ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 15, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Nusantara

Vitalnya Peningkatan Koneksi Internet di Indonesia

Masih banyak dari populasi kita yang belum bisa menjangkau teknologi, dengan pendanaan yang mumpuni dan juga pengawasan yang berkala maka 66% populasi bisa semakin naik secara konstan.

16 Mei 2024
0
Vitalnya Peningkatan Koneksi Internet di Indonesia

Muchammad Nanda(fota:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

OPINI

Penulis: Muchammad Nanda

Mahasiswa Semester II Fakultas Hukum Universitas Negeri Jember, Jawa Timur

INDONESIA adalah negara berkembang yang bukan lagi masuk dalam kategori third world country, dari perspektif sumber daya yang tersedia hingga pendapatan per kapita yang mencapai U$D 4,850 pada tahun 2022 dan sejauh tawaran kerjasama dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Baca Juga

Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

Dengan gambaran ini Indonesia seharusnya menjadi negara yang berkembang dilihat dari peningkatan keadaan ekonomi, namun dari perspektif kehidupan sosial di indonesia tidak mencantumkan gambaran dari negara yang maju.

Pada era Globalisasi, teknologi menjadi bagian dari kebutuhan manusia yang mutlak dan kompetisi yang terjadi mendorong manusia untuk selalu berinovasi.

Penting untuk dipahami bahwa perkembangan ini akan memilah yang mampu dengan yang tidak mampu dari sisi inovasi maupun sedekat teknikalitas seperti siapa yang memiliki bahan yang lebih baik. Indonesia adalah salah satu negara yang diakui sebagai negara berkembang dengan total populasi sebanyak 279 juta jiwa (2024) dan sekitar 66 persen dari populasi dapat mengakses internet menurut Badan Pusat statistik.

Perlu dicatat data terkait diambil dari penelitian yang dilaksanakan dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, dan kualitas dari Internet yang tersedia terbatas pada jarak dan juga sumberdaya yang tersedia.

Namun apakah itu cukup dalam memenuhi kebutuhan publik? tidak seutuhnya mengingat jumlah populasi dan persentase yang memiliki akses internet cukup terbatas dan pemahaman bahwa pekerjaan dalam indonesia mayoritasnya berbasis manual labour makin memperjauh konsiderasi bahwa kita butuh peningkatan.

Neglegasi ini menghasilkan transisi yang terjadi pada tahun 2020 hingga 2023 benar-benar berdampak pada Indonesia.

Mengambil konsiderasi bahwa internet indonesia saat ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Dan sejauh kata baik maka dapat dikatakan sebagai kesalahan, karena Saat ini Indonesia memegang peringkat 96 dari total 143 negara yang memiliki koneksi internet tercepat di dunia, dan peringkat terendah se-ASEAN dengan bandwidth sebesar 24,21 Mbps.

Implikasi bahwa indonesia bisa berkembang bahkan dengan kelemahan pada bidang teknologi cukup mengkhawatirkan.

Menganut kata dari Bapak Tifatul Sembiring dengan quote sebagai “Internet cepat buat apa?” kata kontroversial yang cukup terkenal dalam media sosial dalam beberapa bulan terakhir.

Tujuan utama dari bapak Tifatul sendiri sebagai bagian dari Kominfo adalah untuk mengambil gambaran besar bagaimana masyarakat Indonesia menggunakan internet dalam kehidupan sehari hari dan apakah implementasi terkait dapat berpengaruh pada kondisi Indonesia.

Walau demikian dari perspektif umum, kata kata beliau tidak pantas mengingat konteks awal dari masalah adalah Indonesia yang memiliki bandwidth rendah meskipun kebutuhan akan internet semakin berkembang.

Internet yang ada pada perspektif beliau sebagai Kominfo mengacu pada penggunaan umum media sebagai cara dari ungkapan anggota Kominfo mengenai “kenapa internet cepet-cepet? cuman buat nonton youtube aja” dan jaringan privasi semata yang perlu dijaga.

Kementerian Informasi tentunya tidak hanya menangani penggunaan internet secara umum, namun tidak bisa dipungkiri bahwa keputusan mereka akhir-akhir ini cukup kontroversial.

Keputusan tersebut antara lain adalah perlunya badan hukum apabila suatu developer ingin memasukan game ke negara indonesia dan tidak jauh ini keputusan untuk memblokir berbagai situs seperti dan banyak diantaranya tidak memiliki dampak negatif pada penggunanya.

Fokus kita dalam meningkatkan prospektif digital dalam negara itu salah, daripada menetapkan fokus untuk “memperbaiki” perkara yang tidak memberikan kita keuntungan maupun dampak apapun lebih baik memperbaiki perkara menekan kita.

Masih banyak dari populasi kita yang belum bisa menjangkau teknologi, dengan pendanaan yang mumpuni dan juga pengawasan yang berkala maka 66% populasi bisa semakin naik secara konstan.

