TIMIKA, Koranpapua.id – Kapal LCT Cahaya Permata Hati yang mengangkut pasir dilaporkan tenggelam di Perairan Puriri, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin 28 September 2026 sore.
Sebanyak delapan orang yang berada di atas kapal tersebut terdiri dari satu nahkoda dan tujuh awak atau penumpang, yakni Melianus sebagai nahkoda, Firwansyah, Ridwan, Muhamad Adil, Hamsir, Khaidir Aswar, Firman P. Hutagaol, dan Muhamad Syarif Hamzah.
Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Rakyat Poumako, Timika, sekitar pukul 06.00 WIT dengan tujuan Pelabuhan Asmat.
Sekitar pukul 15.18 WIT, kapal dilaporkan mengalami kebocoran saat berada di sekitar Perairan Puriri. Kebocoran menyebabkan kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran hingga akhirnya tenggelam.
Informasi kecelakaan laut tersebut kemudian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Timika.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna, melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika, Charles Y. Batlajery, langsung mengerahkan tim SAR gabungan menuju lokasi.
Tim bergerak menggunakan LCT Tri Anugerah Maritim 605 dan RBB Basarnas untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap delapan orang di atas LCT Cahaya Permata Hati.
Hingga berita ini ditulis, tim SAR gabungan masih dalam perjalanan menuju lokasi tenggelamnya kapal. (*)










