ADVERTISEMENT
Jumat, Agustus 7, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah

OKIA Usulkan Setiap Tahun YPMAK Akomodir 1.000 Peserta Beasiswa untuk Anak Amungme Kamoro

YK menegaskan tidak ada alasan menghentikan mengirim peserta beasiswa untuk sekolah di luar Papua, karena alasan menghemat biaya, sementara produksi tambang emas dan tembaga di PT Freeport terus berjalan.  

30 Agustus 2023
0
OKIA Usulkan Setiap Tahun YPMAK Akomodir 1.000 Peserta Beasiswa untuk Anak Amungme Kamoro

OKIA dan Badan Pengurus YPMAK bersama perwakilan orangtua melakukan pertemuan di lantai dua Kantor YPMAK, Selasa 29 Agustus 2023. (Foto: Ist./Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) diminta untuk menambah kuota penerima beasiswa bagi anak-anak Amungme Kamoro sebanyak 1.000 orang setiap tahun.

Permintaan ini menjadi salah satu poin yang diusulkan Organisasi Kaum Intelektual Amungsa (OKIA) dalam pertemuan bersama Badan Pengurus YPMAK.

ADVERTISEMENT

Yohanes Kemong (YK), Penasehat OKIA Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah kepada Koranpapua.id melalui sambungan telepon, Selasa 29 Agustus malam mengatakan, selama ini YPMAK hanya menerima 300 orang untuk memenuhi kuota 3.000 peserta beasiswa.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Selama ini YPMAK dan Freeport dalam penerimaan peserta beasiswa dengan kuota 3.000 hanya untuk memenuhi kuota. Ini dilihat dari peserta beasiswa yang sudah tamat, wisuda atau putus sekolah,”ujar YK.

Baca Juga

Yoris Raweyai: Ratusan Pengungsi Akibat Konflik di Puncak Sulit Kembali Pulang ke Rumah

Tidak Dilengkapi Dokumen, Belasan Kilogram Daging Kerbau Asap dan Reptil Dimusnahkan

Menurutnya, dari kekosongan itu menjadi dasar untuk menentukan kuota 300 anak setiap tahun guna menggenapi kuota 3.000 penerima beasiswa.

Permintaan penambahan menjadi 1.000 peserta beasiswa, dengan alasan kuota tersebut difokuskan untuk anak-anak tingkat SD dan SMP. Sedangkan kuota 3.000 bisa digunakan bagi mereka yang hendak masuk perguruan tinggi.

“Karena kalau tidak ambil langkah seperti ini maka setiap tahun akan terus menjadi masalah,” tandasnya. Dalam pertemuan tersebut, OKIA juga menyampaikan beberapa tuntuntan kepada YPMAK.

Pertama, meminta pihak YPMAK untuk mengembalikan 100 anak Amungme dan Kamoro yang tidak lolos dalam seleksi masuk Sekolah Taruna Papua beberapa waktu lalu. 100 anak ini terdiri dari 30 calon siswa SMP dan 70 calon siswa SD.

Kedua, meminta agar anak-anak peserta beasiswa yang ditarik melanjutkan sekolah di wilayah Papua, karena persoalan Rasis beberapa waktu lalu, untuk dikembalikan ke kota studi sebelumnya.

Karena apabila tidak dikembalikan, maka asrama yang dibangun YPMAK di beberapa kota studi di luar Papua menjadi mubasir karena tidak digunakan.

“Jangan karena alasan Rasis lalu pulangkan anak- anak untuk sekolah di Nabire, Manokwari, Merauke dan Jayapura. Ini tidak boleh, kami OKIA menilai tidak masuk akal. Mereka harus kembali masuk asrama yang sudah dibangun. Kalau tidak lalu asrama yang ada untuk siapa tempati,” tanya YK.

YK menegaskan tidak ada alasan menghentikan mengirim peserta beasiswa untuk sekolah di luar Papua, karena alasan menghemat biaya, sementara produksi tambang emas dan tembaga di PT Freeport terus berjalan.

