyakit dengan pengobatan tepat

Tetap diet dengan gizi seimbang

Upayakan aktivitas fisik

Hindari rokok, alkohol, dan zat berbahaya

Pembatasan garam menjadi aturan penting: maksimal 1 sendok teh (5 gram) per hari atau setara 2 gram natrium. Konsumsi garam berlebih meningkatkan risiko hipertensi 2–3 kali lipat.

 

Ayo Cek Tekanan Darah Hari Ini

WHO (2023) mencatat hipertensi memengaruhi 1,3 miliar orang di dunia dan bertanggung jawab atas 10,5 juta kematian setiap tahun.

Di Indonesia, hipertensi semakin menjadi tantangan kesehatan publik yang membutuhkan deteksi dini dan perubahan gaya hidup.

Pemerintah daerah menganjurkan masyarakat, untuk memeriksakan tekanan darah setidaknya sebulan sekali.

Mengenali risiko, menjaga pola hidup sehat, dan patuh minum obat adalah langkah terbaik untuk melindungi diri, keluarga, dan masa depan yang lebih sehat.

Sumber :

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

BKPK Kemkes “Bahaya Hipertensi Mengintai Anak Muda Indonesia’

Kepmenkes RI No. HK.01.07/MENKES/4634/2021

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

230 Pengungsi di Tanah Merah Kembali ke Kampung Manggelum, Didampingi Satgas Pasgat Pamtas RI‑PNG

230 Pengungsi di Tanah Merah Kembali ke Kampung Manggelum, Didampingi Satgas Pasgat Pamtas RI‑PNG

19 Juni 2026
Kasus Dugaan Korupsi Beras Rp8,9 Miliar, Kejati Papua Tahan Empat Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi Beras Rp8,9 Miliar, Kejati Papua Tahan Empat Tersangka

19 Juni 2026
12 Hari Berjuang, Remaja Putri Akhirnya Meninggal Usai Diduga Dibakar Ibu Kandung

12 Hari Berjuang, Remaja Putri Akhirnya Meninggal Usai Diduga Dibakar Ibu Kandung

19 Juni 2026
Kemenkeu Tetapkan Dana Desa 2025 untuk Papua Tengah, Puncak Jaya Terbesar Rp275.517.473.000

Pengelolaan Dana Kampung di Mimika Harus Merujuk UU Nomor 6 Tahun 2014, Jangan Ada Lagi Temuan Inspektorat

19 Juni 2026
230 Atlet Perwakilan Enam Kabupaten Berlaga di Kejurda Atletik Gubernur Papua Cup 2026

230 Atlet Perwakilan Enam Kabupaten Berlaga di Kejurda Atletik Gubernur Papua Cup 2026

19 Juni 2026
Terlanjur Gelontorkan Rp5,5 T, Program Pertanian di Wilayah Papua Dilanjutkan

Terlanjur Gelontorkan Rp5,5 T, Program Pertanian di Wilayah Papua Dilanjutkan

19 Juni 2026

POPULER

  • Langkah Tegas Polda Papua Tengah, Pecat Empat Anggota Polisi Terlibat Peristiwa Dogiyai Berdarah

    Langkah Tegas Polda Papua Tengah, Pecat Empat Anggota Polisi Terlibat Peristiwa Dogiyai Berdarah

    590 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • Komandan Operasi KKB Kodap XVI Yahukimo Dilaporkan Tewas Ditembak Aparat

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Ananias Faot: Kadistrik Berwenang Awasi Dana Kampung, Jangan Habis untuk Bayar Utang

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Beasiswa YPMAK Antarkan Fitalia Tumuka Raih Gelar Sarjana Hukum dan Kejar Mimpi Global

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Kasus Dugaan Korupsi Beras Rp8,9 Miliar, Kejati Papua Tahan Empat Tersangka

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • PUPR Mimika Targetkan Lima Proyek Strategis Daerah Mulai Kontrak Awal Agustus, Berikut Daftarnya

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Aksi Damai di Depan Kantor YPMAK, Masyarakat Adat Desak Pertemuan Resmi dengan Freeport

Aksi Damai di Depan Kantor YPMAK, Masyarakat Adat Desak Pertemuan Resmi dengan Freeport

Kapolres Usai Tangkap Tiga Waimum, “Masih Bandel, Kami Tindak Tegas, Proses Hukum di Luar Timika”

Kapolres Usai Tangkap Tiga Waimum, “Masih Bandel, Kami Tindak Tegas, Proses Hukum di Luar Timika”

DPMPTSP dan Diskominfo Jadi Rebutan, Terbanyak Diincar Calon Pejabat di Mimika

Profiling ASN Mimika 2025 Segera Digelar, 668 Pejabat dan Pelaksana Masuk Daftar Peserta

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id