ADVERTISEMENT
Minggu, Maret 29, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Nekat Langgar Laut Ingin Mempersunting, Cinta Nyong Papua Kandas di Kota Kupang

Perselisihan itu bukan soal kriminal berat, melainkan luka batin akibat hubungan pribadi dan persoalan uang yang tak pernah dikira akan berakhir seperti ini.

24 Desember 2025
0
Nekat Langgar Laut Ingin Mempersunting, Cinta Nyong Papua Kandas di Kota Kupang

(foto:ilustrasi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

KUPANG, Koranpapua.id– Perjalanan kisah cinta ini sedikit menorah hati.

Boleh dibilang pepatah lama ‘Cinta Bertepuk Sebelah Tangah’ kini harus diterima oleh satu nyong asal Papua berinisial HK.

ADVERTISEMENT

Dengan maksut ingin mempersunting gadis pujaannya, HK nekat menyeberangi lautan hingga menapakan kakinya di Kota Karang Kupang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sayangnya kondisi romantis sepihak di mana perasaan cintanya tidak dibalas, menimbulkan luka dan rasa sakit.

Baca Juga

Pengurus KKRO Mimika Resmi Dilantik, Yohanes Beruat Tegaskan Komitmen Perkuat Persatuan di Mimika

ASN Wajib Turun ke Pedalaman, Pemkab Mimika Naikkan Uang Perjalanan Dinas Rp3,5 Juta per Hari

Bagaimana perjalanan kisah cinta HK yang berakhir kekecewaan dan saat ini menjadi viral? Berikut sedikit kilasannya seperti dikutip dari FB seseorang di Kupang.

Perasaan cinta HK berawal dari layar ponsel, namun sekarang  berujung ricuh di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Minggu malam, 21 Desember 2025, suasana yang semula tenang mendadak berubah tegang.

HK, pria asal Papua, yang datang jauh-jauh ke Kupang dengan satu tujuan: menepati janji cinta.

Ia datang bukan sebagai orang asing, melainkan sebagai kekasih yang selama ini percaya penuh pada kata-kata manis seorang perempuan berinisial R.

Semua bermula dari perkenalan di media sosial Facebook. Dari obrolan ringan, komunikasi mereka berlanjut ke WhatsApp.

Hari demi hari, kedekatan tumbuh. Nona Kupang berinisial R ini mengaku masih gadis, sendiri, dan siap membangun masa depan.

Kata “nikah” kerap muncul dalam percakapan mereka, sebuah janji yang membuat HK yakin telah menemukan pendamping hidup.

HK yang bekerja di Papua tak ragu menunjukkan keseriusannya. Sejumlah uang ditransfer kepada R.

Bukan sedikit jumlahnya, namun bagi HK uang itu bukan sekadar materi, melainkan bukti cinta dan kesungguhan menuju pernikahan.

Namun semua keyakinan itu runtuh saat HK tiba di Sikumana.

Di hadapannya, terbentang kenyataan pahit, perempuan yang selama ini mengaku jomblo ternyata telah berstatus sebagai istri sah orang lain.

Fakta itu bagai petir di siang bolong. HK merasa ditipu, dikhianati, dan dipermainkan. Emosi pun meledak.

Keributan tak terelakkan. Suara tinggi, adu argumen, hingga warga sekitar mulai berdatangan.

Ketua RT setempat yang menerima laporan segera memastikan situasi.

Perselisihan itu bukan soal kriminal berat, melainkan luka batin akibat hubungan pribadi dan persoalan uang yang tak pernah dikira akan berakhir seperti ini.

HK menuntut pertanggungjawaban. Ia merasa uangnya habis bukan karena kesalahan sendiri, melainkan karena janji palsu.

Di sisi lain, R berada dalam posisi terpojok, menghadapi kenyataan yang selama ini disembunyikannya.

Situasi pun memanas, namun tak sampai lepas kendali. Di tengah ketegangan itu, Bhabinkamtibmas setempat, Bripka Marsel Nitte, hadir mengambil peran penting.

Dengan pendekatan persuasif dan penuh kesabaran, ia mempertemukan kedua belah pihak.

Tak ada bentakan, tak ada intimidasi. Yang ada hanyalah dialog pelan, tegas, dan manusiawi.

