by.PROKESMI_Promosi Kesehatan Kabupaten Mimika
Timika,Koranpapua.id– Penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Mimika terus diintensifkan. Berdasarkan data MICA TBC Sensitif Obat (SO) per 14 Juli 2026, total skrining TBC selama Januari–Juni 2026 mencapai 20.716 orang, dengan puncak aktivitas terjadi pada Juni sebanyak 7.611 orang.
Tren Bulanan dan Capaian Target
Skrining TBC menunjukkan peningkatan signifikan menjelang akhir semester I. Rinciannya: Januari 2.484 orang, Februari 2.391, Maret 1.972, April 3.292, Mei 2.966, dan melonjak menjadi 7.611 pada Juni. Kenaikan ini menandakan penguatan upaya aktif penemuan terduga TBC.
Hingga Juni 2026, jumlah terduga TBC tercatat 8.592 orang dari target tahunan 13.810 (62%). Sementara itu, kasus TBC yang ditemukan/diobati mencapai 1.208 dari target 2.557 kasus (47%).
Distribusi Kasus Berdasarkan Fasilitas Kesehatan
Kasus TBC SO terbanyak dilaporkan oleh Puskesmas Timika (247 kasus), diikuti Pasar Sentral (179), RS Mitra Masyarakat (171), Wania (130), Timika Jaya (102), dan RSUD Kabupaten Mimika (96).
Selain TBC SO, terdapat 21 kasus TBC Resistan Obat (RO) hingga Juni 2026—melebihi total sepanjang 2025 yang sebanyak 19 kasus.
Kasus pada Anak dan Komorbiditas
Pengendalian TBC juga menyoroti kelompok anak. Pada Januari–Juni 2026, tercatat 207 kasus TB anak (116 laki-laki, 91 perempuan), dengan mayoritas pada usia 5–14 tahun (110 kasus).
Untuk indikator TB-HIV, dari 1.208 pasien TBC, sebanyak 1.131 telah diperiksa atau diketahui status HIV-nya. Di antaranya, 124 pasien TBC-HIV positif, dan 63 di antaranya sudah memulai terapi antiretroviral (ART). Kasus TB dengan diabetes melitus (TB-DM) tercatat 42 kasus, terbanyak di Puskesmas Pasar Sentral (20) dan Puskesmas Timika (11).
Pemeriksaan Laboratorium dan Alur Penemuan Kasus
Total pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) selama semester I mencapai 7.392 tes. Fasilitas dengan pemeriksaan tertinggi adalah RSUD Kabupaten Mimika (2.643), disusul Puskesmas Timika Jaya (1.142), RS Mitra Masyarakat (1.018), Puskesmas Timika (944), Puskesmas Karang Senang (919), dan Puskesmas Wania (726).
Meski skrining meningkat, tantangan dalam alur penemuan kasus masih tinggi. Pada Juni, dari 7.611 orang yang diskrining, 1.982 (26%) masuk kategori terduga, dan dari jumlah tersebut hanya 198 (10%) yang terkonfirmasi positif TBC. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan kualitas penapisan, pemeriksaan terduga, serta percepatan inisiasi pengobatan bagi pasien positif.
Kepatuhan Pengobatan dan Prioritas Semester II
Sebagian besar faskes telah mencapai 100% dalam memulai pengobatan bagi pasien positif. Namun beberapa masih di bawah target.
Dengan capaian 47% dari target tahunan, percepatan pada semester II menjadi kunci.
Prioritas meliputi: skrining yang lebih tepat sasaran, penguatan pemeriksaan terduga, investigasi kontak, optimalisasi rujukan balik dari rumah sakit ke Puskesmas, peningkatan kepatuhan minum obat, serta edukasi masyarakat untuk mengurangi stigma dan mendorong pemeriksaan dini.
Masyarakat di harapkan melakukan skrining TBC di posyandu maupun pada layanan kesehatan lainnya.
Pesan utama bagi Masyarakat
“ Batuk lebih dari dua minggu bukan hal biasa segera periksa ke Puskesmas”
“TBC bukan aib; TBC dapat disembuhkan bila terdeteksi cepat dan diobati hingga tuntas”
Mari bersama kita tuntaskan TBC di kabupaten Mimika!
Editor : Marthen Moru







