ADVERTISEMENT
Kamis, Juni 25, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Marak Tambang Emas Ilegal, Korban Jiwa Terus Berjatuhan, Ini Pernyataan Keras Bupati Yahukimo

2 Oktober 2025
0
Marak Tambang Emas Ilegal, Korban Jiwa Terus Berjatuhan, Ini Pernyataan Keras Bupati Yahukimo

Didimus Yahuli, Bupati Yahukimo. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

“Kami hanya bisa melarang tetapi pengirim orang ke tambang emas ilegal itu terus saja terjadi. Saya sampaikan tidak ada jaminan nyawa di sana. Yang terjadi sudah puluhan orang meninggal akibat tambang illegal”.

JAYAPURA, Koranpapua.id- Pertambangan emas tanpa izin (ilegal) di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, belakangan ini semakin marak.

Pembukaan usaha yang masuk kategori ‘liar’ itu, selama ini tidak memberikan kontribusi buat pemerintah daerah setempat, tetapi justru mengakibatkan berjatuhan korban jiwa.

ADVERTISEMENT

Akibat sering terjadi peristiwa berdarah yang menewaskan hingga puluhan warga yang berprofesi sebagai pendulang, memunculkan stigma negatif terhadap Kabupaten Yahukimo.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Didimus Yahuli, Bupati Yahukimo menyampaikan pernyataan keras terkait maraknya pendulangan emas ilegal di wilayahnya.

Baca Juga

Kapolres Mimika: Tidak Ada Lagi Negosiasi Jika Perang Suku Terulang, Pelaku Dikirim ke Nusakambangan

Agustinus Anggaibak dan Yohanes Kemong: Kwamki Lama Harus Jadi Zona Damai, Tidak Boleh Ada Perang Lagi

Didimus menegaskan, sejak dirinya dipercayakan menjadi bupati selama dua periode, keberadaan tambang emas illegal hanya menghadirkan deretan persoalan.

Sementara keberadaan usaha tambang sama sekali tidak memberikan manfaat bagi daerah. Justru yang terjadi kerusakan lingkungan, konflik sosial, dan jatuhnya korban jiwa.

“Saya sudah jenuh. Dua periode saya menjabat bupati, tetapi dari aktivitas tambang ilegal ini, pemerintah daerah tidak mendapat apa-apa”.

“Tidak ada kontribusi, tidak ada pajak, tidak ada pembangunan. Yang kami terima justru masalah dan laporan korban jiwa,” tegas Didimus di Jayapura, kemarin.

Dikatakan, pendulang emas liar datang dari berbagai daerah, mulai dari Asmat, Pegunungan Bintang, hingga Mappi. Namun, nama Yahukimo yang selalu terbawa sebagai pusat aktivitas illegal.

“Semua masuk ke wilayah kami, tapi yang jadi beban nama Yahukimo. Padahal tidak ada manfaat apa-apa untuk masyarakat maupun pemerintah daerah,” tegasnya.

Untuk menertibkan usaha illegal ini, Didimus menyampaikan bahwa Pemkab Yahukimo tidak memiliki kewenangan mengatur perizinan tambang, karena perizinan berada di pemerintah pusat dan provinsi.

“Kami hanya bisa melarang tetapi pengirim orang ke tambang emas ilegal itu terus saja terjadi. Saya sampaikan tidak ada jaminan nyawa di sana. Yang terjadi sudah puluhan orang meninggal akibat tambang ilegal,” pungkasnya.

Didimus menyarankan solusi agar pengelolaan tambang dilakukan secara resmi sehingga pajak daerah juga jelas.

Termasuk hak-hak masyarakat lokal terjamin, dan pemerintah mendapat pemasukan untuk mendanai pembangunan.

“Bagi saya daripada aktivitas ilegal terus berlangsung dan mengorbankan masyarakat, lebih baik tambang dikelola secara resmi,” sarannya.

“Kalau sah secara hukum, semua jelas. Pajak masuk, masyarakat dapat manfaat, infrastruktur bisa dibangun. Jangan sampai tambang ilegal terus merajalela tanpa kendali,” tambah Didimus.