Mereka yang sudah mengakses masih perlu peningkatan karena tuntutan teknologi kini semakin tinggi, dengan implementasi koneksi terkini layaknya 5G dan juga penegasan mengenai software update oleh negara bisa diimplementasikan.

Dan poin penting lainnya adalah pemahaman bahwa internet tidak hanya sebatas Media Sosial.

Kebutuhan koneksi internet tidak terbatas hanya pada penggunaan khalayak umum namun bisa digunakan dalam bidang seperti kesehatan dimana para dokter dapat melakukan operasi dengan presisi yang tepat meskipun terbatas jarak.

Perawatan intens bagi pasien dengan masalah resepsi otak yang hanya bisa ditangani dengan interaksi melalui dunia digital buatan. Pada bidang komersial seseorang dapat menciptakan bahkan hingga masuk ke dalam dunia fabrikasi sehingga interaksi dengan orang lain dapat dilakukan di bawah kondisi tertentu.

Hingga sejauh pada bidang pertahanan dimana koneksi yang lebih kuat bisa membuka jalan untuk menciptakan alat sonar yang jauh lebih kuat dan sistem navigasi yang lebih tepat. Kemungkinan akan kemudahan hidup semakin terbuka.

Mengesampingkan kemungkinan yang saya sebutkan, tuntutan dalam dunia pekerjaan dan sosial telah berkembang hingga pada titik apa yang dilihat sebagai tidak umum pada masa generasi sebelumnya menjadi hal yang umum.

Sehingga sejauh mandatori apabila diperlukan, jadi tidak salah untuk mengatakan bahwa Indonesia perlu menaikan permainan dalam meningkatkan kualitas kehidupan dalam negara.

Sebuah argumen dapat dikatakan bahwa ada perkara yang jauh lebih menekan daripada permasalahan koneksi internet yang lemah seperti memperbaiki kondisi kehidupan sosial dan juga sumber daya manusia yang rendah hingga pekerjaan masyarakat digantikan oleh WNA.

Untuk argumen tersebut akan saya katakan benar, namun untuk mengatakan hal tersebut kedua belah pihak mengetahui dan mengakui bahwa Indonesia memiliki kemampuan yang rendah dalam mengatasi transisi zaman.

Oleh karena itu perlu adanya perubahan dan saya menawarkan mengapa tidak dari hal yang kita ketahui dengan baik saja seperti internet?

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Sempat Hilang, 10 Pejabat dan Legislator Fakfak Selamat usai Speedboat Bocor di Laut Sorong

Sempat Hilang, 10 Pejabat dan Legislator Fakfak Selamat usai Speedboat Bocor di Laut Sorong

15 Oktober 2026
BRIN Petakan Komoditas Unggulan Mimika untuk Kembangkan Ekonomi di Luar Tambang

BRIN Petakan Komoditas Unggulan Mimika untuk Kembangkan Ekonomi di Luar Tambang

15 Oktober 2026
BRIDA Mimika Petakan Komoditas Unggulan di Tiga Distrik untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

BRIDA Mimika Petakan Komoditas Unggulan di Tiga Distrik untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

15 Oktober 2026
Pangkogabwilhan III Kunjungi Sekolah Rakyat Mimika, Motivasi Siswa Raih Cita-cita

Pangkogabwilhan III Kunjungi Sekolah Rakyat Mimika, Motivasi Siswa Raih Cita-cita

15 Oktober 2026
Dua Koperasi Merah Putih di Mimika Rampung, Operasional Menunggu Sarana

Dua Koperasi Merah Putih di Mimika Rampung, Operasional Menunggu Sarana

15 Oktober 2026
Perkuat Kehidupan Rohani, TNI Serahkan Bantuan Alkitab kepada Jemaat GKI Koinonia di Dogiyai

Perkuat Kehidupan Rohani, TNI Serahkan Bantuan Alkitab kepada Jemaat GKI Koinonia di Dogiyai

15 Oktober 2026

POPULER

  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    565 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    799 shares
    Bagikan 320 Tweet 200
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
  • Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Mobil Terperosok di Bekas Galian C Akhirnya Ditarik, Ini yang Ditemukan Polisi

Mobil Terperosok di Bekas Galian C Akhirnya Ditarik, Ini yang Ditemukan Polisi

BPBD Mimika Gelar Donor Darah Sebagai Wujud Peduli Kemanusiaan

BPBD Mimika Gelar Donor Darah Sebagai Wujud Peduli Kemanusiaan

PN Timika Jatuhkan Vonis 10 Tahun Penjara Terhadap Pembunuh Yosep Kataipukaro, Baca Kronologisnya  

PN Timika Jatuhkan Vonis 10 Tahun Penjara Terhadap Pembunuh Yosep Kataipukaro, Baca Kronologisnya  

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id