ADVERTISEMENT
Senin, Desember 8, 2025
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Bahas Strategi Wujudkan Papua Tengah Sehat, Kadis Kesehatan Delapan Kabupaten Rakerkesda di Timika

“Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri, kita bisa memperkuat riset, meningkatkan kemampuan manufaktur dalam negeri, dan memperluas pasar alat kesehatan lokal”.

10 November 2025
0
Bahas Strategi Wujudkan Papua Tengah Sehat, Kadis Kesehatan Delapan Kabupaten Rakerkesda di Timika

Dari kiri Direktur Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dr. Jeffri Ardiyanto, M.App.Sc. Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, drg. Yohanes Tebai, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Dr. Reynold Ubra membuka kegiatan Rakerkesda ke-III Tahun 2025. (foto:Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah menggelar Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) ke-III Tahun 2025, yang berlangsung di salah satu hotel di Timika, Senin 10 November 2025.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari itu, diikuti oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah, termasuk para direktur rumah sakit.

ADVERTISEMENT

Rakerkesda kali ini mengusung tema “Aksi Bersama untuk Papua Tengah Sehat: Strategi Efektif Peningkatan Kesehatan.”

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kegiatan tersebut dibuka secara bersama oleh drg. Yohanes Tebai, Sekretaris Dinkes Provinsi Papua Tengah, Dr.Reynold Rizal Ubra, S.Si, M.Epid, Kadinkes Kabupaten Mimika.

Baca Juga

Satgas Korpasgat TNI AU Pastikan Akses Udara Jelang Natal di Distrik Sugapa Berlangsung Aman dan Lancar

Diskop Mimika Gelar Pelatihan UMKM, Dorong Usaha Kopi dan Noken Tembus Pasar Lebih Luas

Ikut membuka kegiatan itu, Dr. Jeffri Ardiyanto, M.App.Sc, Direktur Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

drg. Yohanes Tebai dalam sambutannya menegaskan bahwa Rakerkesda menjadi forum penting untuk memperkuat koordinasi.

Termasuk menyamakan arah kebijakan, dan mempercepat pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh kabupaten Papua Tengah.

“Rakerkesda ini menjadi ruang untuk menyatukan komitmen dan langkah kita dalam mewujudkan visi Gubernur Papua Tengah, yakni mempercepat akses dan pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke pelosok,” ujar Yohanes.

Ia menyampaikan bahwa Gubernur Papua Tengah menargetkan RSUD Nabire menjadi rumah sakit rujukan bagi Kabupaten Dogiyai dan Intan Jaya.

Sedangkan RSUD Paniai akan berfungsi sebagai pusat rujukan bagi Kabupaten Deiyai dan Dogiyai.

Yohanes juga menekankan pentingnya peningkatan mutu layanan melalui akreditasi rumah sakit, penambahan tenaga kesehatan, serta penguatan fasilitas pelayanan dasar di semua kabupaten.

Program prioritas “Ko Harus Sehat”, kata Yohanes, menjadi langkah strategis pemerintah provinsi untuk memperkuat pelayanan promotif dan preventif, sekaligus menjamin pembiayaan kesehatan bagi masyarakat yang belum tercover oleh BPJS.

“Program Ko Harus Sehat adalah roh Otonomi Khusus di sektor kesehatan. Pemerintah ingin memastikan semua warga Papua Tengah memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak, termasuk kasus-kasus yang belum dijamin BPJS,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yohanes menambahkan bahwa arah kebijakan pembangunan kesehatan Papua Tengah ke depan akan berfokus pada lima hal utama.

Yaitu, peningkatan sarana prasarana, penambahan tenaga kesehatan, penguatan pelayanan primer dan rujukan, perencanaan anggaran yang efisien, serta pemerataan akses layanan di seluruh kabupaten.

“Kita ingin memastikan seluruh kabupaten berjalan dalam arah yang sama. Dengan perencanaan matang dan kerja sama yang kuat, Papua Tengah akan menjadi provinsi yang sehat, kuat, dan terang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, yang juga turut membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Rakerkesda di Kabupaten Mimika.

“Kami menyambut gembira pelaksanaan Rakerkesda di Kabupaten Mimika. Forum ini menjadi sarana penting bagi seluruh kabupaten untuk berbagi pengalaman dan strategi memperkuat pelayanan kesehatan di Papua Tengah,” ujarnya.

Reynold menjelaskan, Kabupaten Mimika memiliki wilayah sangat luas mencapai 21.000 kilometer persegi dengan populasi sekitar 329 ribu jiwa, di mana sekitar 50 persen merupakan penduduk asli Papua.

Sebagai daerah dengan infrastruktur kesehatan terlengkap di Papua Tengah, Mimika memiliki 26 puskesmas di 18 distrik dan tujuh rumah sakit, termasuk RSUD Mimika yang telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan Regional sejak 2019.

Jumlah tenaga kesehatan di Mimika kini mencapai lebih dari 3.000 orang yang sudah teregistrasi nasional.

Berkat kerja keras lintas sektor dan peningkatan kesadaran masyarakat, angka kasus malaria di Mimika juga menurun dari 21 persen pada 2020 menjadi 18,2 persen pada 2025.

