ADVERTISEMENT
Senin, Agustus 17, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Sejarah dan Filosofi Kijne Tidak Hanya Diingat, Perlu Masuk Muatan Lokal dan Diajarkan Secara Sistematis di Sekolah

26 Oktober 2025
0
Sejarah dan Filosofi Kijne Tidak Hanya Diingat, Perlu Masuk Muatan Lokal dan Diajarkan Secara Sistematis di Sekolah

Filep Wamafma, Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI (foto: ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Integrasi nilai-nilai Kijne dalam kurikulum adalah bagian dari upaya membangun manusia Papua yang berakar pada sejarah dan budaya sendiri di tengah arus modernisasi.

WASIOR, Koranpapua.id- Pemikiran Kijne yang menekankan iman, ilmu, dan tanggung jawab moral, sebagai fondasi peradaban Orang Asli Papua (OAP), tidak hanya diingat tetapi perlu masuk muatan lokal dan diajarkan secara sistematis di sekolah formal.

Filep Wamafma, Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, mengusulkan agar kurikulum tentang peradaban dan nilai-nilai tokoh misionaris Ishak Samuel Kijne diintegrasikan ke dalam muatan lokal di Tanah Papua.

ADVERTISEMENT

Usulan ini disampaikan Filep ketika menghadiri perayaan 100 tahun Aitumeri di Wasior, Sabtu 25 Oktober 2025.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurutnya, Filosofi ini pertama kali diterapkan melalui sekolah formal di Aitumeri, Teluk Wondama, Papua Barat pada 25 Oktober 1925.

Baca Juga

Siswi SATP Timika Wakili Papua Tengah ke Tingkat Nasional, Widi Siap Berlaga di Jakarta

Muhammad Harun Gani Wahid, Siswa Mimika yang Taklukkan Soal Matematika Dunia: “Semangat Belajar, Jangan Malas”

“Sejarah dan filosofi Kijne jangan hanya diingat, tetapi perlu diajarkan secara sistematis di sekolah,” usul Filep.

Pemerintah daerah disarankan perlu menyusun kurikulum muatan lokal yang relevan untuk menguatkan warisan nilai-nilai luhur Kijne.

Dikatakan, lembaga pendidikan diharapkan menjadi sarana untuk menanamkan nilai moral, etika, dan spiritualitas yang diajarkan Kijne.

Ini bertujuan agar generasi muda Papua tidak kehilangan identitas dan jati dirinya. Anak-anak perlu memperoleh referensi yang cukup.

“Kalau tidak maka 20 sampai 30 tahun ke depan, mereka (anak-anak-Red) sulit memahami filosofi hidup orang Papua,” ujar Filep.

Filep juga menekankan bahwa integrasi nilai-nilai Kijne dalam kurikulum adalah bagian dari upaya membangun manusia Papua yang berakar pada sejarah dan budaya sendiri di tengah arus modernisasi.

“Jika kurikulum ini diterapkan, maka itu bukan sekadar pelajaran sejarah, tetapi upaya membangun manusia Papua yang beriman, berilmu, dan berkarakter,” tandasnya.

Dominggus Mandacan, Gubernur Papua Barat mengatakan perayaan 100 tahun Aitumeri bukan sekadar mengenang sejarah peradaban.

Tetapi juga menjadi momentum meneguhkan arah pembangunan berdasarkan nilai iman, ilmu, dan kasih yang ditanamkan Kijne.

Pemerintah Provinsi Papua Barat saat ini telah meluncurkan program strategis seperti Papua Cerdas.

Termasuk beasiswa afirmasi bagi mahasiswa asli Papua, serta peningkatan kualitas guru dan infrastruktur sekolah di daerah terpencil. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

54 Paskibra Mimika Dikukuhkan, Johannes Rettob: Kehormatan Ini Harus Jadi Kekuatan

54 Paskibra Mimika Dikukuhkan, Johannes Rettob: Kehormatan Ini Harus Jadi Kekuatan

16 Agustus 2026
72 Anggota Paskibra PTFI Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih di Kuala Kencana

Di Tengah Pegunungan Papua, Satgas Pasgat Mulia Salurkan Harapan Nyata Lewat Donor Darah HUT ke-81 RI

16 Agustus 2026
Duka Gempa Flores, Flobamora Mimika Buka Donasi: “Saatnya Kita Bergerak untuk Saudara di NTT”

72 Anggota Paskibra PTFI Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih di Kuala Kencana

16 Agustus 2026
Duka Gempa Flores, Flobamora Mimika Buka Donasi: “Saatnya Kita Bergerak untuk Saudara di NTT”

Duka Gempa Flores, Flobamora Mimika Buka Donasi: “Saatnya Kita Bergerak untuk Saudara di NTT”

16 Agustus 2026
Tujuh Personel Polisi Dilaporkan Terluka dalam Demo Protes Penempatan Militer di Papua 

Tujuh Personel Polisi Dilaporkan Terluka dalam Demo Protes Penempatan Militer di Papua 

16 Agustus 2026
Kunker di Papua Tengah, Yorrys Rawayei: Serap Aspirasi untuk Didorong ke Pemerintah Pusat

Yorrys Raweyai: Keberhasilan Otsus Tidak Cukup Diukur dari Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat yang Dirasakan Masyarakat 

16 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    908 shares
    Bagikan 363 Tweet 227
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    679 shares
    Bagikan 272 Tweet 170
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    590 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

    573 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • 13 Kantor Pemerintah di Puncak Dirusak dan Dibakar: Komisi II DPR RI  Desak Mendagri segera Turun Tangan 

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Awalnya Sempat Pesimis: Gladys Manuella Aibekob, Wakili Papua Tengah Kibarkan Merah Putih di Istana Negara 

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • TPS Liar Dirubah Menjadi Jadi Taman Bunga, RT 04 Wanagon Sulap Titik Kumuh Jadi Ruang Cantik 

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
Next Post
Kemensos Serahkan Bantuan Sosial Rp26 Miliar di Yahukimo

Kemensos Serahkan Bantuan Sosial Rp26 Miliar di Yahukimo

Antisipasi KKB Pimpinan Aibon Kogoya Masuk Kampung Ururu, Seluruh Guru dan Nakes Mengungsi

Antisipasi KKB Pimpinan Aibon Kogoya Masuk Kampung Ururu, Seluruh Guru dan Nakes Mengungsi

Dukung Perekonomian Warga Beoga, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 732 Lakukan Program ROSITA

Dukung Perekonomian Warga Beoga, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 732 Lakukan Program ROSITA

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id