ADVERTISEMENT
Kamis, Agustus 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Umat Katolik Mimika Berduka, RP Gabriel Kera Tukan Meninggal Dunia, Dimakamkan Bertepatan Ulang Tahun

Kepergian yang mendadak ini, membuat umat Katolik wilayah Keuskupan Timika, lebih khusus umat di 20 stasi Paroki Maria Bintang Laut Kokonao, merasa sangat kehilangan.

19 Maret 2025
0
Umat Katolik Mimika Berduka, RP Gabriel Kera Tukan Meninggal Dunia, Dimakamkan Bertepatan Ulang Tahun

Pesawat Asian One Air mengangkut jenazah Pater Gabriel Kera Tukan,SCJ dari Kokonao menuju Bandara moses kilangin Timika, Rabu,19 Maret 2025.(foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Kabar duka kini menyelimuti seluruh umat Katolik di Keuskupan Timika.

RP Gabriel Kera Tukan, SCJ, Pastor Paroki Maria Bintang Laut Kokonao, Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika menghembuskan nafas terakhir, Selasa 18 Maret 2025.

ADVERTISEMENT

Kabar duka ini hanya berselang sebelas hari umat Katolik Keuskupan Timika bersuka cita atas penunjukan RP Bernardus Bofitwos Baru, OSA sebagai Uskup Keuskupan Timika oleh Paus Fransiskus.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Rasa duka yang mendalam atas kepergian seorang gembala yang sangat dicintai umatnya, beredar cepat di dinding facebook maupun di grup-grup whatsapp umat Katolik Keuskupan Timika dan grup Kerukunan Flobamora Mimika.

Baca Juga

Mimika Innovation Week 2026 Pamerkan 19 Inovasi Terbaik, BRIDA Dorong Inovasi Tak Berhenti di Perlombaan

Lurah Wanagon Apresiasi Kekompakan Warga Sambut HUT ke-81 RI, Kebersihan Jadi Tolok Ukur

Kepergian sang gembala umat ini, cukup membuat umat Katolik atau siapa saja yang mengenalnya terkejut.

Pasalnya, imam yang tiga hari lagi atau tepatnya tanggal 21 Maret 2025 akan berulang tahun ke-49 itu, selama ini tidak pernah ada keluhan sakit.

Kepergian yang mendadak ini, membuat umat Katolik wilayah Keuskupan Timika, lebih khusus umat di 20 stasi Paroki Maria Bintang Laut Kokonao, merasa sangat terpukul.

Berakhirnya masa pengembalaannya di dunia, juga menjadi duka mendalam bagi keluarga dan juga Ordo Pretres du Sacr’e- Coeur de Jesus (SCJ) atau Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus.

Kepergian putra Nusa Tenggara Timur (NTT) asal Lembata kelahiran Kampung Hadakewa itu, membuat semua umat, rekan kerja serta para guru dan sahabat kenalannya merasa kehilangan.

Orang-orang yang mengenalnya menyampaikan rasa sedih dan duka dengan memasang foto dan flayer ucapan selamat jalan menuju Yerusalem baru di laman facebooknya masing-masing.

Siprianus Rhaki, Kepsek SMP YPPK LE COCQ D’ARMANDVILLE KOKONAO menjelaskan, selama ini Pater Gabriel sehat-sehat saja.

Seperti biasa pada Hari Senin 17 Maret 2025 RP Gabriel memberikan pelayanan rutin di Stasi Amar dan Ipaya dan sore harinya kembali ke paroki.

Pada Senin malam pukul 20.00 WIT masih terlihat sehat dan seperti biasa Pastor duduk di bangku depan teras pastoran bersama Paul Hokon, Bapa Asrama.

Namun pada Selasa 18 Maret 2025 pagi, tidak seperti biasanya Pater Gabriel bangun mengikuti misa pagi di gereja.

Pagi itu saat misa hanya terlihat sesama rekan imam lainnya yakni Pater Drian, SCJ dan Pater Titus, SCJ, suster dan karyawan.

