ADVERTISEMENT
Kamis, Juli 9, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Insiden Berdarah Dogiayai: YLBH Papua Tengah Menilai Papua Sedang Tidak Baik-baik, Desak Dialok Jakarta-Papua

“Kenapa konflik yang terjadi di Aceh, Maluku, Poso dan Kalimantan, pemerintah Indonesia bisa segera menyelesaikan. Kenapa di Tanah Papua tidak bisa diselesaikan”.

4 April 2026
0
Ketua YLBH Papua Tengah Ingatkan Pelaku Pembunuhan SL Menyerahkan Diri

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Papua Tengah, Yoseph Temorubun. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Provinsi Papua Tengah, menilai kondisi keamanan di wilayah Papua Raya saat ini sedang tidak baik-baik.

Lembaga yang selama ini fokus pada pendampingan hukum dan keadilan masyarakat itu, mengungkapkan insiden berdarah yang menewaskan empat warga sipil di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah pada 31 Maret 2026, menjadi salah satu buktinya.

ADVERTISEMENT

Direktur YKBH Papua Tengah, Yosep Temorubun, S.H mengatakan, insiden berdarah Dogiayai merupakan bagian dari rentetan kekerasan dan konflik bersenjata di tanah Papua yang tidak pernah pernah habis.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Yosep menduga, kondisi yang terjadi di Papua saat ini bisa dipicu oleh bisnis elit Jakarta yang menjadikan Papua sebagai lahan bisnis.

Baca Juga

Komisi III DPRK Mimika Siapkan Perda Pendidikan, Jamin Beasiswa dan Dana Talangan bagi Calon Mahasiswa

Puluhan Kader Posyandu Mimika Ikuti Penilaian Strata, Wujud Komitmen Layani Masyarakat

“Kita bisa lihat setiap tahun pergantian Satgas baik TNI-Polri menunjukan bahwa ada pembiayaan negara dalam penempatan pasukan di tanah Papua,” ujar Yosep dalam keterangannya kepada koranpapua.id, Sabtu 4 April 2026.

Yoseph merasa heran dengan keputusan Presiden Prabowo yang lebih mengutamakan perang di negara lain dengan menawarkan diri menjadi mediator, sementara konflik bersenjata di Papua terkesan dibiarkan tanpa ada kepastian penyelesaian damai.

“Papua Tanah Damai hanya sebuah slogan murahan tanpa ada solusi dari pemerintah pusat untuk menyelesaiakan konflik bersenjata di Papua,” tegas Yoseph.

Terkait dengan kasus kekerasan dan konflik di tanah Papua, Toseph mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan dialog Jakarta-Papua.

Melalui dialog tersebut, publik tidak menginginkan Papua dalam lembaran sejarah daerah yang dijadikan sebagai konfront bersenjata TNI-Polri dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Karena menurutnya, jika tidak ada dialog untuk mengakhiri konflik bersenjata maka rakyat akan terus menjadi korban dan berdampak terhadap terhambatnya proses pembangun di tanah Papua.

“Pertanyaan publik selama ini kenapa konflik yang terjadi di Aceh, Maluku, Poso dan Kalimantan, pemerintah Indonesia bisa segera menyelesaikan. Kenapa di Tanah Papua tidak bisa diselesaikan,” tanya Yoseph.

Kondisi keamanan di Papua yang sedang tidak baik-baik juga sudah mendapatkan perhatian Komisi Tinggi PBB.
Lembaga internasional ini menyampaikan rasa prihatin dan menyebut Papua “Zona Merah”.

Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian khusus pemerintahan Prabowo Subianto dengan melakukan dialog Jakarta -Papua.

Namun harapan tersebut menjadi sirna karena pola pendekatan yang digunakan bukan dialog tetapi dengan cara mobilisasi militer di Tanah Papua yang berdampak terhadap stabilitas keamanan di Tanah Papua tidak kondusif.

“Kami YLBH Papua Tengah harus ada politik will pemerintah pusat secara serius menyikapi kekerasan dan konflik bersenjata TNI-Polri dan TPN-OPM,” pungkasnya.

