ADVERTISEMENT
Sabtu, Juli 11, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah

OKIA Usulkan Setiap Tahun YPMAK Akomodir 1.000 Peserta Beasiswa untuk Anak Amungme Kamoro

YK menegaskan tidak ada alasan menghentikan mengirim peserta beasiswa untuk sekolah di luar Papua, karena alasan menghemat biaya, sementara produksi tambang emas dan tembaga di PT Freeport terus berjalan.  

30 Agustus 2023
0
OKIA Usulkan Setiap Tahun YPMAK Akomodir 1.000 Peserta Beasiswa untuk Anak Amungme Kamoro

OKIA dan Badan Pengurus YPMAK bersama perwakilan orangtua melakukan pertemuan di lantai dua Kantor YPMAK, Selasa 29 Agustus 2023. (Foto: Ist./Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) diminta untuk menambah kuota penerima beasiswa bagi anak-anak Amungme Kamoro sebanyak 1.000 orang setiap tahun.

Permintaan ini menjadi salah satu poin yang diusulkan Organisasi Kaum Intelektual Amungsa (OKIA) dalam pertemuan bersama Badan Pengurus YPMAK.

ADVERTISEMENT

Yohanes Kemong (YK), Penasehat OKIA Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah kepada Koranpapua.id melalui sambungan telepon, Selasa 29 Agustus malam mengatakan, selama ini YPMAK hanya menerima 300 orang untuk memenuhi kuota 3.000 peserta beasiswa.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Selama ini YPMAK dan Freeport dalam penerimaan peserta beasiswa dengan kuota 3.000 hanya untuk memenuhi kuota. Ini dilihat dari peserta beasiswa yang sudah tamat, wisuda atau putus sekolah,”ujar YK.

Baca Juga

Rp10 Miliar untuk Gedung Kosong! Perpustakaan Mimika Tak Kunjung Difungsikan

BRIDA Mimika Siapkan Terobosan Baru, Darius Sabon: Semua Program Harus Berdasarkan Data dan Kajian

Menurutnya, dari kekosongan itu menjadi dasar untuk menentukan kuota 300 anak setiap tahun guna menggenapi kuota 3.000 penerima beasiswa.

Permintaan penambahan menjadi 1.000 peserta beasiswa, dengan alasan kuota tersebut difokuskan untuk anak-anak tingkat SD dan SMP. Sedangkan kuota 3.000 bisa digunakan bagi mereka yang hendak masuk perguruan tinggi.

“Karena kalau tidak ambil langkah seperti ini maka setiap tahun akan terus menjadi masalah,” tandasnya. Dalam pertemuan tersebut, OKIA juga menyampaikan beberapa tuntuntan kepada YPMAK.

Pertama, meminta pihak YPMAK untuk mengembalikan 100 anak Amungme dan Kamoro yang tidak lolos dalam seleksi masuk Sekolah Taruna Papua beberapa waktu lalu. 100 anak ini terdiri dari 30 calon siswa SMP dan 70 calon siswa SD.

Kedua, meminta agar anak-anak peserta beasiswa yang ditarik melanjutkan sekolah di wilayah Papua, karena persoalan Rasis beberapa waktu lalu, untuk dikembalikan ke kota studi sebelumnya.

Karena apabila tidak dikembalikan, maka asrama yang dibangun YPMAK di beberapa kota studi di luar Papua menjadi mubasir karena tidak digunakan.

“Jangan karena alasan Rasis lalu pulangkan anak- anak untuk sekolah di Nabire, Manokwari, Merauke dan Jayapura. Ini tidak boleh, kami OKIA menilai tidak masuk akal. Mereka harus kembali masuk asrama yang sudah dibangun. Kalau tidak lalu asrama yang ada untuk siapa tempati,” tanya YK.

YK menegaskan tidak ada alasan menghentikan mengirim peserta beasiswa untuk sekolah di luar Papua, karena alasan menghemat biaya, sementara produksi tambang emas dan tembaga di PT Freeport terus berjalan.

Mantan Ketua KPU Mimika ini menuturkan, dalam pertemuan itu, pihak YPMAK menyetujui memanggil kembali 100 anak untuk masuk Taruna Papua. Termasuk menyanggupi peserta beasiswa yang sekarang sekolah di beberapa kabupaten di Papua untuk kembali ke kota studi. YPMAK segera memproses administrasinya.

Sementara tuntutan setiap tahun menerima 1.000 peserta beasiswa masih menjadi catatan Badan Pengurus YPMAK untuk dikaji.

