TIMIKA, Koranpapua.id- Aksi kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) selama tahun 2025, cukup memprihatinkan.
Polda Papua dalam refleksi akhir tahun 2025 menyebutkan, selama satu tahun terakhir terdapat 94 warga sipil, termasuk TNI-Polri tewas akibat aksi kekerasan KKB.
Dari puluhan kasus kekerasan tersebut, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memetakan tiga kabupaten menjadi wilayah yang paling sering terjadi gangguan keamanan oleh KKB.
Ketiga kabupaten itu adalah Puncak dan Intan Jaya di Provinsi Papua Tengah, dan Kabupaten Yahukimo di Papua Pegunungan.
“Dari sebagian besar kabupaten di Papua, tiga kabupaten itu yang selama tahun 2025 sering mengalami gangguan keamanan oleh KKB,” ujar Brigjen Pol Faizal Rahmadani, Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz di Jayapura, Kamis 1 Desember 2025.
Dari tiga kabupaten yang rawan KKB, Kabupaten Yahukimo yang paling menonjol mengalami gangguan keamanan yang dilakukan kelompok separatis.
Laporan yang diterima terungkap di Kabupaten Yahukimo selama tahun 2025 terjadi 35 kasus gangguan keamanan yang dilakukan KKB.
“Beberapa hari yang lalu masih terdengar bunyi tembakan namun tidak ada korban jiwa,” kata Faizal.
Faizal menyampaikan, wilayah operasional Satgas OCD berada di sembilan kabupaten yang berada di tiga provinsi di Tanah Papua yakni Papua, Papua Pegunungan dan Papua Tengah.
Adapun kabupaten yang menjadi wilayah tugas Satgas ODC yaitu Kabupaten Yahukimo, Nduga dan Jayawijaya di Provinsi Papua Pegunungan.
Termasuk Kabupaten Mimika, Intan Jaya, Dogiyai dan Puncak di Papua Tengah dan Kabupaten Jayapura di Provinsi Papua. (Redaksi