Perlahan, emosi mereda. Keduanya sepakat bahwa keributan hanya akan menambah masalah.

Setelah melalui pembicaraan panjang, akhirnya dicapai jalan damai. HK dan R bersedia menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan menandatangani pernyataan tertulis sebagai komitmen mengakhiri konflik.

Malam itu, Sikumana kembali tenang. Tidak ada borgol, tak ada proses hukum panjang.

Yang tersisa hanyalah pelajaran pahit tentang cinta di era digital, bahwa di balik janji manis dan transfer uang, kejujuran tetap menjadi fondasi utama.

Sebab ketika kepercayaan runtuh, luka yang ditinggalkan tak bisa disembuhkan hanya dengan kata maaf. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pengurus KKRO Mimika Resmi Dilantik, Yohanes Beruat Tegaskan Komitmen Perkuat Persatuan di Mimika

Pengurus KKRO Mimika Resmi Dilantik, Yohanes Beruat Tegaskan Komitmen Perkuat Persatuan di Mimika

28 Maret 2026
ASN Wajib Turun ke Pedalaman, Pemkab Mimika Naikkan Uang Perjalanan Dinas Rp3,5 Juta per Hari

ASN Wajib Turun ke Pedalaman, Pemkab Mimika Naikkan Uang Perjalanan Dinas Rp3,5 Juta per Hari

28 Maret 2026
Terakhir Kali AKBP Mardi Marpaung Pimpin Apel di Mapolres Puncak

Terakhir Kali AKBP Mardi Marpaung Pimpin Apel di Mapolres Puncak

28 Maret 2026
Pelaku Memaksa Melakukan Intim di Lorong Toko dan Merampas Uang Korban Rp200 Ribu

Pelaku Memaksa Melakukan Intim di Lorong Toko dan Merampas Uang Korban Rp200 Ribu

28 Maret 2026
Belajar Otodidak dari YouTube, Petani Muda Mimika Kini Menikmati Hasil

Belajar Otodidak dari YouTube, Petani Muda Mimika Kini Menikmati Hasil

28 Maret 2026
Pemprov Papua Tengah Siap Jalankan Kebijakan WFH ASN, Sekda Silwanus: Menunggu Petunjuk Pusat

Pemprov Papua Tengah Siap Jalankan Kebijakan WFH ASN, Sekda Silwanus: Menunggu Petunjuk Pusat

28 Maret 2026

POPULER

  • Usai Kontak Tembak dengan OPM di Kampung Topo Nabire, TNI Berhasil Sita Senjata dan Amunisi

    Usai Kontak Tembak dengan OPM di Kampung Topo Nabire, TNI Berhasil Sita Senjata dan Amunisi

    701 shares
    Bagikan 280 Tweet 175
  • Satu Tahun Kepemimpinan: Tim Pemenang Tagih Realisasi Janji Bupati Mimika, Gerry: Wujudkan Kunjungan Langsung ke Posko

    599 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • SMP YPJ Kuala Kencana Gelar Pasar Kreatif, Bekali Siswa Jiwa Wirausaha Sejak Dini

    569 shares
    Bagikan 228 Tweet 142
  • Dua Prajurit yang Gugur di Maybrat Berasal dari Satuan Berbeda, Ini Identitasnya

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Soal Transparansi Dana Otsus: Anggota DPD RI PFM Minta Kejagung Periksa Ketua MRP Se-Papua Raya

    607 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah Minta Freeport Tidak Kurangi Setoran ke Daerah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Kapolres Mimika: Pemalangan Terjadi Karena ‘Masalah Perut’, Harus Segera Ada Kepastian

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
Next Post
Ratusan Personel Gabungan Amankan Perayaan Natal 2025 di Mimika

Ratusan Personel Gabungan Amankan Perayaan Natal 2025 di Mimika

600 Personil Gabungan Diterjunkan Amankan 20 Gereja, Pesta Kembang Api di Timika Ditiadakan

600 Personil Gabungan Diterjunkan Amankan 20 Gereja, Pesta Kembang Api di Timika Ditiadakan

Pemda Mimika Instruksikan Tempat Hiburan dan Penjualan Miras Ditutup Selama Nataru

Pemda Mimika Instruksikan Tempat Hiburan dan Penjualan Miras Ditutup Selama Nataru

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id