Dalam pertemuan itu, OKIA juga mengusulkan kepada YPMAK untuk berkoordinasi dengan Freeport dan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk membuka sebuah universitas di Mimika.

Dengan adanya universitas yang lengkap berarti ikut mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua jangka panjang. Apalagi saat ini Mimika sudah masuk Provinsi Papua Tengah bersama dengan tujuh kabupaten lainnya.

“Kita harus berpikir 10, 20 dan 30 tahun kedepan untuk generasi mendatang. Anak-anak dari delapan kabupaten setamat SMA-SMK tidak perlu jauh-jauh kuliah di luar Papua Tengah. Ada universitas besar yang dapat mendekatkan pelayanan pendidikan di Papua Tengah,” tandasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Rp10 Miliar untuk Gedung Kosong! Perpustakaan Mimika Tak Kunjung Difungsikan

Rp10 Miliar untuk Gedung Kosong! Perpustakaan Mimika Tak Kunjung Difungsikan

11 Juli 2026
BRIDA Mimika Siapkan Terobosan Baru, Darius Sabon: Semua Program Harus Berdasarkan Data dan Kajian

BRIDA Mimika Siapkan Terobosan Baru, Darius Sabon: Semua Program Harus Berdasarkan Data dan Kajian

11 Juli 2026
Satgas Pasgat Gagalkan Penyelundupan 671 Gram Narkotika Jenis Ganja di Bandara Sentani

Satgas Pasgat Gagalkan Penyelundupan 671 Gram Narkotika Jenis Ganja di Bandara Sentani

11 Juli 2026
Pasokan Telur dari Luar Melimpah, Pemprov Papua Perkuat Langkah Strategis Lindungi Peternak Lokal

Pasokan Telur dari Luar Melimpah, Pemprov Papua Perkuat Langkah Strategis Lindungi Peternak Lokal

11 Juli 2026
Pemprov Papua Tingkatkan Kuota Program Pembinaan Calon Siswa Sekolah Kedinasan Menjadi 50 Peserta

Pemprov Papua Tingkatkan Kuota Program Pembinaan Calon Siswa Sekolah Kedinasan Menjadi 50 Peserta

11 Juli 2026
Rakor Evaluasi dan Optimalisasi Peningkatan IDI Empat DOB, Wujudkan Demokrasi Papua yang Inklusif

Rakor Evaluasi dan Optimalisasi Peningkatan IDI Empat DOB, Wujudkan Demokrasi Papua yang Inklusif

11 Juli 2026

POPULER

  • Kombes dr. Rommy Sebastian: Pilot AMA Tewas Akibat Tembakan di Kepala

    Amerika Bereaksi Usai Warga Negaranya Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Yahukimo

    676 shares
    Bagikan 270 Tweet 169
  • Hasil Seleksi Beasiswa YPMAK Segera Diumumkan, Hanya 15 Peserta yang Lolos ke UPN Veteran Yogyakarta

    592 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
  • Berkabung Atas Tewasnya Pilot Nicholas: AMA Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan di Papua

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Bupati Johannes Rettob Lantik Dwi Cholifah sebagai Kepala Inspektorat, Tunjuk Sejumlah Plt

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Penembakan Perempuan Hamil di Intan Jaya Harus Diusut Tuntas, Komnas Perempuan: Ini Tragedi Kemanusiaan

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Bupati Mimika Kritik Keras Kinerja Pejabat: “Sudah Dikasih Jabatan, Malas Masuk Kantor”

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • RDP DPRK Mimika Ungkap Persoalan Pelayanan RSUD, Direktur Beberkan Solusi Atasi Kepadatan Pasien

    517 shares
    Bagikan 207 Tweet 129
Next Post
Silaturahmi Bersama Insan Pers, Pj. Bupati Minta Diskominfo Programkan Peningkatkan Kapasitas Jurnalis Mimika

Silaturahmi Bersama Insan Pers, Pj. Bupati Minta Diskominfo Programkan Peningkatkan Kapasitas Jurnalis Mimika

Masyarakat Minta Freeport Segera Bangun Tiga Jembatan Putus di Kampung Jagamin dan Baluni

Masyarakat Minta Freeport Segera Bangun Tiga Jembatan Putus di Kampung Jagamin dan Baluni

Polisi Olah TKP dan Evakuasi Jenazah Aktivis Michelle Kurisi

Polisi Olah TKP dan Evakuasi Jenazah Aktivis Michelle Kurisi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id