ADVERTISEMENT
Senin, Agustus 10, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Dinkes Mimika Tangani 360 Pasien ODHIV, Penularan Jalur Seksual Tertinggi

Untuk memutus matarantai penularan virus yang belum ada obatnya ini, hentikan kebiasaan melakukan hubungan intim dengan yang bukan pasangan sah.

28 November 2023
0
Obeth Tekege, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Mimika. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Obeth Tekege, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Mimika. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpaua.id– Jumlah masyarakat Kabupaten Mimika, Papua Tengah yang mengidap HIV-Aids cukup tinggi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika sejak Januari sampai September 2023 temuan kasus bergejala tercatat 360 Orang Dengan HIV (ODHIV). Jumlah ini terdiri dari 134 HIV dan 226 Aids dengan 100 persen.

ADVERTISEMENT

Reynol Ubra Kepala Dinas Kesehatan Mimika melalui Obeth Tekege, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menjelaskan kasus baru HIV dan Aids lewat jalur seksual menempati urutan pertama sebanyak 351 terdiri dari 133 HIV dan 218 Aids dengan 97,50 persen.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Jalur penularan ibu ke anak sembilan kasus, terdiri dari HIV satu kasus dan delapan Aids dengan 2,50 persen.

Baca Juga

Sambut HUT RI ke-81: Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Cycloop Jayapura 

Hari Masyarakat Adat Internasional, DAD Mimika Soroti Perlindungan Hak dan Masa Depan Masyarakat Adat

Temuan kasus berdasarkan jenis kelamin laki-laki menempati peringkat kedua dengan 169 kasus. Jumlah ini terdiri dari 60 HIV dan 109 AIDS dengan 46,94 persen. Perempuan  menempati urutan pertama 191 terdiri dari 74 HIV dan 117 AIDS dengan 53,06 persen.

Kemudian temuan kasus berdasarkan umur kurang dari 15 tahun 12 orang, masing-masing terdiri dari dua HIV dan 10 AIDS dengan 3,33 persen.

Usia 15-19 tahun 36 kasus terdiri dari 10 HIV dan 26 AIDS dengan 10,00 persen, 20-29 tahun 131 kasus terdiri dari 58 HIV dan 73 AIDS dengan 36,39 persen, 30-39 tahun ada 99 kasus terdiri dari 33 HIV dan 66 AIDS dengan 27,50 persen.

Selanjutnya usia 40-49 tahun 55 kasus terdiri dari 22 HIV dan 33 AIDS dengan 15,28 persen, usia 50-59 tahun 22 kasus terdiri dari delapan HIV dan 14 AIDS dengan 6,11 persen dan lebih dari usia 60 tahun lima kasus terdiri dari satu orang HIV dan empat AIDS dengan 1,39 persen.

Temuan kasus menurut status yang menikah 200 kasus terdiri dari 74 HIV dan 126 ADIS dengan 55,56 persen, belum menikah 132 kasus terdiri dari 44 HIV dan 88 AIDS dengan 36,67 persen, duda/janda 28 kasus terdiri dari 16 HIV dan 12 AIDS dengan 7,78 persen.

Selanjutnya berdasarkan status kehamilan. Pasien tidak hamil 326 kasus, terdiri dari 113 HIV dan 213 AIDS dengan 90,56 persen dan ibu hamil 34 kasus terdiri dari 21 HIV dan 13 AIDS dengan 9,44 persen.

Kasus berdasarkan lama domisili. Penduduk dengan lama domisili kurang dari tiga tahun 47 kasus terdiri dari 29 HIV dan 18 aids, dengan 13,06 persen. Lebih dari tiga tahun domisili 313 kasus terdiri dari 105 HIV dan 208 AIDS dengan 86,94 persen.

Temuan kasus berdasarkan suku, Amungme dan Kamoro 44 kasus terdiri dari 7 orang HIV dan AIDS 37 kasus dengan 12,22 persen.

Untuk penduduk lima suku kekerabatan 153 kasus terdiri dari 44 HIV dan 109 AIDS dengan 42,50 persen, penduduk Papua bukan tujuh suku 70 kasus terdiri dari 37 HIV dan 33 AIDS dengan 19,44 persen dan penduduk pendatang 93 kasus terdiri dari 46 HIV dan 47 AIDS dengan 25,83 persen.

Temuan kasus berdasarkan Infeksi Menular Seksual (Sifilis-GO) yakni HIV dengan IMS (Sifilis-GO) 50 kasus terdiri dari 17 HIV dan 33 AIDS, dengan 13,89 persen, HIV tanpa IMS (Sifilis-GO) 310 kasus terdiri dari 117 HIV dan 193 AIDS dengan 86,11 persen.

Selanjutnya temuan kasus dengan infeksi TBC. Pasien dengan Koinfeksi TB-HIV 120 kasus, terdiri dari tiga kasus HIV dan 117 AIDS dengan 33,33 persen, tanpa Koinfeksi TB-HIV 236 terdiri dari 127 HIV dan 109 AIDS dengan 65,56 persen dan HIV tanpa periksa TB sebanyak kasus dengan empat HIV.

Sementara pasien yang telah memulai minum ART sejak Januari sampai Juni 2023 sebanyak 297 terdiri dari 90 orang pasien HIV dan 207 pasien AIDS.

