ADVERTISEMENT
Minggu, Agustus 23, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika

Wabup Emanuel Kemong: Penanganan Stunting Tidak Bisa Hanya Dibebankan ke Dinkes, Semua OPD Harus Bergerak

Pemerintah Kabupaten Mimika terus memperkuat koordinasi lintas sektor melalui pembentukan dan penguatan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

8 Juli 2026
0
Wabup Emanuel Kemong: Penanganan Stunting Tidak Bisa Hanya Dibebankan ke Dinkes, Semua OPD Harus Bergerak

Wakil Bupati Mimika saat membuka Rakor Lintas Sektiral OPD Pengampu Stunting, Rabu 8 Juli 2026. (foto:Ril/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah tidak dapat hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes).

Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah distrik, pemerintah kampung, tenaga kesehatan, dunia usaha hingga tokoh masyarakat, juga harus bergerak dan bersinergi agar target penurunan stunting dapat tercapai secara efektif.

ADVERTISEMENT

Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Mimika, Emanuel Kemong, saat membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektoral OPD Pengampu Stunting terkait Surat Keputusan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Mimika.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) Projek PASTI-Papua bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bapedda ) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika di salah satu hotel di Timika, Rabu 8 Juli 2026.

Baca Juga

Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil 33 Minggu dari Sinak Menuju RSUD Mimika 

Peringati Empat Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Minta Hukuman Pelaku Tak Dikurangi

Hadir dalam kegiatan itu, pimpinan OPD pengampu stunting, Kepala DP3AP2KB Mimika, perwakilan Wahana Visi Indonesia (WVI) dan para kepala distrik.

Tampak juga perwakilan PT Freeport Indonesia (PTFI), Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), serta para peserta dari berbagai instansi terkait.

Dalam sambutannya, Emanuel Kemong menegaskan bahwa stunting merupakan salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Menurutnya, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai factor.

Di antaranya kemiskinan, pemenuhan gizi keluarga, akses terhadap layanan kesehatan, sanitasi, air bersih, ketahanan pangan, pendidikan, perlindungan sosial hingga perubahan perilaku masyarakat.

“Stunting bukan semata-mata persoalan kesehatan. Permasalahan ini berkaitan erat dengan berbagai aspek pembangunan sehingga membutuhkan penanganan yang serius, terintegrasi, dan berkelanjutan,” tegas Emanuel.

Ia mengatakan, keberhasilan menurunkan angka stunting hanya dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan bekerja secara terpadu sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terus memperkuat koordinasi lintas sektor melalui pembentukan dan penguatan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

Tim ini selanjutnya akan dijadikan sebagai wadah yang bekerja untuk memastikan seluruh program berjalan secara terarah, terukur, dan saling mendukung.

Emanuel mengatakan, Surat Keputusan (SK) TPPS yang telah ditetapkan harus menjadi pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sehingga tidak terjadi tumpang tindih program.

“Melalui SK TPPS ini, setiap perangkat daerah memiliki peran yang jelas sehingga seluruh intervensi, baik intervensi spesifik maupun intervensi sensitif, dapat direncanakan, dilaksanakan, dipantau, dan dievaluasi secara terpadu,” ujarnya.

Data Akurat Jadi Kunci

Selain koordinasi lintas sektor, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya penguatan sistem data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi.

Karena menurutnya, data yang valid menjadi dasar dalam menentukan sasaran penerima manfaat, menyusun kebijakan, hingga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh program percepatan penurunan stunting.

Ia berharap seluruh OPD mampu membangun mekanisme kerja yang lebih efektif dengan berbagi data dan informasi sehingga setiap intervensi benar-benar tepat sasaran.

“Data yang akurat merupakan fondasi utama dalam menentukan kebijakan. Tanpa data yang valid, program yang dijalankan berpotensi tidak tepat sasaran,” katanya.

Empat Arahan Penting

Dalam kesempatan tersebut, Emanuel Kemong memberikan empat arahan kepada seluruh OPD pengampu stunting di Kabupaten Mimika.

Pertama, seluruh perangkat daerah diminta memahami dan melaksanakan tugas serta fungsi masing-masing sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan TPPS.

Kedua, seluruh program percepatan penurunan stunting harus diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran setiap perangkat daerah sehingga memiliki dukungan anggaran yang memadai.

Ketiga, koordinasi lintas sektor serta integrasi data harus terus diperkuat agar pendampingan kepada keluarga berisiko stunting dapat dilakukan hingga ke tingkat kampung.

Keempat, setiap OPD diwajibkan melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan secara berkala terhadap capaian program sehingga perkembangan penanganan stunting dapat terus dipantau.

Tidak Hanya Mengejar Angka

Emanuel menegaskan, keberhasilan program percepatan penurunan stunting tidak hanya diukur dari turunnya angka prevalensi stunting.

Tetapi juga dari meningkatnya kualitas pelayanan kepada masyarakat, semakin luasnya cakupan intervensi terhadap kelompok sasaran, meningkatnya kualitas pendampingan keluarga berisiko stunting, serta semakin kuatnya koordinasi dan akuntabilitas antar perangkat daerah.

Ia optimistis target penurunan stunting di Kabupaten Mimika dapat tercapai apabila seluruh OPD, pemerintah distrik, pemerintah kampung, dunia usaha, lembaga mitra pembangunan, organisasi masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat mampu bekerja secara terpadu.

“Keberhasilan ini bukan hanya menghasilkan penurunan angka stunting, tetapi juga melahirkan generasi Mimika yang sehat, cerdas, berkualitas, dan mampu bersaing di masa depan,” ujar Emanuel.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati secara resmi membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektoral OPD Pengampu Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Mimika.

Ia berharap seluruh hasil rapat dapat ditindaklanjuti dengan langkah nyata di lapangan sehingga upaya percepatan penurunan stunting benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mewujudkan Kabupaten Mimika yang sehat, sejahtera, serta bebas dari stunting. (*)

Penulis: Ril Minggu

Penulis: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil 33 Minggu dari Sinak Menuju RSUD Mimika 

Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil 33 Minggu dari Sinak Menuju RSUD Mimika 

22 Agustus 2026
Peringati Empat Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Minta Hukuman Pelaku Tak Dikurangi

Peringati Empat Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Minta Hukuman Pelaku Tak Dikurangi

22 Agustus 2026
Pasutri asal China Dideportasi dari Indonesia, Diduga Lakukan Pemburuan Hewan Dilindungi di Papua 

Pasutri asal China Dideportasi dari Indonesia, Diduga Lakukan Pemburuan Hewan Dilindungi di Papua 

22 Agustus 2026
60 Ribu Masker Disiapkan Antisipasi Melonjaknya Kasus ISPA di Papua Tengah

60 Ribu Masker Disiapkan Antisipasi Melonjaknya Kasus ISPA di Papua Tengah

22 Agustus 2026
Kabupaten di Papua Tengah Wajib Usulkan 10 Program Prioritas untuk Program 2027

Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan: Pemprov Kerahkan Armada Gabungan, Kabut Asap Terlihat Nyata di Nabire

22 Agustus 2026
23 Bandara Tersebar di Papua Tengah: Terbanyak di Indonesia, Mozes Kilangin yang Terbesar

23 Bandara Tersebar di Papua Tengah: Terbanyak di Indonesia, Mozes Kilangin yang Terbesar

22 Agustus 2026

POPULER

  • Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    725 shares
    Bagikan 290 Tweet 181
  • Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

    612 shares
    Bagikan 245 Tweet 153
  • Sembilan Perempuan di Jila Mimika Dikabarkan Disandera, Seorang Ibu Dilaporkan Tewas

    608 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • Kontraktor OAP Palang Kantor BPBJ Mimika, Desak Bupati Turun Tangan

    588 shares
    Bagikan 235 Tweet 147
  • Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Pelarian Berakhir, Terduga Pelaku Pembunuhan di KM 10 Mimika Ditangkap Polisi di Makassar

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Polres Mimika Minta Bantuan Brimob

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
Next Post
Kadisdik Mimika Pastikan PPDB 2026 Berjalan Tertib, OAP Diprioritaskan, Praktik Siswa Titipan Ditolak

Kadisdik Mimika Pastikan PPDB 2026 Berjalan Tertib, OAP Diprioritaskan, Praktik Siswa Titipan Ditolak

Dukung Pemda Pegunungan Bintang, Satgas Pasgat Perkuat Razia PEKAT Berantas Perjudian Ilegal

Dukung Pemda Pegunungan Bintang, Satgas Pasgat Perkuat Razia PEKAT Berantas Perjudian Ilegal

Puluhan Kader Posyandu Mimika Ikuti Penilaian Strata, Wujud Komitmen Layani Masyarakat

Puluhan Kader Posyandu Mimika Ikuti Penilaian Strata, Wujud Komitmen Layani Masyarakat

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id