ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 1, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Film Anak Teman Tegar, Padukan Musikal dan Pertualangan Laki-Laki Bandung di Papua

Film ini menampilkan anak-anak sebagai subjek yang berani dan punya suara, bukan sebagai korban. Maira dan Tegar saling melengkapi karakter: Maira polos dan ceria, Tegar kalem dan reflektif.

7 Februari 2026
0
Film Anak Teman Tegar, Padukan Musikal dan Pertualangan Laki-Laki Bandung di Papua

Sejumlah pemain dan kru Film Anak Teman Tegar (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Film Anak Teman Tegar yang mengisahkan seorang anak laki-laki asal Bandung yang berlibur di Papua, dapat menjadikan motivasi bagi generasi Papua untuk lebih mencintai alam.

Seperti salah satu kalimat yang dikutip dalam film tersebut ‘Alam ini kasih kita banyak. Tapi kita tidak boleh kasih apa-apa selain bersyukur untuk alam ini”.

ADVERTISEMENT

Kalimat dalam film anak Teman Tegar: Maira–Whisper from Papua sepertinya menyampaikan pesan penting tentang kesadaran manusia terhadap relasi dengan alam.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Film yang disutradarai Anggi Frisca, memadukan unsur musikal dan petualangan melalui perjalanan Tegar yang diperankan M Aldifi Tegarajasa.

Baca Juga

Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Amungsa Cares Papua Imbau Warga Waspada

KPU Mimika Tetapkan 228.681 Pemilih, Ribuan Warga di Kawasan Perumahan Jadi Perhatian

Tegar merupakan seorang anak laki-laki dari Bandung, yang berlibur ke kampung halaman pengasuhnya di Papua, Teh Isy yang diperankan oleh Joan Wakum.

Kedatangan Tegar ke Papua dengan harapan menyaksikan keindahan burung Cendrawasih, sekaligus menapaki jejak cerita hutan yang pernah diceritakan mendiang kakeknya.

Ketika di Papua, Tegar bertemu Maira yang diperankan Elisabet Sisauta, gadis 12 tahun dari masyarakat adat yang mengajaknya menyusuri hutan untuk melihat burung Cendrawasih.

Persahabatan Tegar dan Maira berkembang, tidak hanya mengubah cara pandang mereka satu sama lain, tetapi juga membuka perspektif baru tentang alam dan kehidupan di sekitarnya.

Namun, rasa ingin tahu mereka berubah menjadi kesadaran akan bahaya yang mengancam hutan.

Konflik meningkat ketika masyarakat adat di pedalaman ditipu oleh Bos Besar, pemilik perusahaan pembalakan untuk tambang.

Maira, satu-satunya yang bisa membaca dan menulis di kampung halamannya, berusaha menyelamatkan hutan dibantu Tegar dan Teh Isy.

Film berdurasi lebih dari 90 menit ini menyuguhkan pesona alam Papua yang luar biasa, sekaligus mengangkat isu serius seperti krisis iklim.

Deforestasi, dan konflik perebutan lahan. Meski tema berat, film dikemas ringan sehingga ramah untuk semua usia.

Produser dr. Chandra Sembiring menekankan bahwa film dapat menjadi alat edukasi dan kampanye efektif.

“Kami ingin membangun ekosistem. Setiap film adalah alat edukasi, alat kampanye, dan benih gerakan,” ujar Chandra.

Pengalaman panjang Chandra di wilayah konflik, bencana, hutan, dan gunung-gunung membuatnya melihat masyarakat adat memiliki resiliensi yang kuat, yang sering terabaikan dalam pembangunan modern.

Film ini menampilkan anak-anak sebagai subjek yang berani dan punya suara, bukan sebagai korban. Maira dan Tegar saling melengkapi karakter: Maira polos dan ceria, Tegar kalem dan reflektif.

M Aldifi Tegarajasa membawakan karakter Tegar secara natural, menekankan pentingnya mendengar dan datang tanpa merasa paling tahu.

Elisabeth menampilkan Maira dengan ekspresi kuat tanpa banyak dialog, termasuk adegan sederhana seperti mengembalikan dokumen perusahaan sebagai simbol keberanian.

Pendekatan musikal menjadi kekuatan lain film ini, memadukan dongeng, musik, dan lanskap alam sebagai satu narasi utuh.

Joan Wakum, penyanyi dan aktris asal Papua, memerankan Teh Isy sekaligus memimpin pengembangan musik.

Ia bekerja sama dengan musisi lokal dan nasional untuk menciptakan komposisi orisinal yang menggabungkan ritme tradisional Papua dengan orkestrasi sinematik.

“Saya berharap film ini bukan sekadar hiburan. Lagu-lagu dan visual yang ditampilkan adalah kebanggaan kami anak-anak Papua. Ini tradisi yang akan kami bawa ke generasi berikutnya,” kata Joan Wakum. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tekan Kecelakaan, Dishub Bintuni Sasar Pelajar hingga Pengemudi Angkutan

Tekan Kecelakaan, Dishub Bintuni Sasar Pelajar hingga Pengemudi Angkutan

1 Oktober 2026
DPR Ketok Palu, Suyudi Ario Seto Gantikan Listyo Sigit sebagai Kapolri

DPR Ketok Palu, Suyudi Ario Seto Gantikan Listyo Sigit sebagai Kapolri

1 Oktober 2026
Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Amungsa Cares Papua Imbau Warga Waspada

Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Amungsa Cares Papua Imbau Warga Waspada

1 Oktober 2026
KPU Mimika Tetapkan 228.681 Pemilih, Ribuan Warga di Kawasan Perumahan Jadi Perhatian

KPU Mimika Tetapkan 228.681 Pemilih, Ribuan Warga di Kawasan Perumahan Jadi Perhatian

1 Oktober 2026
Pemkab Mimika Siapkan Rp3 Miliar untuk Pelebaran Jalan Irigasi Petrosea-Hasanudin

Pemkab Mimika Siapkan Rp3 Miliar untuk Pelebaran Jalan Irigasi Petrosea-Hasanudin

1 Oktober 2026
Bantuan Parpol Mimika Naik 5 Kali Lipat, Anggaran 10 Partai Tembus Rp9 Miliar

Bantuan Parpol Mimika Naik 5 Kali Lipat, Anggaran 10 Partai Tembus Rp9 Miliar

1 Oktober 2026

POPULER

  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    573 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Maikel Edwar Tewas, Irvan Patah Tangan dalam Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Kapal LCT Cahaya Permata Hati Tenggelam di Puriri, 8 Orang Dicari Tim SAR

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
Next Post
Kasus Pembunuhan SL di Jalan Ahmad Yani: Polres Mimika Amankan Saksi Kunci, Pelaku Lain Masih Diburu

Kasus Pembunuhan SL di Jalan Ahmad Yani: Polres Mimika Amankan Saksi Kunci, Pelaku Lain Masih Diburu

Pemkab Mimika Kucurkan Hibah Rp15 Miliar Perkuat Layanan RS Mitra Masyarakat

Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Tahun Ini Dinkes Mimika Bangun Perumahan Nakes di Pesisir dan Pegunungan

Gangguan Produksi Tambang Pertumbuhan Ekonomi Papua Tengah Kontraksi 6%, Maluku Utara Tampil sebagai Penyeimbang

Gangguan Produksi Tambang Pertumbuhan Ekonomi Papua Tengah Kontraksi 6%, Maluku Utara Tampil sebagai Penyeimbang

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id