ADVERTISEMENT
Minggu, Agustus 30, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim

Prosesi Adat Akhiri Konflik Kwamki Narama Maknanya Sakral, Sekda Puncak: Jaminan Kuat Konflik Tidak Terulang

Pemerintah Kabupaten Puncak juga akan melakukan pendataan terhadap warga yang terlibat konflik untuk proses pemulangan, khususnya masyarakat yang memiliki KTP Kabupaten Puncak.

12 Januari 2026
0
Prosesi Adat Akhiri Konflik Kwamki Narama Maknanya Sakral, Sekda Puncak: Jaminan Kuat Konflik Tidak Terulang

Wakil Bupati Puncak bersama Sekda Puncak Menu Tabuni. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Proses penyelesaian konflik antarkelompok warga yang menewaskan 11 orang di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, telah dinyatakan berakhir setelah melalui prosesi adat patah panah.

Kedua kubu yang bertikai hampir empat bulan terakhir sama-sama telah menandatangani kesepakatan damai pada Senin 12 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

Nenu Tabuni, Pj Sekda Kabupaten Puncak menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kabupaten Mimika dan masyarakat setempat menyusul terjadinya konflik tersebut.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Penyampaian permohonan maaf itu mengingat mereka yang terlibat dalam konflik tersebut ada yang berasal dari Kabupaten Puncak.

Baca Juga

APELCAMI Desak Pemkab Mimika Evaluasi Outsourcing: “Kami Bukan Minta Belas Kasihan”

Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

Nenu Tabuni menjelaskan bahwa perdamaian tersebut tercapai melalui kerja sama, komunikasi, dan kolaborasi intensif antara pemerintah dan masyarakat dari kedua belah pihak.

Ia menyebutkan, proses penyelesaian konflik telah memasuki tahap keempat dan ditandai dengan kesepakatan bersama untuk mengakhiri pertikaian melalui proses adat.

Menurut Nenu, prosesi adat memiliki makna sakral dan menjadi jaminan kuat bahwa konflik tidak akan terulang di kemudian hari.

“Jika prosesi adat sudah dilakukan, maka mereka tidak akan berperang lagi. Itu merupakan budaya masyarakat pegunungan,” ujar Nenu.

Selanjutnya akan dilaksanakan prosesi adat pembersihan darah, termasuk Wemum.

Terkait keributan yang sempat terjadi setelah prosesi perdamaian, Nenu menjelaskan bahwa hal tersebut dipicu oleh penahanan sejumlah warga dari salah satu pihak oleh Polres Mimika.

Penahanan itu memicu emosi keluarga karena beberapa warga yang diminta hadir dalam prosesi perdamaian masih dalam kondisi diborgol.

Pemerintah daerah lanjut Nenu akan berkoordinasi dengan Polres Mimika dan Kapolda Papua Tengah agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik baru.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Puncak juga akan melakukan pendataan terhadap warga yang terlibat konflik untuk proses pemulangan, khususnya masyarakat yang memiliki KTP Kabupaten Puncak.

Namun demikian, Nenu menegaskan bahwa apabila kekerasan kembali terjadi, maka proses hukum akan ditegakkan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Tindakan kekerasan merupakan tindak pidana murni dan tidak dapat ditoleransi,” pungkasnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

APELCAMI Desak Pemkab Mimika Evaluasi Outsourcing: “Kami Bukan Minta Belas Kasihan”

APELCAMI Desak Pemkab Mimika Evaluasi Outsourcing: “Kami Bukan Minta Belas Kasihan”

30 Agustus 2026
Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

29 Agustus 2026
Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

Kuliah Perdana ITB Dibuka, 176 Mahasiswa Disiapkan Jadi Generasi Penggerak Teluk Bintuni

29 Agustus 2026
Jaga Stabilitas Wilayah Perbatasan: Satgas Pasgat Oksibil dan Apkam Gelar Dialog Terbuka Bersama Ormas Bintang Sifik

Jaga Stabilitas Wilayah Perbatasan: Satgas Pasgat Oksibil dan Apkam Gelar Dialog Terbuka Bersama Ormas Bintang Sifik

29 Agustus 2026
Freeport dan Tempo Institute Perkuat Kapasitas Jurnalis Papua Tengah, 27 Wartawan Ikuti Program Pengembangan

Freeport dan Tempo Institute Perkuat Kapasitas Jurnalis Papua Tengah, 27 Wartawan Ikuti Program Pengembangan

29 Agustus 2026
Nasib 700 Pekerja TKBM Pomako Jadi Sorotan, DPRK Mimika Beri Pengurus Koperasi Waktu Tiga Bulan

Nasib 700 Pekerja TKBM Pomako Jadi Sorotan, DPRK Mimika Beri Pengurus Koperasi Waktu Tiga Bulan

29 Agustus 2026

POPULER

  • Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    648 shares
    Bagikan 259 Tweet 162
  • 26 Pejabat Polres Mimika Dimutasi, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti, Ini Daftarnya

    617 shares
    Bagikan 247 Tweet 154
  • 500 Hektare Perkebunan Kopi Arabika akan Dikembangkan di Papua Tengah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Tindak Lanjuti Edaran Bupati, Dishub Mimika Tertibkan Truk Pengangkut Material

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Profiling 2.644 ASN Mimika Dimulai, Bupati Tegaskan Karier Tak Boleh Lagi “Diacak-acak”

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Air Bersih Macet, Warga Manoware Mimika Kembali Berburu Mata Air

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Warning! Narkoba Masuk Kampung di Mimika, Babinsa Koramil Agimuga Amankan Tiga Pengedar

Warning! Narkoba Masuk Kampung di Mimika, Babinsa Koramil Agimuga Amankan Tiga Pengedar

Tiga Hari ‘Dikepung’ OPM, 18 Pekerja Freeport Berhasil Diselamatkan Satgas Habema

Tiga Hari ‘Dikepung’ OPM, 18 Pekerja Freeport Berhasil Diselamatkan Satgas Habema

Minimalisir Resiko Bencana, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspaan Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem

Minimalisir Resiko Bencana, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspaan Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id