TIMIKA, Koranpapua.id– Aparat TNI-Polri bersama Mitra Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dikerahkan untuk mengamankan malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 di Kabupaten Mimika, Rabu 21 Desember 2025.
Sebanyak 478 personel disebar di sembilan titik pengamanan di pusat Kota Timika. Sementara 100 personel ditempatkan di pelataran Graha Eme Neme Yauware (ENY).
Pengerahan personel ek Graha ENY guna mengamankan acara lepas sambut tahun baru yang diselenggarakan pemerintah daerah.
Beberapa titik lain di kota Timika yang juga dijaga aparat keamanan yakni, di kawasan SP2, Petrosea, Diana Mall, Perempatan Budi Utomo–Hasanuddin, pertigaan Irigasi, Pasar Lama, PIN Seluler, dan Timika Mall.
Billyandha Hildiario Budiman, Kapolres Mimika dalam apel gelar pasukan di Sentra Pelayanan Polres Mimika menegaskan, seluruh personel melaksanakan pengamanan secara siaga dan humanis.
Dalam arahannya, Kapolres menekankan larangan keras bagi personel untuk melepaskan atau membunyikan tembakan dalam kondisi apa pun.
Ia juga memerintahkan seluruh perwira di masing-masing satuan agar melakukan pengecekan amunisi senjata api yang dibawa personel.
“Yang paling penting tidak ada bunyi tembakan. Semua komando ada di saya. Apabila terjadi sesuatu, segera laporkan kepada Kapolres selaku penanggung jawab,” tegasnya.
Kapolres juga menyampaikan bahwa perayaan malam tahun baru kali ini tidak diwarnai pesta kembang api.
Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk empati terhadap masyarakat di Sumatera yang tengah berduka akibat bencana banjir bandang dan longsor.
Selain itu, segala bentuk euforia berlebihan seperti konvoi kendaraan dan konsumsi minuman keras dilarang.
Terkait kembang api, pihak kepolisian telah mengimbau agen dan distributor untuk menarik jenis tertentu dari peredaran.
Penjualan petasan dilakukan secara selektif agar tidak disalahgunakan, terutama oleh anak-anak.
Kapolres turut mengimbau orang tua agar mengawasi aktivitas anak-anak mereka saat malam pergantian tahun, guna mencegah tindakan yang tidak diinginkan, termasuk potensi tawuran.
“Karena memang rawan digunakan untuk tawuran. Kemarin kami sudah mengamankan tiga orang, salah satunya masih di bawah umur,” pungkasnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