Ia menambahkan, Mimika juga tengah mendorong digitalisasi pelayanan kesehatan sesuai arah kebijakan Kementerian Kesehatan.

“Kami terus memperkuat pelayanan komprehensif agar terintegrasi dengan BPJS dan sistem rujukan nasional,” terang Reynold.

“Layanan seperti pemeriksaan kesehatan anak sekolah, tenaga kerja lokal, hingga ASN kini kami berikan secara gratis,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. Jeffri Ardiyanto, M.App.Sc., dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan terus memperkuat ketahanan farmasi dan alat kesehatan nasional melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, tantangan utama industri farmasi nasional masih terletak pada ketergantungan bahan baku impor, keterbatasan teknologi produksi, dan penguatan kapasitas SDM.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri, kita bisa memperkuat riset, meningkatkan kemampuan manufaktur dalam negeri, dan memperluas pasar alat kesehatan lokal,” ujarnya.

Jeffri menambahkan, kebijakan Transformasi Kesehatan Pilar Ketiga difokuskan pada penguatan riset dan pengembangan (R&D), peningkatan kemampuan produksi alat kesehatan dalam negeri, dan pengembangan pasar yang berdaya saing.

Rakerkesda ke-III Papua Tengah Tahun 2025 ini diharapkan menjadi wadah konsolidasi dan perencanaan lintas daerah dalam mewujudkan visi besar “Papua Tengah Sehat” melalui kolaborasi, inovasi, dan kerja nyata di sektor kesehatan. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Korpasgat TNI AU Pastikan Akses Udara Jelang Natal di Distrik Sugapa Berlangsung Aman dan Lancar

Satgas Korpasgat TNI AU Pastikan Akses Udara Jelang Natal di Distrik Sugapa Berlangsung Aman dan Lancar

8 Desember 2025
Diskop Mimika Gelar Pelatihan UMKM, Dorong Usaha Kopi dan Noken Tembus Pasar Lebih Luas

Diskop Mimika Gelar Pelatihan UMKM, Dorong Usaha Kopi dan Noken Tembus Pasar Lebih Luas

8 Desember 2025
Retret yang Dibubarkan: Luka Lama Kebebasan Beragama di Negeri Pancasila

Timika dan Bayang-Bayang Kekerasan Jalanan, Kenapa Terjadi Berulang?

8 Desember 2025
Papua Hingga Jawa Masuk Zona Siaga Longsor dan Banjir

Papua Hingga Jawa Masuk Zona Siaga Longsor dan Banjir

8 Desember 2025
Pejabat Mimika Diingatkan Jaga Etika, Tertib Berbicara dan Hindari Gaya Hidup Hedon

Pejabat Mimika Diingatkan Jaga Etika, Tertib Berbicara dan Hindari Gaya Hidup Hedon

8 Desember 2025
Meriam Spiritus Marak dan Ganggu Kenyamanan Warga, Polres Mimika Ancam Tindak Tegas

Polres Mimika Bentuk Tim Khusus Ungkap Tiga Pembunuhan Brutal

8 Desember 2025

POPULER

  • Identitas Mayat Kepala Terpisah dengan Badan di SP9 Terungkap, Ini Nama Korban dan Profesinya

    Identitas Mayat Kepala Terpisah dengan Badan di SP9 Terungkap, Ini Nama Korban dan Profesinya

    2174 shares
    Bagikan 870 Tweet 544
  • Bupati JR Pastikan Sebagian Pejabat OPD Mimika Segera Dilantik, Sisanya Menyusul Awal 2026

    816 shares
    Bagikan 326 Tweet 204
  • Lemasko Desak Pemkab Mimika Tunda Proses Pembentukan LMA, Gery: Seharusnya melibatkan Struktur Adat Asli Kamoro

    711 shares
    Bagikan 284 Tweet 178
  • Sadis! Kepala Terpisah dengan Badan, Dua Kasus Pembunuhan Terjadi di Timika Hari Ini

    700 shares
    Bagikan 280 Tweet 175
  • Jejak Sadis Terulang, Identitas Korban Pembunuhan di Jalan Irigasi Mimika Terungkap

    678 shares
    Bagikan 271 Tweet 170
  • Korban Pembunuhan di SP9, Tangis Keluarga Pecah Saat Jenazah Bonesius Tiba di RSUD Mimika

    669 shares
    Bagikan 268 Tweet 167
  • Unggul 24 Suara, Musyawarah Adat Kamoro Tetapkan Yohanes Yance Boyau sebagai Ketua LMHA Periode 2025–2030

    604 shares
    Bagikan 242 Tweet 151
Next Post
Mahasiswa di Nabire Unjuk Rasa Tolak Militer Nonorganik di Tanah Papua

Mahasiswa di Nabire Unjuk Rasa Tolak Militer Nonorganik di Tanah Papua

Warga Perumahan Timika Indah 2 Keluhkan Jalan Rusak dan Genangan Air, Minta Perhatian Pemerintah

Warga Perumahan Timika Indah 2 Keluhkan Jalan Rusak dan Genangan Air, Minta Perhatian Pemerintah

TNI-Polri, ASN dan Satgas Korpasgat Peringati Hari Pahlawan 2025 di Paniai

TNI-Polri, ASN dan Satgas Korpasgat Peringati Hari Pahlawan 2025 di Paniai

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id