“Mereka berpikir Pater tidak bangun ikut misa kemungkinan cape pulang pelayanan. Tetapi sampai pukul 14.00 WIT pater tidak bangun. Merasa curiga, Pater Drian bersama Paul Hokon mendobrak pintu kamarnya,” jelas Sipri.

Setelah pintu kamar terbuka, mereka mendapatkan Pater Gabriel dalam posisi duduk di kursi sambil memegang handphone. Dan saat dibangunkan ternyata sudah meninggal dunia.

Kabar duka ini akhirnya diketahui umat yang ada di wilayah itu. Sekitar pukul 17.30 WIT, terdengar anak-anak asrama dan masyarakat menangis histeris. Mereka meratapi kepergian Pater yang selama ini tidak pernah mengeluh sakit.

Siprianus mengungkapkan sesungguhnya Pater Gabriel sudah meninggal dalam posisi duduk di kursi sekitar pukul 15.00 WIT.

Dugaan ini bisa dilihat ketika pintu kamarnya dibuka terlihat ada bercak darah segar di lantai.

Siprianus menduga Pater meninggal karena serangan jantung, karena saat dimandikan di Puskesmas Kokonao petugas medis mengabarkan jika pembuluh darah di kaki dan pahanya pecah.

Ia mengungkapkan, pada Selasa sore rencananya jenazah langsung diberangkatkan ke Timika melalui jalur laut namun kondisi air sudah tidak memungkinkan.

Umat juga meminta supaya Pater bersama mereka semalam di gereja untuk yang terakhir kalinya.

Umat Katolik di wilayah itu malah mengiginkan agar almarhum dimakamkan di Kokonao.

Mereka beralasan, Pastor Gabriel sudah lama hidup melayani di Kokonau. Selain itu peristiwa meninggalnya seorang Imam Katolik merupakan pengalaman pertama kali yang mereka saksikan secara langsung.

“Berbeda dengan imam-imam asal Belanda dan Jerman dulu meninggal disaat usia mereka masih kecil,” tuturnya.

Kerinduan umat agar almarhum dimakamkan di Kokonau, akhirnya mendapatkan jawaban dari Pater Paulus Drian Suwandi, SCJ dalam perayaan misa pelepasan jenazah, Rabu 19 Maret 2025.

Dalam misa yang didampingi P.Titus Purbasaputra, SCJ itu, disampaikan bahwa sesuai aturan konggregasi, jenazah Pater Gabriel harus dibawa pulang.

Sesuai cerita almarhum, dirinya sudah diminta oleh Provinsial SCJ untuk pindah tugas di tempat lain.

Namun almarhum meminta kepada pimpinan SCJ supaya berikan waktu 10 tahun untuk bertugas di Kokonao.

“Bahkan almarhum sering bercerita dalam nada guyon ingin meninggal bersama umat di Kokonao”.

Dalam keseharian bersama umat lanjut Sipri, almarhum sering memberikan motivasi dan pesan-pesan kepada anak-anak.

“Banyak kenangan yang tidak bisa dilupakan. Ia sosok seorang gembala yang rangkul banyak guru,” kenang Siprianus.

Salah satu kenangan tidak bisa dilupakan oleh masyarakat serta para guru yaitu, tahun 2017 dan 2018 ketika almarhum turun melakukan aksi demo memperjuangkan insentif guru di Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika.

Dalam aksi tersebut almarhum ditangkap dan sempat masuk sel karena dituding sebagai provokator. Namun setelah sehari atau dua hari ditahan kemudian dibebaskan kembali.

Sipri menjelaskan, jenazah Pater Gabriel telah dijemput pihak Keuskupan Timika dengan menggunakan penerbangan Asian One Air menuju Bandara Mozes Kilangin pada pukul 07.00 WIT.

Dengan diantar ratusan masyarakat Kokonao menuju Lapter, sekitar pukul 7.55 WIT, almarhum meninggalkan Kokonau menuju Timika.

Berdasarkan informasi yang yang diterima koranpapua.id, jenazah Pater Gabriel sudah tiba di RSMM untuk diformalin.

