TIMIKA, Koranpapua.id- Jalan Ahmad Yani, mulai pertigaan kantor Polisi Militer (POM) hingga pertigaan Gorong-gorong kembali ditutup oleh ratusan pendulang emas, Rabu 25 Maret 2026.
Kondisi ini mengakibatkan akses jalan sejak pagi hingga siang ini tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.
Aksi ini dipicu oleh kekecewaan terhadap salah satu toko emas yang belum juga beroperasi sesuai jadwal.
Sejak pagi, para pendulang telah menunggu, bahkan sebagian mengaku sudah berada di lokasi sejak sehari sebelumnya.
Ketidakpastian tersebut memicu emosi massa. Mereka menuntut kejelasan dari pihak toko, mengingat hasil dulangan harus segera dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Mereka bilang hari Selasa buka. Kenapa tidak buka? Kami sudah tunggu dari pagi. Kalau mereka tidak mau beli emas lagi, lebih baik tutup,” ujar salah satu pendulang dengan nada kesal.
Pendulang lainnya menegaskan bahwa urusan ketersediaan dana sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak pembeli.
“Kami hanya datang untuk menjual emas dan menerima uang. Soal ada atau tidaknya uang, itu risiko pembeli,” tegasnya.
Menurut mereka, persoalan ini bukan sekadar transaksi, melainkan menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat.
AKBP Billyandha Hildiario Budiman, Kapolres Mimika mengatakan, saat ini personel kepolisian sudah berada di lokasi untuk melakukan pengamanan wilayah tersebut.

“Anggota sudah di sana, amankan lokasi yah. Polisi masih bernegosiasi dengan para pendulang agar blokade jalan dapat segera dibuka,” ujar Kapolres singkat. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










