TIMIKA, Koranpapua.id– Di tengah aktivitas nelayan yang masih menggantungkan hidup dari laut, gelombang tinggi dan angin kencang kini mengintai perairan Laut Arafuru.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Mozes Kilangin Timika mengimbau masyarakat pesisir untuk tidak mengabaikan peringatan cuaca ekstrem demi keselamatan saat melaut.
Forecaster BMKG Mozes Kilangin Timika, Fitria Nur Fadlilah, menjelaskan bahwa gelombang tinggi tersebut dipicu oleh angin kencang yang melintasi wilayah Timika dan sekitarnya, termasuk Laut Arafuru.
“Beberapa hari terakhir ini untuk Laut Arafuru memang kondisinya gelombangnya adalah tinggi. Ini dikarenakan adanya angin yang kencang yang melewati wilayah Timika dan yang sejalur, termasuk Laut Arafuru,” jelas Fitria Selasa 20 Januari 2026.
Ia menambahkan, kondisi tersebut berkaitan dengan adanya pusat tekanan rendah di tenggara Pulau Papua yang menyebabkan perbedaan tekanan udara cukup signifikan.
“Apabila perbedaan tekanan udaranya semakin besar antara wilayah yang satu dengan wilayah satunya, maka anginnya pun akan semakin kencang. Dengan adanya angin yang kencang ini, maka gelombang pun akan tinggi,” ujarnya.
Berdasarkan data BMKG, tinggi gelombang di Laut Arafuru saat ini berada pada kategori tinggi, yakni berkisar antara 2,5 hingga 4 meter dan diperkirakan terjadi di wilayah Laut Arafuru bagian Barat, Tengah, dan Timur.
Kondisi ini juga didukung oleh masih kuatnya angin baratan yang umumnya aktif pada bulan Desember hingga Januari.
Fitria menegaskan pentingnya nelayan mematuhi peringatan resmi sebelum melaut.
Kepada para nelayan, sebaiknya memperhatikan peringatan dari Syahbandar.
“Apabila Syahbandar sudah memberikan peringatan, berarti sudah mendapatkan informasi dari BMKG bahwa kondisi perairan memang dalam keadaan gelombang tinggi,” tegasnya.
Selain gelombang tinggi, kecepatan angin di wilayah tersebut juga terpantau bervariasi antara 20 hingga 30 knot, bahkan sempat mencapai 35 knot pada malam hari.
BMKG berharap masyarakat pesisir dan nelayan tidak mengabaikan peringatan cuaca demi keselamatan bersama. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