Mantan Ketua KPU Mimika ini menuturkan, dalam pertemuan itu, pihak YPMAK menyetujui memanggil kembali 100 anak untuk masuk Taruna Papua. Termasuk menyanggupi peserta beasiswa yang sekarang sekolah di beberapa kabupaten di Papua untuk kembali ke kota studi. YPMAK segera memproses administrasinya.

Sementara tuntutan setiap tahun menerima 1.000 peserta beasiswa masih menjadi catatan Badan Pengurus YPMAK untuk dikaji.

Dalam pertemuan itu, OKIA juga mengusulkan kepada YPMAK untuk berkoordinasi dengan Freeport dan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk membuka sebuah universitas di Mimika.

Dengan adanya universitas yang lengkap berarti ikut mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua jangka panjang. Apalagi saat ini Mimika sudah masuk Provinsi Papua Tengah bersama dengan tujuh kabupaten lainnya.

“Kita harus berpikir 10, 20 dan 30 tahun kedepan untuk generasi mendatang. Anak-anak dari delapan kabupaten setamat SMA-SMK tidak perlu jauh-jauh kuliah di luar Papua Tengah. Ada universitas besar yang dapat mendekatkan pelayanan pendidikan di Papua Tengah,” tandasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Yoris Raweyai Sebut Konflik Papua Bukan Hal Baru, Perlu Ketegasan Presiden Prabowo

Yoris Raweyai: Ratusan Pengungsi Akibat Konflik di Puncak Sulit Kembali Pulang ke Rumah

7 Agustus 2026
Tidak Dilengkapi Dokumen, Belasan Kilogram Daging Kerbau Asap dan Reptil Dimusnahkan

Tidak Dilengkapi Dokumen, Belasan Kilogram Daging Kerbau Asap dan Reptil Dimusnahkan

7 Agustus 2026
Kepala SPPG Papua Dicopot Buntut Kasus Keracunan Makanan Bergizi Gratis 

Kepala SPPG Papua Dicopot Buntut Kasus Keracunan Makanan Bergizi Gratis 

7 Agustus 2026
Setelah Menunggu Tiga Tahun, Akhirnya Ribuan Artefak Asal Papua di Amerika dikembalikan

Setelah Menunggu Tiga Tahun, Akhirnya Ribuan Artefak Asal Papua di Amerika dikembalikan

7 Agustus 2026
Sambut HUT RI di Mimika: 38 Regu Putri Meriahkan Gerak Jalan Kreasi, Wabup Emanuel: Isi Kemerdekaan dengan Karya Nyata

Sambut HUT RI di Mimika: 38 Regu Putri Meriahkan Gerak Jalan Kreasi, Wabup Emanuel: Isi Kemerdekaan dengan Karya Nyata

7 Agustus 2026
Bawa 940 Gram Ganja, Penumpang Asal Wamena Diamankan di Bandara Sentani

Bawa 940 Gram Ganja, Penumpang Asal Wamena Diamankan di Bandara Sentani

6 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    662 shares
    Bagikan 265 Tweet 166
  • Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Timika, Penyebab Belum Diketahui

    572 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Lima Pekerja Proyek Jalan PT SHJ Tewas Ditembak di Tolikara, Satu Korban Belum Dievakuasi

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Polres Mimika Tolak Izin Demo KNPB 3 Agustus, Massa Terancam Ditangkap Jika Memaksa

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Taruna Akpol Asal Papua Barat Daya Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Penyebabnya

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Kecelakaan Tunggal di Jalan Irigasi Timika, Pengendara Kabur Tinggalkan Motor

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Silaturahmi Bersama Insan Pers, Pj. Bupati Minta Diskominfo Programkan Peningkatkan Kapasitas Jurnalis Mimika

Silaturahmi Bersama Insan Pers, Pj. Bupati Minta Diskominfo Programkan Peningkatkan Kapasitas Jurnalis Mimika

Masyarakat Minta Freeport Segera Bangun Tiga Jembatan Putus di Kampung Jagamin dan Baluni

Masyarakat Minta Freeport Segera Bangun Tiga Jembatan Putus di Kampung Jagamin dan Baluni

Polisi Olah TKP dan Evakuasi Jenazah Aktivis Michelle Kurisi

Polisi Olah TKP dan Evakuasi Jenazah Aktivis Michelle Kurisi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id