ADVERTISEMENT
Sabtu, Oktober 24, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Papua Masuk Lima Besar Inflasi Terendah di Indonesia

Pemerintah terus berupaya menurunkan harga agar tidak terjadi inflasi dengan membuka pasar murah menjelang hari raya.

4 Mei 2023
0
Papua Masuk Lima Besar Inflasi Terendah di Indonesia

Ouceu Satydipura, Kepala BPS Mimika. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Timika – Secara global Papua masuk dalam provinsi dengan lima besar inflasi terendah sekitar lima koma pada Maret 2023.

Demikian disampaikan Ouceu Satydipura, Kepala BPS Kabupaten Mimika kepada Koranpapua.id di ruang kerjanya, Rabu 3 Mei 2023.

Ia mengatakan di Papua dalam perhitungan inflasi perkotaan ada tiga titik.

Pertama di Kota Jayapura, Merauke dan Timika. Di antara tiga wilayah ini Timika tertinggi tetapi masih jauh lebih rendah daripada inflasi nasional.

Baca Juga

Polres Mimika Musnahkan 1.856 Liter Sopi, Hasil Operasi Tiga Bulan di Pelabuhan Poumako

PUPR Mimika Perbaiki Jalan Hasanuddin Menyusul Keluhan Warga

“Intinya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Badan Pusat Statistik (BPS) sudah sering berkomunikasi termasuk dengan Asisten 2 Mimika. Kita telah mengusahakan cara mengendalikan laju inflasi,” jelasnya.

Ia menjelaskan salah satu cara menekan laju inflasi dengan mengadakan pasar-pasar murah selama menjelang Natal dan Tahun Baru juga Idul Fitri 1444 H oleh instansi terkait. Ini supaya masyarakat berkesempatan mempunyai daya beli yang baik terhadap komuditas-komuditas makanan tertentu.

Selain itu lanjutnya, inflasi ini memang harus dikawal.

“Beda dengan dulu, sekarang tidak. Tahun yang lalu kami BPS se Indonesia sampai ke kabupaten/kota, Kapolres, Dandim, Kejari dan seluruh bupati, wali kota, gubernur diundang ke Sentul Conven Center oleh Presiden Jokowi. Tujuan untuk bagaimana cara mengendalikan laju inflasi. Karena dikuatirkan inflasi di Indonesia meningkat tajam. Karena ini ada hubungan dengan ekonomi global. Pada saat ini sudah ada 11 negara yang meminjam di IMF. Inflasi di Argentina sudah 95 persen. Kalau di Indonesia inflasinya kita tidak bisa kendalikan dikuatirkan terpuruk bisa seperti tahun 1998 lalu,” paparnya.

Dengan demikian katanya, Jokowi minta supaya semua wilayah mengendalikan inflasi.

“Waktu itu pembicaranya sekitar 20 menteri. Dan semua diperintahkan untuk segera menekan laju inflasi. Kalau kita bicara inflasi secara umum malah masyarakat jadi bingung, tapi kita cerita dengan mama-mama harga naik, itulah inflasi. Pasti dipahami,” paparnya.

Dikatakan, apabila harga naik maka banyak masyarakat yang tidak bisa mengkonsumsi barang bagus. Dampaknya asupan kalori dan gizi berkurang akhirnya angka kemiskinan makin tinggi.

Ia mengapresiasi Pemkab Mimika bergerak cepat. BPS selalu mendukung apa yang dilakukan pemerintah dengan memberikan masukan langkah-langkah apa yamg harus mereka lakukan dalam mengatasi inflasi. Salah satu masukan, mengadakan pasar murah bisa menekan inflasi.

Selain itu, ia menganjurkan agar kedepan harus memastikan alur transportasi barang. Karena sebagian besar barang didatangkan dari luar Papua kecuali telur sudah masuk pada swasembada.

