ADVERTISEMENT
Rabu, Januari 28, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Hutan Dibabat Habis, Kayu Dibawa Keluar, Kini Tambang Emas Ilegal, Warga Kapiraya  Menangis

Dengan hanya mengantongi rekomendasi kepala kampung, investor berani melakukan penggalian di bantaran sungai untuk mengambil emas yang ada di wilayah itu.

1 April 2024
0
Hutan Dibabat Habis, Kayu Dibawa Keluar, Kini Tambang Emas Ilegal, Warga Kapiraya  Menangis

Antonius Tapipea, ST, Tokoh Masyarakat Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah (foto Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Kabar miris ini datang dari Kampung Wakia, Wuwumuka dan Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Sebagian besar Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di wilayah itu, sebut saja hutan yang dulu dipenuhi kayu besi kini sudah ditebang habis.

ADVERTISEMENT

Kayu-kayu yang bernilai ekonomis itu dibawa keluar dari daerah itu, entah kemana. Masyarakat Kapiraya menangis.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Investor yang melakukan penebangan juga tidak jelas, namun anehnya mereka berani melakukan penebangan hanya dengan mengantongi ijin dari kepala kampung.

Baca Juga

Lantik Pengurus Forjamas Mimika, Sekda Abraham Ingatkan Jaga Persatuan

Polres Mimika Dinobatkan yang Terbaik di Polda Papua Tengah Tahun 2025

Setelah kayu besi dibawa keluar, kini datang lagi investor lain. Dengan hanya mengantongi rekomendasi kepala kampung, investor berani melakukan penggalian di bantaran sungai untuk mengambil emas yang ada di wilayah itu.

Kondisi ini mendorong tokoh masyarakat Kapiraya, Antonius Tapipea, ST angkat bicara. Kepada Koran Papua, Senin 1 April 2024 melalui sambungan telepon, Antonius menyampaikan rasa keprihatinannya terhadap daerah tempat kelahirannya.

“Lahan kayu di Mimika Barat Tengah, Kampung Wakia Wuwumuka dan Kapiraya yang menjadi ibukota distrik sudah hancur habis-habisan dan sekarang giliran buka tambang emas ilegal,” ujar Anton.

Anton menyayangkan tambang emas Wakia yang selama ini hanya sebatas tambang rakyat dan dikelola dengan peralatan sederhana, kini mulai berubah.

Investor ‘tidak jelas’ alias ilegal sudah ikut dalam pembukaan tambang itu. Untuk mendapatkan butiran emas, mereka menurunkan alat berat berupa excavator untuk mengeruk sungai yang mengakibatkan kerusakan yang semakin parah.

Dengan menggunakan alat berat, selain merusak aliran sungai juga mengakibatkan sumber air masyarakat menjadi terganggu. “Selama ini air sungai itu yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sekarang sudah rusak,” paparnya.

Menurut Anton, berdasarkan informasi yang diterima, investor yang melakukan pengerukan di sungai Wakia hanya mengantongi rekomendasi dari kepala kampung.

Sementara ijin dari Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pertambangan Energi dan pihak-pihak lain yang berkaitan dengan pertambangan sama sekali tidak dimiliki investor.

Investor juga tidak pernah melakukan koordinasi dan duduk bersama dengan masyarakat yang punya wilayah, tokoh-tokoh masyarakat Kapiraya termasuk Lembaga Masyarakat Suku Kamoro (Lemasko) sebagai pemilik hak ulayat di wilayah itu.

Terkait dengan ini Anton meminta kepada pemerintah daerah untuk segera menutup tambang emas di Wakia. Dan kepada pihak-pihak yang ingin mengolah tambang emas Wakia segera mengurus ijin yang legal.

Termasuk duduk bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat serta Lemasko, sebagai lembaga adat.

Anton kuatir jika tambang ilegal ini dibiarkan beroperasi tanpa ijin yang jelas akan berdampak panjang. Termasuk batas-batas wilayah tambang-pun tidak terkontrol.

“Nanti setelah emas di Wakia sudah habis dikerok nanti bergeser ke Kapiraya dan Wuwumuka Mapuruka. Alam disana akan hancur, jadi saya minta untuk ditutup,” tegas Anton.

Anton juga menyampaikan dengan ketidakjelasan ijin tambang itu, akan membuka peluang kepada siapa saja untuk masuk.

Dan tidak menutup kemungkinan pihak-pihak yang selama ini berseberangan dengan kedaulatan NKRI.