Menurutnya, apalah artinya selalu mendengungkan slogan Papua tanah damai, namun realita di lapangan terus berjatuhan korban, baik warga sipil, TNI-Polri maupun TPN-OPM. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dorong Pemerataan Beasiswa, Komisi III DPRK Mimika RDP Bersama YPMAK, Dinas Pendidikan dan Aliansi Pelajar

Komisi III DPRK Mimika Siapkan Perda Pendidikan, Jamin Beasiswa dan Dana Talangan bagi Calon Mahasiswa

8 Juli 2026
Puluhan Kader Posyandu Mimika Ikuti Penilaian Strata, Wujud Komitmen Layani Masyarakat

Puluhan Kader Posyandu Mimika Ikuti Penilaian Strata, Wujud Komitmen Layani Masyarakat

8 Juli 2026
Dukung Pemda Pegunungan Bintang, Satgas Pasgat Perkuat Razia PEKAT Berantas Perjudian Ilegal

Dukung Pemda Pegunungan Bintang, Satgas Pasgat Perkuat Razia PEKAT Berantas Perjudian Ilegal

8 Juli 2026
Kadisdik Mimika Pastikan PPDB 2026 Berjalan Tertib, OAP Diprioritaskan, Praktik Siswa Titipan Ditolak

Kadisdik Mimika Pastikan PPDB 2026 Berjalan Tertib, OAP Diprioritaskan, Praktik Siswa Titipan Ditolak

8 Juli 2026
Wabup Emanuel Kemong: Penanganan Stunting Tidak Bisa Hanya Dibebankan ke Dinkes, Semua OPD Harus Bergerak

Wabup Emanuel Kemong: Penanganan Stunting Tidak Bisa Hanya Dibebankan ke Dinkes, Semua OPD Harus Bergerak

8 Juli 2026
Dorong Pemerataan Beasiswa, Komisi III DPRK Mimika RDP Bersama YPMAK, Dinas Pendidikan dan Aliansi Pelajar

Dorong Pemerataan Beasiswa, Komisi III DPRK Mimika RDP Bersama YPMAK, Dinas Pendidikan dan Aliansi Pelajar

8 Juli 2026

POPULER

  • Kombes dr. Rommy Sebastian: Pilot AMA Tewas Akibat Tembakan di Kepala

    Amerika Bereaksi Usai Warga Negaranya Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Yahukimo

    655 shares
    Bagikan 262 Tweet 164
  • Berkabung Atas Tewasnya Pilot Nicholas: AMA Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan di Papua

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Bupati Mimika Kritik Keras Kinerja Pejabat: “Sudah Dikasih Jabatan, Malas Masuk Kantor”

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Tabrak Trotoar di Mile 32 Timika, Pengendara Sepada Motor Dilaporkan Tewas

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Penembakan Perempuan Hamil di Intan Jaya Harus Diusut Tuntas, Komnas Perempuan: Ini Tragedi Kemanusiaan

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • YPMAK Genjot Transformasi RSMM, Seleksi Penyusun Master Plan Diikuti Puluhan Perusahaan Nasional

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Penembakan Pilot AMA Air, Uskup Jayapura: Pukulan terhadap Pelayanan Kemanusian di  Pedalaman Papua

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
Next Post
TNI AD Siap Bentuk Kodam Papua Tengah

TNI AD Siap Bentuk Kodam Papua Tengah

Oleng di Jalan Tidak Rata: Pengendara Motor Tabrak Kendaraan di Depan, Dilarikan ke RSUD Mimika

Oleng di Jalan Tidak Rata: Pengendara Motor Tabrak Kendaraan di Depan, Dilarikan ke RSUD Mimika

Ini Nama 11 Korban Tewas dalam Kebakaran Empat Ruko di Wamena, Dua Masih Anak-anak

Dua Unit Rumah di Timika Dilalap Api, 14 Ekor Babi Ikut Terbakar

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id