DEIYAI, Koranpapua.id- Berdasarkan laporan terkini per Maret 2026, kinerja keuangan PT Freeport Indonesia (PTFI) pada tahun 2025 mengalami tantangan signifikan sehingga berdampak pada penurunan pendapatan dan laba bersih.
Dengan menurunnya pendapatan perusahaan itu, akan berdampak terhadap penyetoran Freeport kepada sejumlah daerah yang selama ini mendapatkan jatah dari keuntungan bersih perusahaan.
Terkait itu, Melkianus Mote, Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah sangat berharap agar di tengah situasi sulit yang kini sedang dialami perusahaan, Freeport tidak mengurangi setoran ke daerah atau minimalnya angkanya sama seperti tahun lalu.
Melkianus mengakui bahwa, selama ini pemerintah daerah sangat terbantu oleh setoran dari Freeport, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan oleh pemerintah pusat.
“Sangat terbantu oleh setoran dari PTFI untuk Papua Tengah dan delapan kabupaten yang ada di Papua Tengah,” ungkap Melkianus dalam keteranganya, Senin 23 Maret 2026.
Melkianus menjelaskan bahwa pada tahun 2025, perusahaan menghadapi sejumlah gangguan operasional, salah satunya longsor di area tambang bawah tanah.
Namun demikian, kenaikan harga komoditas tambang pada periode yang sama dinilai cukup membantu perusahaan dalam menutup biaya operasional.
Menurutnya, PTFI telah melakukan sosialisasi proyeksi setoran kepada para pemangku kepentingan di Papua Tengah dalam sebuah kegiatan yang dilaksanakan di Nabire.
Oleh karena itu, pemerintah daerah berharap angka setoran yang diberikan tidak jauh berbeda dari materi presentasi yang telah disampaikan sebelumnya.
“Kami berharap pada tahun 2026 perusahaan dapat beroperasi normal pasca longsor agar setoran ke daerah meningkat pada tahun-tahun mendatang,” katanya.
Seperti diketahui PTFI menyetorkan bagian daerah atas keuntungan bersih tahun 2024 senilai Rp4.63 triliun (dari totalRp7,73 triliun ke negara).
Diantaranya kepada Pemprov Papua Tengah, Pemkab Mimika serta tujuh kabupaten lain di Papua Tengah yakni, Nabire, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, Dogiyai, Deiyai dan Intan Jaya. (Redaksi)







