ADVERTISEMENT
Rabu, Juni 24, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Keamanan

Mahasiswa di Nabire Unjuk Rasa Tolak Militer Nonorganik di Tanah Papua

“Tanah Papua bukan tanah kosong, kami mau hidup damai tanpa bunyi senjata, kami tidak mau mati dalam tangan militer. Hentikan pendropan militer non organik yang membuat warga sipil takut dan trauma”.

10 November 2025
0
Mahasiswa di Nabire Unjuk Rasa Tolak Militer Nonorganik di Tanah Papua

Ratusan mahasiswa di Nabire gelar unjuk rasa penolakan militer nonorganik di Tanah Papua, Senin 10 November 2025. (foto Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

NABIRE, Koranpapua.id- Suara penolakan terhadap penempatan pasukan militer nonorganik di sejumlah wilayah di Tanah Papua terus bergema.

Terbaru, hari ini Senin 10 November 2025 aksi unjuk rasa penolakan ditunjukan ratusan mahasiswa di Nabire, Ibukota Provinsi Papua Tengah.

ADVERTISEMENT

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Pimpinan Kota, Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIMWP) menggelar unjuk rasa di depan Gapura USWIM, Jalan Kalibobo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Unjuk rasa secara damai itu untuk menyingkapi situasi terkini terkait dengan penempatan militer nonorganik di Tanah Papua.

Baca Juga

Kapolres Mimika: Tidak Ada Lagi Negosiasi Jika Perang Suku Terulang, Pelaku Dikirim ke Nusakambangan

Agustinus Anggaibak dan Yohanes Kemong: Kwamki Lama Harus Jadi Zona Damai, Tidak Boleh Ada Perang Lagi

Merurut para mahasiswa, penempatan pasukan militer nonorganik di Papua berdampak terhadap terus jatuhnya korban warga sipil, dan terjadi pengungsian di Intan Jaya, Puncak, Puncak, Nduga.

Sebelum menyampaikan orasi, mahasiswa dengan memakai jas almamater sudah berkumpul sejak pukul 8.00 WIT.

Selain membentangkan poster dan spanduk, mereka juga menyampaikan orasi secara bergantian.

“Tanah Papua bukan tanah kosong, kami mau hidup damai tanpa bunyi senjata, kami tidak mau mati dalam tangan militer,” kata salah satu mahasiswa dalam orasinya.

“Hentikan pendropan militer non organik yang membuat warga sipil takut dan trauma,” ujarnya.

Dalam orasi itu, mereka juga mendesak Komnas HAM RI segera investigasi penembakan 11 warga sipil di Soanggama Intan Jaya.

“Save Intan Jaya. Puncak, Puncak Jaya, Nduga,” berbagai tulisan lainnya.

Usai menyampaikan orasi di depan Gapura USWIM, massa aksi berencana melakukan long march ke kantor Majelis Rakyat Papua Tengah, namun belum mendapatkan izin dari aparat keamanan. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kapolres Mimika: Tidak Ada Lagi Negosiasi Jika Perang Suku Terulang, Pelaku Dikirim ke Nusakambangan

Kapolres Mimika: Tidak Ada Lagi Negosiasi Jika Perang Suku Terulang, Pelaku Dikirim ke Nusakambangan

24 Juni 2026
Agustinus Anggaibak dan Yohanes Kemong: Kwamki Lama Harus Jadi Zona Damai, Tidak Boleh Ada Perang Lagi

Agustinus Anggaibak dan Yohanes Kemong: Kwamki Lama Harus Jadi Zona Damai, Tidak Boleh Ada Perang Lagi

24 Juni 2026
Ketika Kebun Rakyat Jadi Lumbung Logistik, Satgas Pasgat Dekai Dukung Ekonomi Warga

Patah Panah di Kwamki Narama, Dang dan Newegalen Akhiri Konflik Berdarah Setelah Korbankan 17 Jiwa

24 Juni 2026
Ketika Kebun Rakyat Jadi Lumbung Logistik, Satgas Pasgat Dekai Dukung Ekonomi Warga

Ketika Kebun Rakyat Jadi Lumbung Logistik, Satgas Pasgat Dekai Dukung Ekonomi Warga

24 Juni 2026
Kenaikan BBM Berdampak Terhadap Harga Semen dan Cat di Timika

Kenaikan BBM Berdampak Terhadap Harga Semen dan Cat di Timika

24 Juni 2026
Manfaatkan Buah Merah Papua sebagai Potensi Lokal, Mahasiswa UNAIR Gagas Alternatif Terapi Radang Sendi

Manfaatkan Buah Merah Papua sebagai Potensi Lokal, Mahasiswa UNAIR Gagas Alternatif Terapi Radang Sendi

24 Juni 2026

POPULER

  • SLB-SMP-SMA/SMK di Papua Tengah Gratis, Hubungi 0812-4154-7765 Jika Ada yang Pungut Biaya

    SLB-SMP-SMA/SMK di Papua Tengah Gratis, Hubungi 0812-4154-7765 Jika Ada yang Pungut Biaya

    667 shares
    Bagikan 267 Tweet 167
  • Komandan Operasi KKB Kodap XVI Yahukimo Dilaporkan Tewas Ditembak Aparat

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Ananias Faot: Kadistrik Berwenang Awasi Dana Kampung, Jangan Habis untuk Bayar Utang

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Kasus Dugaan Korupsi Beras Rp8,9 Miliar, Kejati Papua Tahan Empat Tersangka

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Ledakan yang Tewaskan Tiga Warga Sipil, Koops TNI Habema Tegaskan Tidak Ada Patroli di Danggoa

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • 160 ASN Pensiun di Tahun 2026, Pemkab Mimika Usulkan 274 Formasi CPNS

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
  • 12 Hari Berjuang, Remaja Putri Akhirnya Meninggal Usai Diduga Dibakar Ibu Kandung

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Warga Perumahan Timika Indah 2 Keluhkan Jalan Rusak dan Genangan Air, Minta Perhatian Pemerintah

Warga Perumahan Timika Indah 2 Keluhkan Jalan Rusak dan Genangan Air, Minta Perhatian Pemerintah

TNI-Polri, ASN dan Satgas Korpasgat Peringati Hari Pahlawan 2025 di Paniai

TNI-Polri, ASN dan Satgas Korpasgat Peringati Hari Pahlawan 2025 di Paniai

Bahas Strategi Wujudkan Papua Tengah Sehat, Kadis Kesehatan Delapan Kabupaten Rakerkesda di Timika

Angka Malaria di Mimika Turun dari 21 Persen Tahun 2020 Menjadi 18,2 Persen di Tahun 2025

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id