Selanjutnya jenazah disemayamkan di Gereja Paroki St. Petrus, SP3 dan pemakaman akan dilaksanakan Jumat 21 Maret 2025 di pemakaman diosesan imam projo Keuskupan Timika. Pemakaman bertempatan di hari ulang tahunnya.

RP Gabriel bergabung dengan Konggregasi SCJ diawali dengan mengucapkan kaul pertamanya di Gisting Lampung pada 1 Agustus 1998.

Ia kemudian menerima tahbisan imamat di Palembang pada 14 Agustus 2006 atau sudah 19 tahun menjalani imamatnya.

Sementara Pastor Hadrianus Wardjito, SCJ dalam rekaman video yang viral di facebook menyebutkan, Pastor Gabriel sudah pernah bertugas di beberapa wilayah di Papua, diantaranya Serui, Biak dan Kokonao. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Lurah Wanagon Apresiasi Kekompakan Warga Sambut HUT ke-81 RI, Kebersihan Jadi Tolok Ukur

Mimika Innovation Week 2026 Pamerkan 19 Inovasi Terbaik, BRIDA Dorong Inovasi Tak Berhenti di Perlombaan

13 Agustus 2026
Lurah Wanagon Apresiasi Kekompakan Warga Sambut HUT ke-81 RI, Kebersihan Jadi Tolok Ukur

Lurah Wanagon Apresiasi Kekompakan Warga Sambut HUT ke-81 RI, Kebersihan Jadi Tolok Ukur

13 Agustus 2026
Semester I Tahun 2026 Terjadi 1.755 Gangguan Kamtibmas di Papua Tengah, Mimika Tertinggi dengan 1.010 Kasus

Semester I Tahun 2026 Terjadi 1.755 Gangguan Kamtibmas di Papua Tengah, Mimika Tertinggi dengan 1.010 Kasus

13 Agustus 2026
Pastikan Prosedur Pemeriksaan Sesuai Standar, Puslabfor Polri Perkuat Akurasi Pembuktian Forensik di Papua

Pastikan Prosedur Pemeriksaan Sesuai Standar, Puslabfor Polri Perkuat Akurasi Pembuktian Forensik di Papua

13 Agustus 2026
Percepat Pembangunan Papua, Kementerian Transmigrasi Terjunkan 1.200 Patriot ke Kawasan Transmigrasi 

Percepat Pembangunan Papua, Kementerian Transmigrasi Terjunkan 1.200 Patriot ke Kawasan Transmigrasi 

13 Agustus 2026
Yosua Douw Terbitkan Buku Papua dari Hati ke Hati,  Persembahan Istimewa untuk Gerakan Literasi 

Yosua Douw Terbitkan Buku Papua dari Hati ke Hati,  Persembahan Istimewa untuk Gerakan Literasi 

13 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    856 shares
    Bagikan 342 Tweet 214
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    658 shares
    Bagikan 263 Tweet 165
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    586 shares
    Bagikan 234 Tweet 147
  • PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Sekda Mimika Ingatkan Kepala Kampung: Dana Desa Bukan untuk Kepentingan Pribadi

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • TPS Liar Dirubah Menjadi Jadi Taman Bunga, RT 04 Wanagon Sulap Titik Kumuh Jadi Ruang Cantik 

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Sebelum Menembak Michael Wattimena, OTK Terlebih Dahulu Menembak Anggota Polres Intan Jaya

Sebelum Menembak Michael Wattimena, OTK Terlebih Dahulu Menembak Anggota Polres Intan Jaya

Masyarakat Dihimbau Tolak Premanisme Berkedok Ormas, Laporkan ke Polisi Jika Melihat Aksi Pemerasan

Masyarakat Dihimbau Tolak Premanisme Berkedok Ormas, Laporkan ke Polisi Jika Melihat Aksi Pemerasan

Bansos di Kampung Kimbeli, Kapolsek Tembagapura Serahkan Bantuan Sembako

Bansos di Kampung Kimbeli, Kapolsek Tembagapura Serahkan Bantuan Sembako

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id