TIMIKA, Koranpapua.id- Masyarakat Kabupaten Mimika, Papua Tengah diresahkan dengan gangguan jaringan internet yang cukup menghambat berbagai aktivitas.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pekerjaan sehari-hari, tetapi juga sempat mengganggu jalannya sejumlah agenda penting di daerah, termasuk perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Primus Natikapereyau, Ketua DPRK Mimika, meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), segera mengambil langkah strategis untuk mencari solusi jangka panjang.
“Gangguan jaringan ini sudah sering terjadi. Bahkan saat agenda besar perayaan HUT ke-80 kemarin, akses internet sempat terputus sehingga cukup mengganggu jalannya acara,” jelas Primus.
“Ke depan harus punya langkah antisipasi. Salah satunya bisa dengan menghadirkan layanan Starlink yang bisa digunakan secara luas di ruang-ruang publik,” ujar Primus kepada koranpapua.id, Rabu 20 Agustus 2025.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap akses internet semakin tinggi, apalagi di era digitalisasi saat ini hampir semua pekerjaan, baik pemerintahan maupun swasta, sangat bergantung pada jaringan internet.
Ia menilai, jika pemerintah daerah serius, maka layanan internet alternatif seperti Starlink bisa menjadi salah satu opsi terbaik.
“Ini bukan kali pertama gangguan jaringan terjadi di Mimika, bahkan di kabupaten tetangga pun sudah berulang kali dialami,” ungkap Primus.
“Karena itu, saya berharap Diskominfo bisa segera mencari alternatif untuk memperkuat sinyal internet. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang,” tambahnya.
Lebih jauh, Primus mengingatkan bahwa Kabupaten Mimika telah masuk dalam daftar 150 kabupaten/kota Smart City di Indonesia.
Dengan status tersebut seharusnya menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk memberikan layanan digital yang lebih baik dibanding daerah lain.
Dikatakan, dengan masuknya Mimika menjadi kota smart city, maka dituntut lebih maju dari kabupaten lainnya di Papua.
Karenanya jika jaringan internetnya sering bermasalah, tentu ini akan sangat kontradiktif.
“Saya berharap Diskominfo bersama mitra kerja bisa mengambil langkah konkret untuk mengatasi hal ini,” imbuhnya.”
Dengan dorongan dari DPRD, masyarakat kini menanti langkah nyata pemerintah daerah dalam menjawab keluhan publik terkait gangguan jaringan.
Harapannya, akses internet di Mimika dapat lebih stabil dan mampu menunjang aktivitas masyarakat, pemerintahan, serta dunia usaha yang semakin bergantung pada teknologi digital. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru