ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Langkah Kecil dari Mokwam: Napaki Jalan Panjang Anak-anak Papua untuk Bisa Sekolah

“Walau kami hanya sedikit siswa, kami ingin fasilitas sekolah bisa dilengkapi. Kami tetap semangat sekolah untuk meraih cita-cita kami”.

29 Mei 2026
0
Langkah Kecil dari Mokwam: Napaki Jalan Panjang Anak-anak Papua untuk Bisa Sekolah

Kunjungan kerja Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manokwari, I Gusti Ketut Suardana, ke SMPTKN Manokwari (foto ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

MANOKWARI- Koranpapua.id- Di balik hijaunya hutan dan pesona Burung Cenderawasih di Kampung Syoubri, Distrik Mokwam, tersimpan kisah perjuangan yang jauh dari hiruk-pikuk kota.

Di wilayah yang dikenal dunia karena kekayaan alamnya itu, anak-anak Papua setiap hari menapaki jalan panjang demi satu harapan sederhana: tetap bisa sekolah.

Suasana haru menyelimuti kunjungan kerja Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manokwari, I Gusti Ketut Suardana, ke SMPTKN Manokwari, Senin pekan lalu.

Di tengah keterbatasan fasilitas sekolah dan minimnya tenaga pendidik, suara polos para siswa terdengar lirih namun penuh makna.

Baca Juga

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Kabut Asap Mimika, PAUD–SD dan SLB Belajar dari Rumah

“Kami ingin tetap sekolah, jangan tinggalkan kami,” tutur para siswa lirih seperti dilansir Humas Kemenag Papua Barat

Kalimat sederhana itu menjadi potret nyata kehidupan anak-anak di wilayah pegunungan Mokwam.

Sebagian dari mereka harus berjalan berjam-jam menuju sekolah, melewati jalan berbatu, tanjakan, dan hutan, bahkan tanpa sepatu yang layak.

Dalam kunjungan tersebut, Gusti didampingi Kepala Seksi Pendidikan Agama Kristen, Sakeus Ullo, sekaligus memperkenalkan Pelaksana Tugas Kepala Sekolah yang baru, Jandra Rambing.

Bagi Gusti, perjuangan para guru dan siswa di SMPTKN Manokwari bukan sekadar cerita tentang pendidikan, melainkan tentang menjaga masa depan Papua dari wilayah-wilayah paling terpencil.

Ia mengaku bangga terhadap para guru yang tetap memilih mengabdi di tengah hutan Papua dengan segala keterbatasan akses dan fasilitas.

“Kami hadir untuk memberi dukungan dan semangat. Pendidikan sangat penting untuk masa depan, untuk membangun dan mengabdi bagi Tanah Papua,” ujarnya di hadapan para siswa.

“Tantangan kalian berbeda dengan anak-anak di kota. Hilangkan rasa malas, terus belajar, karena kalau bukan kalian, siapa lagi yang akan membangun Papua,” pesannya bijak.

Ia juga menegaskan bahwa SMPTKN Manokwari merupakan sekolah gratis yang dibiayai langsung oleh Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Bimas Kristen.

Pemerintah terus berupaya melengkapi sarana dan prasarana agar proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman dan aman.

Di tengah keterbatasan itu, semangat anak-anak tetap menyala. Salah satunya datang dari kisah Fince Mandacan.

Setiap hari, ia harus berjalan sekitar satu setengah jam untuk tiba di sekolah. Perjalanan panjang itu tidak membuatnya menyerah.

“Walau kami hanya sedikit siswa, kami ingin fasilitas sekolah bisa dilengkapi. Kami tetap semangat sekolah untuk meraih cita-cita kami,” tuturnya pelan.

Harapan serupa juga disampaikan para guru. Mereka berharap adanya perhatian lebih, terutama pembangunan asrama bagi siswa yang berasal dari kampung-kampung jauh dengan medan berat dan cuaca yang tidak menentu.

Sementara itu, Plt Kepala Sekolah baru, Jandra Rambing, mengajak seluruh siswa untuk tetap menjaga semangat belajar.

“Semangat belajar, singkirkan rasa malas, karena cita-cita besar hanya bisa diraih dengan usaha dan kerja keras,” katanya.

Pertemuan sederhana itu ditutup dengan pembagian paket alat tulis kepada para siswa.

Senyum kecil tampak menghiasi wajah anak-anak yang sejak pagi menunggu di ruang kelas sederhana mereka.

Di ruangan yang jauh dari kemewahan, harapan tetap tumbuh perlahan.

Kampung Syoubri sendiri merupakan salah satu dari 12 kampung wisata di Distrik Mokwam yang dikenal memiliki tujuh jenis burung cenderawasih, burung pintar yang mampu membedakan warna daun, hingga pohon pisang raksasa yang telah dikenal luas.

Namun di balik kekayaan alam yang memukau itu, tersimpan perjuangan besar anak-anak Papua dalam menjaga harapan lewat pendidikan.

Dari ruang-ruang kelas sederhana di kaki pegunungan Mokwam, mereka sedang belajar mengejar mimpi dan menyiapkan masa depan bagi Tanah Papua. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

13 Oktober 2026
Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

13 Oktober 2026
Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

13 Oktober 2026
Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

13 Oktober 2026
Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

13 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    796 shares
    Bagikan 318 Tweet 199
  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    514 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
  • Dolfin Beanal Kecam Pelayanan Festival Budaya Mimika: Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

    513 shares
    Bagikan 205 Tweet 128
Next Post
Ivent Jakarta Athletics League 2026: Tim Papua Athletics Center Raih Satu Emas dan Dua Perak

Ivent Jakarta Athletics League 2026: Tim Papua Athletics Center Raih Satu Emas dan Dua Perak

Petugas Kebersihan di Timika Temukan Bayi di Dekat Tempat Pembuangan Sampah

Petugas Kebersihan di Timika Temukan Bayi di Dekat Tempat Pembuangan Sampah

Mahasiswa Yahukimo Sukses Gelar Pentas Seni Budaya Papua di Titik Nol Kilometer Yogyakarta

Mahasiswa Yahukimo Sukses Gelar Pentas Seni Budaya Papua di Titik Nol Kilometer Yogyakarta

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id