ADVERTISEMENT
Rabu, November 4, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Lemasko Sesalkan Oknum Peternak ‘Nakal’ Buang Babi Mati Terserang Virus ASF di Kali Kamora

Bangkai babi yang membusuk di sungai mengakibatkan pencemaran air dan penyakit bagi warga Kamoro yang masih mengandalkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan harian, seperti mandi dan mencuci.

4 Maret 2024
0
Lemasko Sesalkan Oknum Peternak ‘Nakal’ Buang Babi Mati Terserang Virus ASF di Kali Kamora

Bangkai babi yang dibuang peternak di Kali Kamora. (Foto : Ist./Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Tingginya angka kematian babi yang terserang virus ganas African Swine Fever (ASF) di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, kini menjadi keresahan warga daerah ini.

Keresahan itu dikarenakan jumlah ternak babi yang mati setiap hari terus bertambah, juga belum ada kepastian kapan virus ini bisa menghilang dari bumi Mimika.

Tidak sampai disitu saja, keresahan warga ini bertambah lagi sebagai akibat dari ulah oknum peternak ‘nakal’ yang membuang babi mati akibat terserang virus ASF ke Kali Kamora.

Warga Kamoro yang tinggal di sekitar Kali Kamora atau Pindah-pindah sangat menyayangkan prilaku oknum peternak yang menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan bangkai babi.

Baca Juga

Gerai Kopdes Tak Kunjung Dibangun, APDESI Mimika Pertanyakan Kepastian Program

Polisi Tangkap Pelaku Pengrusakan Rumah di Timika

Marianuas Maknaepeku, Wakil Ketua Lemasko kepada Koranpapua.id, Minggu 3 Maret 2024 mengatakan, keputusan oknum peternak membuang bangkai babi di Kali Kamora merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji.

“Saya barusan terima pengaduan dari warga kami Kamoro. Bahwa mereka temukan bangkai babi yang dibuang di Kali Kamora dan terapung di air. Kami dari Lemasko sangat menyesalkan cara-cara tersebut,”tegas Marianus.

Dikatakan, bangkai babi yang terapung dan membusuk di sungai mengakibatkan pencemaran air dan penyakit bagi warga Kamoro yang masih mengandalkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan harian, seperti mandi dan mencuci.

“Ini sudah ada keluhan bahwa ada warga yang mandi di kali badan mereka gatal-gatal. Bisa saja gatal-gatal disebabkan airnya sudah tercemar dengan bangkai babi,” sesalnya.

Sebagai tokoh masyarakat Suku Kamoro, Marianus mengharapkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak dan Keswan) Mimika segera mengambil tindakan cepat.

Ini bertujuan untuk menghindari timbulnya persoalan sosial dan kesehatan baru di masyarakat.

Salah satu langkah pertama yang harus dilakukan Disnak-Keswan adalah menurunkan petugas untuk mengangkat bangkai babi di kali untuk dikuburkan di tempat yang lebih aman.

“Karena setahu kami, air Kali Kamora selain dipakai untuk mandi dan cuci kadang warga juga gunakan untuk minum. Ini yang kita kuatirkan,” tandas Marianus.

Marianus juga menganjurkan agar peternak dapat menguburkan babi yang mati secara baik, untuk mencegah penyebaran virus ASF meluas ke daerah yang masih aman.

“Saya minta dinas terkait berikan edukasi yang baik kepada peternak. Kalau babinya mati dikuburkan. Kalau mereka buang di kali nanti merugikan semua orang,” saran Marianus.

Sebelumnya Disnak-Keswan sudah mengeluarkan himbauan kepada warga Mimika agar tidak membuang bangkai babi ke sungai, tetapi harus dikuburkan.

Sementara drh. Sabelina Fitriani, Kadisnak Keswan Mimika melalui Yorda Ola, Kasie Pembibitan Ternak membenarkan ada satu dua peternak yang ‘nakal’ membuang bangkai babinya di Kali Kamora.

Ia menuturkan, sekarang menjadi kesulitan peternak, karena mereka tidak ada lagi lokasi untuk menguburkan bangkai babi milik mereka. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Sehari Setelah Jadi Tersangka, Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP

Sehari Setelah Jadi Tersangka, Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP

4 November 2026
Gerai Kopdes Tak Kunjung Dibangun, APDESI Mimika Pertanyakan Kepastian Program

Gerai Kopdes Tak Kunjung Dibangun, APDESI Mimika Pertanyakan Kepastian Program

4 November 2026
Polisi Tangkap Pelaku Pengrusakan Rumah di Timika

Polisi Tangkap Pelaku Pengrusakan Rumah di Timika

4 November 2026
Antrean BBM Mimika Tak Teratasi, Penjualan Eceran Disorot

Antrean BBM Mimika Tak Teratasi, Penjualan Eceran Disorot

4 November 2026
Bupati Mimika Temui Menteri PKP, Usulkan Rumah bagi Warga Iwaka

Bupati Mimika Temui Menteri PKP, Usulkan Rumah bagi Warga Iwaka

4 November 2026
Bantuan Penjual Pinang Mimika Rp250 Juta, Tiap KK Rp2,5 Juta

Bantuan Penjual Pinang Mimika Rp250 Juta, Tiap KK Rp2,5 Juta

4 November 2026

POPULER

  • TPNPB Klaim Eksekusi Tiga Perempuan di Dekai, Ancam Operasi Lanjutan

    TPNPB Klaim Eksekusi Tiga Perempuan di Dekai, Ancam Operasi Lanjutan

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Mimika Catat 326 Kasus Baru HIV, Terbanyak pada Usia 20–24 Tahun

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • 28 Ibu Hamil di Mimika Positif HIV, 24 Orang Telah Jalani Pengobatan ARV

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Dua Pekerja Sumur di Mimika Tewas Saat Hendak Memperdalam Sumur

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • ASN Korban Penikaman di Ilaga Dievakuasi ke Timika, Pisau Masih Tertancap

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Polisi Ungkap Kronologi Pembakaran Mobil Anggota Brimob di Kwamki Narama

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Polisi Dalami Dugaan Motif Balas Dendam di Balik Penikaman ASN di Ilaga

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
Next Post
Kematian Babi di Timika Tembus 3.278 Ekor, Warga SP6 Palang Lahan Penguburan

Kematian Babi di Timika Tembus 3.278 Ekor, Warga SP6 Palang Lahan Penguburan

Ketua LPTQ Mimika: MTQ Ajang untuk Kembali ke Al-quran, Bukan Acara Seremonial Semata

Ketua LPTQ Mimika: MTQ Ajang untuk Kembali ke Al-quran, Bukan Acara Seremonial Semata

Kepala BBPJ Mimika Sebut Tahun 2024 Ada 10.465 Paket Kegiatan yang Ditangani 65 OPD

Kepala BBPJ Mimika Sebut Tahun 2024 Ada 10.465 Paket Kegiatan yang Ditangani 65 OPD

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id