Berdasarkan total penemuan kasus HIV-AIDS di Mimika sejak tahun 1996 sampai September 2023 tercatat 7.376 kasus terdiri dari 3.785 HIV dan 3.591 AIDS.

Sementara jumlah cakupan layanan konseling dan tes HIV dari Januari sampai September 2023 dengan 37, 084 persen dan kumulatif layanan konseling dan tes HIV di Mimika dari 2005 sampai September 2023 tercatat 419,364 persen.

Obeth menjelaskan dengan adanya temuan 360 kasus HIV-AIDS ini, Dinas Kesehatan mengundang tenaga-tenaga konselor yang ada di Puskesmas guna diberikan pembekalan.

Pengetahuan diberikan bertujuan agar mereka bisa meningkatkan kapasitas tenaga konselor di Puskesmas sehingga informasi yang nantinya diberikan kepada pasien ODHIV bisa sama dan ditahui.

Misalnya, informasi mengenai jam datang ke setiap layanan pengobatan untuk minum ART, termasuk memberikan motivasi dan semangat tidak putus minum obat, makan makanan bergizi.

Ia menjelaskan 360 pasien ini berdasarkan hasil sreening Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP) di 12 Puskesmas, satu klinik dan lima rumah sakit. Dalam pelayanan ini, Dinkes menyiapkan obat, tenaga konseling dan memberikan layanan screening.

Adapun ke 12 Puskesmas diantaranya, Puskesmas Timika, Timika Jaya, Limau Asri, Karang Senang, Kwamki Narama, Wania, Pasar Sentral, Bhintuka, Mapurujaya.

“Jadi setiap pasien yang datang mengambil obatnya di layanan yang ada. Di situ kami siapkan juga barolot. Artinya orang yang sudah kena HIV setelah enam bulan konsumsi ART datang periksa lagi. Apakah gejalanya mengalami perubahan atau makin buruk,” jelasnya.

Dalam konseling, kata Obeth, pasien diberikan keyakinan bahwa ODHIV apabila pola hidupnya teratur dan tetap menjaga kesehatan hidupnya masih bertahan lama.

Bagi pasien ODHIV harus minum ART seumur hidup secara teratur. Obeth menegaskan tingginya angka penularan ODHIV di Mimika mencapai 95 persen karena perilaku seks bebas bukan dengan pasangan yang sah.

Untuk memutus matarantai penularan virus yang belum ada obatnya ini, Obeth mengingatkan kepada masyarakat untuk hentikan kebiasaan melakukan hubungan intim dengan yang bukan pasangan sah, gunakan kondom baik laki-laki maupun perempuan saat berhubungan. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Sambut HUT RI ke-81: Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Cycloop Jayapura 

Sambut HUT RI ke-81: Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Cycloop Jayapura 

10 Agustus 2026
Hari Masyarakat Adat Internasional, DAD Mimika Soroti Perlindungan Hak dan Masa Depan Masyarakat Adat

Hari Masyarakat Adat Internasional, DAD Mimika Soroti Perlindungan Hak dan Masa Depan Masyarakat Adat

10 Agustus 2026
Jelang HUT RI ke-81, Pemkab Mimika Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Mimika Barat

Jelang HUT RI ke-81, Pemkab Mimika Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Mimika Barat

10 Agustus 2026
BRIDA Mimika Kaji Strategi Pembangunan Distrik Mimika Barat Jauh Berbasis Potensi Lokal

BRIDA Mimika Kaji Strategi Pembangunan Distrik Mimika Barat Jauh Berbasis Potensi Lokal

10 Agustus 2026
Festival UMKM Mimika 2026 Dibuka, 125 Pelaku Usaha Bidik Pasar Nasional hingga Internasional

Festival UMKM Mimika 2026 Dibuka, 125 Pelaku Usaha Bidik Pasar Nasional hingga Internasional

10 Agustus 2026
Lemasko Desak Kapolres Mimika Usut Tuntas Kasus Pembunuhan di Mimika, Jangan Ada Kata Kompromi!

Lemasko Desak Kapolres Mimika Usut Tuntas Kasus Pembunuhan di Mimika, Jangan Ada Kata Kompromi!

10 Agustus 2026

POPULER

  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pangkogabwilhan III Ultimatum OPM Usai Empat Pekerja Jalan di Tolikara Tewas Ditembak

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Kepala SPPG Papua Dicopot Buntut Kasus Keracunan Makanan Bergizi Gratis 

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
Next Post
Melianus Numang, Ketua AMKI Papua Tengah. (Foto : Ist./Koranpapua.id)

Penerbangan Dihentikan Pasca Tewasnya Tiga Warga Sipil, Masyarakat Puncak Kesulitan Transportasi

Bupati Eltinus Omaleng foto bersama penerima Satyalancana Karya Satya usai penyerahan, Rabu 29 November 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Bupati Omaleng Pimpin Upacara HUT Korpri ke 52, 10 ASN Terima Satyalencana Karya Satya

Batas Akhir Pengusulan Nama Penjabat Bupati Mimika ke Kemendagri Tanggal 6 Desember 2023

Batas Akhir Pengusulan Nama Penjabat Bupati Mimika ke Kemendagri Tanggal 6 Desember 2023

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id