Selain itu biaya menyewa ekspedisi juga mahal dan perhatikan terhadap pengusaha besar agar tidak sampai menimbun barang. Jikapun ada yang menimbun maka pemerintah harus segera menyiapkan regulasi daerah sebagai dasar dalam memberikan tindakan. Sanksinya bisa mencabut izinnya dan sita barangnya.

Ia menambahkan dalam mengendalikan inflasi ini, Panglima dan Kapolri perintahkan agar menggunakan fasilitas TNI-Polri dalam distribusi supaya bisa menekan inflasi, baik dari sisi transportasi maupun keamanan. Mengatasi inflasi sistem kerjanya berkolaborasi tidak bisa sendiri-sendiri.

Oleh karena itu, katanya BPS sebagai yang merilis angka inflasi akan selalu bekerja sama dengan pemerintah daerah bukan mengubah angka menjadi rendah melainkan menyajikan data sesuai yang dipotret di lapangan dan memberitahukan solusinya apa yang dilakukan untuk menekan inflasi. Apa komoditas yang harus diberi garis merah untuk segera dipenuhi. Apakah dengan cara membeli dari kabupaten atau provinsi lain yang sedang panen raya.

Ia menambahkan bagi pemerintah daerah yang berhasil menekan inflasi akan mendapatkan insentif dari Kementerian Keuangan untuk pemerintah daerah.

Menurutnya, pemerintah telah berupaya keras tinggal sekarang dukungan dari masyarakat dengan tidak menimbun barang dan menaikan harga. Yang menjadi kekuatiran jangan sampai masyarakat tidak punya akses untuk mendapatkan bahan kebutuhan dasar.

“Kalau kita bicara tentang ekonomi, maka sekarang sebenarnya investor lagi menunggu dan melihat kondisinya seperti apa. Kemarin habis Lebaran harga naik biasanya turun. Ini terjadi karena kebutuhan masyarakat tinggi sementara persediaan sedikit,” katanya. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

24 Oktober 2026
Kontak Tembak dengan TNI di Nduga, Dua Orang Diduga Anggota OPM Tewas

Kontak Tembak dengan TNI di Nduga, Dua Orang Diduga Anggota OPM Tewas

24 Oktober 2026
Monev Malam Hari di Puskesmas Ipaya, Dinkes Mimika Tekankan Inovasi dan Disiplin Pelayanan

Monev Malam Hari di Puskesmas Ipaya, Dinkes Mimika Tekankan Inovasi dan Disiplin Pelayanan

24 Oktober 2026
Biaya Logistik ke Jila Tembus Rp80 Juta, Kepala Distrik Dorong Pemulihan Keamanan

Biaya Logistik ke Jila Tembus Rp80 Juta, Kepala Distrik Dorong Pemulihan Keamanan

24 Oktober 2026
1.856 Liter Sopi Dimusnahkan, Begini Modus Miras Ilegal Masuk Mimika

1.856 Liter Sopi Dimusnahkan, Begini Modus Miras Ilegal Masuk Mimika

23 Oktober 2026
Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

23 Oktober 2026

POPULER

  • Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    628 shares
    Bagikan 251 Tweet 157
  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • DPMK Mimika Dorong 133 Kampung Susun Program Prioritas 2027

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Kajian Dokumen Lemasa Belum Tuntas, Sem Bukaleng Minta Kepastian

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    650 shares
    Bagikan 260 Tweet 163
  • Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Waspada Kabut Asap Karhutla dan El Niño

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
Next Post
Penjabat Bupati Mappi Ajak Semua Elemen Bangun Pendidikan

Penjabat Bupati Mappi Ajak Semua Elemen Bangun Pendidikan

Masyarakat Nduga Mulai Rasakan Terganggunya Pelayanan Transportasi Udara

Masyarakat Nduga Mulai Rasakan Terganggunya Pelayanan Transportasi Udara

BPS Mimika Laksanakan Uji Publik Data Warga Penerima Manfaat

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id