TIMIKA, Koranpapua.id- Keluarga Rosalina Rerek Sogen (30), guru yang meninggal dunia akibat dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) meminta agar jenazahnya dikirim ke kampung halamannya di Desa Bantala, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Seperti diketahui, Rosalina merupakan satu-satunya korban yang meninggal dunia setelah diserang Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM), Jumat 21 Maret 2025.
Selain Rosalina, terdapat empat korban mengalami luka ringan, dan tiga lainnya luka berat. Sementara dua korban lainnya berada dalam kondisi aman dan memilih tetap tinggal di Yahukimo.
“Evakuasi dilakukan dengan pengamanan ketat mengingat kondisi di Distrik Anggruk masih sangat rawan. Tim kami harus menghadapi medan berat dan potensi gangguan dari kelompok bersenjata,” kata Letkol Inf Gustiawan, Dansatgas Rajawali II Koops TNI Habema Kogabwilhan III.
Kabar kematian Rosalia telah sampai ke telinga keluarga di Kabupaten Flores Timur.
Agustinus Sogen, ayah korban dan Wilin Hewen, ibu korban, tidak pernah menyangka anaknya itu menjadi korban kekejaman OPM.
Mereka berharap jenazah Rosalia Rerek Sogen bisa dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya di Desa Bantala.
“Kami keluarga sangat memohon bantuan, tolong pulangkan almarhum,” pinta ayah korban.
Sementara keluarga korban, Emanuel Suban Sogen menuturkan, Rosalia mendedikasikan diri sebagai guru di pedalaman Papua sejak tahun 2022 lalu.
Ia mengaku keluarga sempat memiliki firasat buruk tentang Rosalia saat membaca pemberitaan media massa.
“Kami kaget, karena dalam berita itu, waktu dan tempat kejadian yang diuraikan sesuai dengan tempat korban merantau,” ungkapnya.
Emanuel beberapa kali menghubungi nomor handphone Rosalia, namun tidak pernah terhubung.
Keluarga kemudian mendapat informasi dari beberapa perantau asal Flores Timur di Papua, termasuk pihak yayasan.
“Kami coba bangun komunikasi dengan orang-orang yang ada di sana, ternyata kabar itu benar,” ujarnya, Minggu, 23 Maret 2025.
Ketua Paguyuban Lewolema di Jayapura, Melky Weruin, menyampaikan bahwa sebelum jenazah Rosalia diterbangkan, dilakukan prosesi pemberkatan di Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Asisi, APO, Kota Jayapura.
“Jenazah Rosalia diberangkatkan menggunakan pesawat jenis Caravan pada hari ini dan diperkirakan tiba di Lewotala pada Rabu 26 Maret 2025,” katanya dalam keterangan yang diterima media ini, tadi pagi.
Melky menyampaikan, pihaknya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Yahukimo, khususnya Bupati Didimus Yahuli dan Wakil Bupati Esau Miram.
“Kami sampaikan terima kasih kepada bapa Bupati dan Wakil Bupati Yahukiomo yang telah memberikan perhatian dan bantuan berupa biaya untuk mencarter pesawat guna pemulangan jenazah Rosalia ke kampung halamannya di Lewolata,” ujarnya.
Pihak keluarga telah sepakat hanya satu orang yang mendampingi jenazah dalam perjalanan bersama perwakilan dari yayasan yang turut membantu dalam proses pemulangan.
Esau Miram, Wakil Bupati Yahukimo menyampaikan rasa prihatin dan berduka yang mendalam.
“Kami menyerahkan bantuan biaya transportasi sebagai bentuk kepedulian untuk memulangkan jenazah ke kampung halamannya di NTT,” kata Esau.
Pemkab Yahukimo bersama masyarakat berdoa untuk jenazah amahumah Rosalia, agar pengabdian dan jasa kebaikan sebagai guru di Distrik Anggruk diterima di sisi Tuhan. (Redaksi)