ADVERTISEMENT
Sabtu, Oktober 3, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Jalan Cenderawasih SP2 Masih Dipalang, Ketua LEMASA Ingatkan Jangan Tunggu Persoalan Membesar

“Saya akan mengambil langkah. Besok saya keluarkan undangan resmi dan kita jalankan mediasi. Setelah itu kita cari kesimpulan supaya akses jalan bisa kembali dibuka seperti biasa”. 

11 Agustus 2026
0
Jalan Cenderawasih SP2 Masih Dipalang, Ketua LEMASA Ingatkan Jangan Tunggu Persoalan Membesar

Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA), Sem Bukaleng. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Persoalan lahan yang berbuntut pemalangan Jalan Cenderawasih SP2 Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, hingga kini belum menemukan titik penyelesaian. 

Kondisi tersebut mendorong Ketua Lembaga Masyarakat Hukum Adat (LEMASA) Kabupaten Mimika, Sem Bukaleng turun langsung mengambil peran untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Kepada koranpapua.id, Selasa 11 Agustus 2026, Sem Bukaleng menegaskan bahwa pemerintah daerah maupun pihak terkait perlu segera duduk bersama dan mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.

Menurutnya, persoalan yang terjadi sudah berlangsung beberapa hari, namun belum ada langkah penyelesaian yang memberikan kepastian kepada masyarakat.

Baca Juga

BNNP Papua Musnahkan 66,47 Gram Ganja Hasil Pengungkapan di Bandara Sentani

Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

“Sudah beberapa hari persoalan ini berlangsung, tetapi belum ada solusi yang kami dapatkan. Karena itu, saya mengambil bagian untuk mencari jalan keluar agar jangan sampai persoalan ini berkembang dan menimbulkan korban,” tegas Sem.

Ia mengatakan, LEMASA akan menggelar mediasi dengan mengundang seluruh pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut. 

Rencananya, pihak yang akan diundang antara lain Kepala Distrik Mimika Baru, lurah terkait, kepala kampung, kepolisian, serta masyarakat yang terlibat dalam persoalan tanah.

Sem menegaskan, pertemuan tersebut harus menghasilkan kesepakatan yang jelas dan dituangkan dalam berita acara agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

“Kita duduk bersama, mencari solusi dan membuat berita acara. Setelah ada kesepakatan, masalah ini harus selesai dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman,” ujarnya.

Kritik Respons Aparat

Sem juga menyoroti lambannya respons aparat kepolisian polres mimika dalam menangani persoalan tersebut. 

Ia mengaku masyarakat sebelumnya telah menyerahkan persoalan itu kepada kepolisian, namun hingga kini belum mendapatkan kabar terkait langkah penyelesaian.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi memicu persoalan yang lebih besar.

“Kalau persoalan ini dibiarkan, dampaknya bisa mengenai semua pihak. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya masih bisa diselesaikan secara baik justru menjadi konflik besar,” katanya.

Ia berharap Kapolres Mimika yang baru dapat melihat persoalan tersebut secara serius dan segera mengambil langkah bersama seluruh pihak.

“Ini bukan persoalan kecil kalau dibiarkan. Kita harus mencegah sebelum terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

LEMASA Minta Jalan Kembali Dibuka

Sem juga menyampaikan bahwa sebagian akses jalan yang sebelumnya dipalang telah dibuka, namun masih terdapat bagian jalan yang belum sepenuhnya dapat dilalui masyarakat.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri dan memberikan ruang bagi proses mediasi.

“Saya akan mengambil langkah. Besok saya keluarkan undangan resmi dan kita jalankan mediasi. Setelah itu kita cari kesimpulan supaya akses jalan bisa kembali dibuka seperti biasa,” jelasnya.

Ia menegaskan, kehadiran LEMASA bukan untuk memperkeruh keadaan, melainkan menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan martabat masyarakat adat.

“Kami juga bagian dari pemerintah dan bagian dari masyarakat adat. Jadi kita harus saling menghargai dan mencari solusi bersama,” pungkas Sem Bukaleng.

LEMASA kini mendorong seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan aparat keamanan, untuk tidak menunggu persoalan SP2 membesar sebelum mengambil tindakan. (*) 

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

BNNP Papua Musnahkan 66,47 Gram Ganja Hasil Pengungkapan di Bandara Sentani

BNNP Papua Musnahkan 66,47 Gram Ganja Hasil Pengungkapan di Bandara Sentani

2 Oktober 2026
Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

2 Oktober 2026
Dapur MBG di Mimika Disuspensi 8 Bulan, Sebelumnya Layani Lima Sekolah

Dapur MBG di Mimika Disuspensi 8 Bulan, Sebelumnya Layani Lima Sekolah

2 Oktober 2026
PT Freeport Dorong Mama-Mama SP 9 dan SP 12 Olah Pangan Lokal

PT Freeport Dorong Mama-Mama SP 9 dan SP 12 Olah Pangan Lokal

2 Oktober 2026
KPPG Papua Dorong SPPG Libatkan Pelaku Usaha Lokal

KPPG Papua Dorong SPPG Libatkan Pelaku Usaha Lokal

2 Oktober 2026
M3 Salon Hadir di Timika, Tawarkan Layanan Hair Style hingga Hair Treatment

M3 Salon Hadir di Timika, Tawarkan Layanan Hair Style hingga Hair Treatment

2 Oktober 2026

POPULER

  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    579 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Maikel Edwar Tewas, Irvan Patah Tangan dalam Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Kapal LCT Cahaya Permata Hati Tenggelam di Puriri, 8 Orang Dicari Tim SAR

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
Next Post
Penyaluran Dana Desa Berujung Ricuh, Sejumlah Kantor Pemerintah di Puncak Dibakar Massa

Penyaluran Dana Desa Berujung Ricuh, Sejumlah Kantor Pemerintah di Puncak Dibakar Massa

247 Anak Mimika Berebut Beasiswa YPMAK, Hanya 13 Lolos ke UPN Yogyakarta

247 Anak Mimika Berebut Beasiswa YPMAK, Hanya 13 Lolos ke UPN Yogyakarta

Kapolda Papua Tengah Warning Keras: Pengamanan Freeport Jangan Tunggu Gangguan Terjadi, Intelejen Tak Boleh Kecolongan

Kapolda Papua Tengah Warning Keras: Pengamanan Freeport Jangan Tunggu Gangguan Terjadi, Intelejen Tak Boleh Kecolongan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id