ADVERTISEMENT
Jumat, November 6, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

TPNPB Ultimatum Warga Pendatang di Tambrauw, Ancam Bunuh Jika Tak Tinggalkan Wilayah

TPNPB juga mengancam akan membunuh warga pendatang yang ditemukan masih berada di wilayah operasi mereka.

6 November 2026
0
TPNPB Ultimatum Warga Pendatang di Tambrauw, Ancam Bunuh Jika Tak Tinggalkan Wilayah

Sejumlah anggota TPNPB Kodap XXXIII Rumana Tambrauw dalam pernyataan terkait ultimatum kepada warga pendatang di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TAMBRAUW, Koranpapua.id – Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XXXIII Rumana Tambrauw mengeluarkan ultimatum kepada warga pendatang asal luar Papua yang berada di wilayah operasi mereka di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, agar meninggalkan daerah tersebut.

Ultimatum itu disampaikan melalui siaran pers kedua Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, Jumat 6 November 2026, menyusul klaim kelompok tersebut mengenai serangkaian serangan bersenjata di Kampung Sikor dan Kampung Imor pada 4–5 November 2026.

Wakil Panglima TPNPB Kodap XXXIII Rumana Tambrauw, Leonardo Suvi, menyampaikan peringatan tersebut kepada warga pendatang yang bekerja di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, transportasi, dan konstruksi.

Dalam pernyataan itu, TPNPB juga mengancam akan membunuh warga pendatang yang ditemukan masih berada di wilayah operasi mereka.

Baca Juga

TPNPB Klaim Tembak Enam Orang dalam Dua Hari Penyerangan di Tambrauw

Pria 45 Tahun Ditemukan Meninggal di Kuala Kencana, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan

Ancaman tersebut menyasar masyarakat berdasarkan asal daerah dan berpotensi membahayakan keselamatan warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik bersenjata.

Selain mengeluarkan ultimatum, TPNPB mengklaim telah membebaskan dan memulangkan sejumlah perempuan asal Indonesia yang berada di kamp perusahaan saat operasi berlangsung di Kampung Imor.

Kelompok tersebut menyebut tindakan itu sebagai bentuk penghormatan terhadap hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia (HAM).

Namun, hingga kini belum ada verifikasi independen mengenai jumlah perempuan yang disebut telah dipulangkan, identitas mereka, kondisi keselamatan, maupun proses pemulangannya.

Dalam siaran pers yang sama, TPNPB turut menuduh aparat keamanan Indonesia melakukan pelanggaran HAM dalam operasi militer di Papua. Tuduhan tersebut disampaikan tanpa disertai bukti pendukung dalam dokumen pernyataan itu.

TPNPB juga mendesak Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, untuk memberikan perhatian terhadap persoalan politik dan konflik berkepanjangan di Papua.

Mayor Arnoldus Jansen Kocu, sebagaimana dikutip dalam siaran pers tersebut, meminta PBB bertanggung jawab terhadap persoalan Papua dengan merujuk pada Pasal 73e Piagam PBB dan sejumlah resolusi internasional.

Kelompok itu juga mengklaim konflik bersenjata di Papua telah menyebabkan lebih dari 127.031 warga sipil mengungsi di berbagai wilayah.

Di tengah situasi keamanan tersebut, ancaman terhadap warga sipil, termasuk masyarakat pendatang, menjadi persoalan serius. Perlindungan terhadap penduduk yang tidak terlibat dalam konflik bersenjata merupakan bagian penting dari prinsip hukum humaniter internasional.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh konfirmasi independen mengenai klaim pemulangan sejumlah perempuan, jumlah pengungsi yang disebutkan TPNPB, maupun tanggapan resmi pemerintah dan aparat keamanan terkait ultimatum serta tuduhan yang disampaikan kelompok tersebut. (*)

Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

TPNPB Klaim Tembak Enam Orang dalam Dua Hari Penyerangan di Tambrauw

TPNPB Klaim Tembak Enam Orang dalam Dua Hari Penyerangan di Tambrauw

6 November 2026
TPNPB Ultimatum Warga Pendatang di Tambrauw, Ancam Bunuh Jika Tak Tinggalkan Wilayah

TPNPB Ultimatum Warga Pendatang di Tambrauw, Ancam Bunuh Jika Tak Tinggalkan Wilayah

6 November 2026
Pria 45 Tahun Ditemukan Meninggal di Kuala Kencana, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan

Pria 45 Tahun Ditemukan Meninggal di Kuala Kencana, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan

6 November 2026
Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penembakan Brigpol Ronald Enok

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penembakan Brigpol Ronald Enok

6 November 2026
Kontak Tembak di Yahukimo, TNI Amankan Senjata dan Amunisi

Kontak Tembak di Yahukimo, TNI Amankan Senjata dan Amunisi

6 November 2026
Satgas Pasgat Kenyam Beli Hasil Kebun Warga, Pererat Hubungan dengan Masyarakat Nduga

Satgas Pasgat Kenyam Beli Hasil Kebun Warga, Pererat Hubungan dengan Masyarakat Nduga

5 November 2026

POPULER

  • Mimika Catat 326 Kasus Baru HIV, Terbanyak pada Usia 20–24 Tahun

    Mimika Catat 326 Kasus Baru HIV, Terbanyak pada Usia 20–24 Tahun

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • TPNPB Klaim Eksekusi Tiga Perempuan di Dekai, Ancam Operasi Lanjutan

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • 28 Ibu Hamil di Mimika Positif HIV, 24 Orang Telah Jalani Pengobatan ARV

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Sehari Setelah Jadi Tersangka, Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • ASN Korban Penikaman di Ilaga Dievakuasi ke Timika, Pisau Masih Tertancap

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Dua Pekerja Sumur di Mimika Tewas Saat Hendak Memperdalam Sumur

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Polisi Ungkap Kronologi Pembakaran Mobil Anggota Brimob di Kwamki Narama

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
TPNPB Klaim Tembak Enam Orang dalam Dua Hari Penyerangan di Tambrauw

TPNPB Klaim Tembak Enam Orang dalam Dua Hari Penyerangan di Tambrauw

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id