Dikatakan, Pemkab Yahukimo disebut selalu berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk menjaga stabilitas. Namun, tanpa regulasi tegas dari pusat, penindakan kerap tidak menimbulkan efek jera.

“Saya imbau keras stop kirim orang ke lokasi tambang ilegal. Jangan lagi ada yang coba-coba. Tidak ada jaminan nyawa di sana,” timpalnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kapolres Mimika: Tidak Ada Lagi Negosiasi Jika Perang Suku Terulang, Pelaku Dikirim ke Nusakambangan

Kapolres Mimika: Tidak Ada Lagi Negosiasi Jika Perang Suku Terulang, Pelaku Dikirim ke Nusakambangan

24 Juni 2026
Agustinus Anggaibak dan Yohanes Kemong: Kwamki Lama Harus Jadi Zona Damai, Tidak Boleh Ada Perang Lagi

Agustinus Anggaibak dan Yohanes Kemong: Kwamki Lama Harus Jadi Zona Damai, Tidak Boleh Ada Perang Lagi

24 Juni 2026
Ketika Kebun Rakyat Jadi Lumbung Logistik, Satgas Pasgat Dekai Dukung Ekonomi Warga

Patah Panah di Kwamki Narama, Dang dan Newegalen Akhiri Konflik Berdarah Setelah Korbankan 17 Jiwa

24 Juni 2026
Ketika Kebun Rakyat Jadi Lumbung Logistik, Satgas Pasgat Dekai Dukung Ekonomi Warga

Ketika Kebun Rakyat Jadi Lumbung Logistik, Satgas Pasgat Dekai Dukung Ekonomi Warga

24 Juni 2026
Kenaikan BBM Berdampak Terhadap Harga Semen dan Cat di Timika

Kenaikan BBM Berdampak Terhadap Harga Semen dan Cat di Timika

24 Juni 2026
Manfaatkan Buah Merah Papua sebagai Potensi Lokal, Mahasiswa UNAIR Gagas Alternatif Terapi Radang Sendi

Manfaatkan Buah Merah Papua sebagai Potensi Lokal, Mahasiswa UNAIR Gagas Alternatif Terapi Radang Sendi

24 Juni 2026

POPULER

  • SLB-SMP-SMA/SMK di Papua Tengah Gratis, Hubungi 0812-4154-7765 Jika Ada yang Pungut Biaya

    SLB-SMP-SMA/SMK di Papua Tengah Gratis, Hubungi 0812-4154-7765 Jika Ada yang Pungut Biaya

    671 shares
    Bagikan 268 Tweet 168
  • Komandan Operasi KKB Kodap XVI Yahukimo Dilaporkan Tewas Ditembak Aparat

    572 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Kasus Dugaan Korupsi Beras Rp8,9 Miliar, Kejati Papua Tahan Empat Tersangka

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Ledakan yang Tewaskan Tiga Warga Sipil, Koops TNI Habema Tegaskan Tidak Ada Patroli di Danggoa

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Ananias Faot: Kadistrik Berwenang Awasi Dana Kampung, Jangan Habis untuk Bayar Utang

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • 160 ASN Pensiun di Tahun 2026, Pemkab Mimika Usulkan 274 Formasi CPNS

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
  • 12 Hari Berjuang, Remaja Putri Akhirnya Meninggal Usai Diduga Dibakar Ibu Kandung

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Di Hadapan Ribuan Pencaker, Ones Pahabol Sampaikan Pemprov Papua Pegunungan Usulkan 1.000 Nama ke BKN

Di Hadapan Ribuan Pencaker, Ones Pahabol Sampaikan Pemprov Papua Pegunungan Usulkan 1.000 Nama ke BKN

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Satgas Korpasgat, Pemkab Paniai dan TNI-Polri Teguhkan Semangat Persatuan

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Satgas Korpasgat, Pemkab Paniai dan TNI-Polri Teguhkan Semangat Persatuan

LAN RI Apresiasi Kabupaten Mimika, Satu-Satunya Daerah di Papua Gelar Innovation Week 2025

LAN RI Apresiasi Kabupaten Mimika, Satu-Satunya Daerah di Papua Gelar Innovation Week 2025

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id