Kemungkinan itu bisa saja terjadi, karena tidak diketahui pasti pihak keamanan mana yang bertanggungjawab terhadap operasional tambang emas Wakia.

“Kita tidak tahu apakah pengamanan dari kepolisian, Babinsa atau dari mana. Kalau nanti ada kasus penembakan atau pembunuhan di lokasi tambang, siapa yang harus bertanggungjawab. Apakah kepala kampung bisa bertanggungjawab,” tanya Anton.

Terkait dengan berbagai persoalan yang terjadi di Kapiraya, Anton berharap kepada pemerintah daerah untuk segera menyikapi hal ini dengan serius. “Sebagai tokoh masyarakat saya minta pemerintah segera sikapi, dan tutup tambang,” tandas Anton. (Redaksi)

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Lantik Pengurus Forjamas Mimika, Sekda Abraham Ingatkan Jaga Persatuan

Lantik Pengurus Forjamas Mimika, Sekda Abraham Ingatkan Jaga Persatuan

27 Januari 2026
Polres Mimika Dinobatkan yang Terbaik di Polda Papua Tengah Tahun 2025

Polres Mimika Dinobatkan yang Terbaik di Polda Papua Tengah Tahun 2025

27 Januari 2026
Pesawat Smart Air Jatuh di Pantai Nabire, 13 Penumpang Selamat, Diduga Dihempas Angin Kencang

Pesawat Smart Air Jatuh di Pantai Nabire, 13 Penumpang Selamat, Diduga Dihempas Angin Kencang

27 Januari 2026
Gelar Aksi Unjuk Rasa, Nakes Desak Gubernur Ganti Direktur RSUD Abepura, Berikut Tuntutan Mereka

Gelar Aksi Unjuk Rasa, Nakes Desak Gubernur Ganti Direktur RSUD Abepura, Berikut Tuntutan Mereka

27 Januari 2026
Brigjen TNI I Ketut M Gunarda Ingatkan Kamtibmas Papua Tengah Perlu Penanganan Komprehensif

Brigjen TNI I Ketut M Gunarda Ingatkan Kamtibmas Papua Tengah Perlu Penanganan Komprehensif

27 Januari 2026
YPMAK dan Dinkes Mimika Kick Off Tahun Kedua Program Kampung Sehat

YPMAK dan Dinkes Mimika Kick Off Tahun Kedua Program Kampung Sehat

27 Januari 2026

POPULER

  • Bertemu Gubernur Fakhiri, Bahlil Pastikan Divestasi 10 Persen Saham Freeport Kuartal I Rampung Dalam Waktu Dekat

    Bertemu Gubernur Fakhiri, Bahlil Pastikan Divestasi 10 Persen Saham Freeport Kuartal I Rampung Dalam Waktu Dekat

    570 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Brigjen Alfred Papare Bergeser ke Papua Barat, Kombes Jeremias Rontini di Papua Tengah

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Awali Tugas sebagai Kapolres Supiori, Kompol Frits Erari Hadiri Ibadah, Sampaikan Pesan Kamtibmas

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Jabat Kapolda Papua Tengah, Jeremias Rontini ‘Pecah Bintang’, Berikut Sekilas Perjalanan Karirnya

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Perjalanan Dinas ASN Mimika Dinilai Berlebihan, Wabup Emanuel: Pelayanan Publik Terabaikan

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Tembak Mati Beberapa Anggota Separatis, Koops Habema Rebut Dua Markas Utama OPM Kodap XVI Yahukimo

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Jumat Bersih Hanya Sebatas Instruksi, Kelurahan di Distrik Mimika Baru Tidak Bergerak

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
Next Post
Majelis Ta’lim Mardiah KKSBT Mimika Buka Puasa Bersama, Ustad Amin Minta Umat Muslim Tetap Menjaga Toleransi

Majelis Ta'lim Mardiah KKSBT Mimika Buka Puasa Bersama, Ustad Amin Minta Umat Muslim Tetap Menjaga Toleransi

Kabar Gembira, Polri Butuh 2 Ribu Anak Muda Papua untuk Jadi Bintara Polisi

Kabar Gembira, Polri Butuh 2 Ribu Anak Muda Papua untuk Jadi Bintara Polisi

Hari Pertama Pemeriksaan Mata Gratis di Puskesmas Timika Melebihi Target

Hari Pertama Pemeriksaan Mata Gratis di Puskesmas Timika Melebihi Target

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id