ADVERTISEMENT
Rabu, Januari 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Cuaca

Minim Pasokan dan Gagal Panen Picu Kenaikan Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Timika

“Biasanya satu ikat besar sayur kita ambil dari petani harganya Rp15 ribu, sekarang sudah naik jadi Rp25 ribu. Ini juga karena banyak petani gagal panen karena banjir, jadi pasokan berkurang”.

26 Juli 2025
0
Minim Pasokan dan Gagal Panen Picu Kenaikan Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Timika

Ibu Eca, seorang pedagang melayani Ibu Wiwit pembelu di pasar senteal Timika. (Foto:Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Sejumlah harga bahan pokok di Pasar Sentral Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada Sabtu 26 Juli 2025.

Kenaikan ini dipicu terbatasnya pasokan, terutama akibat petani gagal panen sebagai dampak dari cuaca buruk dan distribusi yang terganggu.

ADVERTISEMENT

Salah seorang pedagang, Ibu Eca, mengungkapkan bahwa harga cabai keriting dan cabai rawit kini mencapai Rp90 ribu per kilogram.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sementara tomat dijual Rp40 ribu per kilogram, bawang merah Rp65 ribu per kilogram, dan bawang putih relatif stabil di harga Rp60 ribu per kilogram.

Baca Juga

TNI AL Peduli Pendidikan, Bagikan Perlengkapan Sekolah untuk Anak-anak Obano-Paniai

Festival Media se-Papua Raya Resmi Dibuka, Gubernur Meki Sebut Media Penyalur Informasi dan Mitra Kritis Pemerintah

“Bawang merah sempat turun tiga hari lalu, tapi stok sudah menipis. Saya perkirakan besok harganya akan naik lagi karena barang di pasar makin sedikit,” jelas Ibu Eca.

Tak hanya bumbu dapur, harga sayur-mayur juga ikut melambung. Bayam, kangkung, hingga daun bawang kini lebih mahal dari biasanya.

“Biasanya satu ikat besar sayur kita ambil dari petani harganya Rp15 ribu, sekarang sudah naik jadi Rp25 ribu. Ini juga karena banyak petani gagal panen karena banjir, jadi pasokan berkurang,” tambahnya.

Kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh para pembeli. Ibu Wiwit, seorang ibu rumah tangga yang ditemui di pasar itu, mengaku terpaksa tetap membeli meski harus merogoh kocek lebih dalam.

“Sebagai konsumen, berat sekali rasanya. Tapi mau bagaimana lagi, ini kan kebutuhan sehari-hari. Saya hanya berharap harga bisa segera turun,” ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga, termasuk membantu para petani agar pasokan bahan pokok kembali normal.

“Harapan saya ya pemerintah bisa stabilkan harga sehingga harga tidak melambung seperti sekarang,” ujarnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

TNI AL Peduli Pendidikan, Bagikan Perlengkapan Sekolah untuk Anak-anak Obano-Paniai

TNI AL Peduli Pendidikan, Bagikan Perlengkapan Sekolah untuk Anak-anak Obano-Paniai

13 Januari 2026
Festival Media se-Papua Raya Resmi Dibuka, Gubernur Meki Sebut Media Penyalur Informasi dan Mitra Kritis Pemerintah

Festival Media se-Papua Raya Resmi Dibuka, Gubernur Meki Sebut Media Penyalur Informasi dan Mitra Kritis Pemerintah

13 Januari 2026
Wapres Gibran Tiba di Biak Disambut Gubernur Mathius Fakhiri, Berikut Agenda Kunjungannya

Wapres Gibran Tiba di Biak Disambut Gubernur Mathius Fakhiri, Berikut Agenda Kunjungannya

13 Januari 2026
Pensiun tapi Enggan Lepas Aset, Mantan Pejabat Mimika Kuasai Mobil Dinas

Pensiun tapi Enggan Lepas Aset, Mantan Pejabat Mimika Kuasai Mobil Dinas

13 Januari 2026
Warga Ber-KTP Puncak di Kwamki Narama Segera Dipulangkan, Pendataan Pekan Ini

Warga Ber-KTP Puncak di Kwamki Narama Segera Dipulangkan, Pendataan Pekan Ini

13 Januari 2026
Kelamaan di Jakarta, KEPP Otsus Didesak Turun ke Papua, Dinilai Belum Maksimal Bekerja Pasca Dilantik

Kelamaan di Jakarta, KEPP Otsus Didesak Turun ke Papua, Dinilai Belum Maksimal Bekerja Pasca Dilantik

13 Januari 2026

POPULER

  • Sejumlah Pejabat Utama Polda Papua Tengah Dirotasi, Perwira Wanita Pertama Jabat Kabid Propam

    Sejumlah Pejabat Utama Polda Papua Tengah Dirotasi, Perwira Wanita Pertama Jabat Kabid Propam

    2454 shares
    Bagikan 982 Tweet 614
  • Kontak Senjata di Kampung Tetmid, TNI asal NTT Tewas Ditembak KKB, Korban Dievakuasi ke Timika

    643 shares
    Bagikan 257 Tweet 161
  • Kericuhan Kembali Pecah Usai Prosesi Damai Konflik Kwamki Narama di Timika

    643 shares
    Bagikan 257 Tweet 161
  • Tiga Hari ‘Dikepung’ OPM, 18 Pekerja Freeport Berhasil Diselamatkan Satgas Habema

    624 shares
    Bagikan 250 Tweet 156
  • Pelaku Pembacokan di Jalan Serui Mekar Timika Menyerahkan Diri ke Polisi

    614 shares
    Bagikan 246 Tweet 154
  • Konflik Berdarah di Kwamki Narama Timika Resmi Berakhir, Kubu Dang & Newegalen Jalani Prosesi Patah Panah

    607 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • Tahun 2025 Cerai Gugat Mendominasi, Banyak Janda Baru di Mimika

    568 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
Next Post
Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Wilayah Nabire, Belum Ada Laporan Kerusakan Infranstruktur

Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Wilayah Nabire, Belum Ada Laporan Kerusakan Infranstruktur

Jarak Tujuh Meter, KKB Tembak Mati Warga Sipil di Intan Jaya

Jarak Tujuh Meter, KKB Tembak Mati Warga Sipil di Intan Jaya

Wujudkan Program Pendidikan Gratis SMA-SMK, Tiga Kabupaten Rapat Bahas Validasi Data di Timika

Wujudkan Program Pendidikan Gratis SMA-SMK, Tiga Kabupaten Rapat Bahas Validasi Data di Timika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id