ADVERTISEMENT
Jumat, Maret 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Freeport

Freeport Apresiasi Tiga Generasi Muda Suku Amungme dan Kamoro Raih Gelar Dokter

“Kami akan siapkan SDM yang kuat melalui dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia untuk menghasilkan masyarakat yang lebih berkualitas, yang pada akhirnya mereka bisa menciptakan sesuatu yang bisa membantu masyarakatnya sendiri”.

22 November 2025
0
Freeport Apresiasi Tiga Generasi Muda Suku Amungme dan Kamoro Raih Gelar Dokter

dr. Thalia Thomas Karupukaro sebagai dokter perempuan pertama dari suku Kamoro, dr. Christanto Beanal, dokter pria pertama dari suku Amungme dan dr. Sephia Jangkup merupakan dokter perempuan pertama dari suku Amungme. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– PT Freeport Indonesia (PTFI) terus mendukung pendidikan anak-anak Papua melalui program beasiswa yang dikelola Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).

Tahun ini, tiga generasi muda Papua asal suku Amungme dan Kamoro penerima beasiswa PTFI resmi menyandang gelar dokter setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran di universitas pilihan mereka.

ADVERTISEMENT

“Kami mengapresiasi pencapaian ketiga anak penerima beasiswa PTFI ini,” ujar Claus Wamafma, Director & Executive Vice President Sustainable Development PTFI, di Timika, Sabtu 22 November 2025.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Mereka membuktikan bahwa kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, sikap yang adaptif, serta kegigihan dalam belajar telah mengantarkan mereka meraih cita-cita,” ungkap Claus.

Baca Juga

Klinik Swasta di Mimika Siap Layani Pemeriksaan dan Obat Malaria Gratis, Berlaku Mulai April 2026

Operasi Ketupat Noken 2026, TNI-Polri Siapkan Tujuh Pos Pengamanan di Mimika

Claus menambahkan, Freeport Indonesia melalui program beasiswa turut bangga menjadi bagian dari langkah besar anak-anak Papua untuk terus berprestasi di tingkat nasional dan global.

Ketiga dokter tersebut adalah: dr. Thalia Thomas Karupukaro, dokter perempuan pertama dari suku Kamoro, dr. Christanto Beanal, dokter pria pertama dari suku Amungme dan dr. Sephia Jangkup, dokter perempuan pertama dari suku Amungme.

Claus mengatakan bahwa program beasiswa PTFI yang dikelola melalui YPMAK merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan anak-anak Papua.

Kolaborasi PTFI dan YPMAK bersama pemerintah akan terus mendorong pengembangan pendidikan bagi generasi muda Papua.

Program beasiswa YPMAK telah berlangsung sejak 1996. Selama hampir 30 tahun, PTFI memberikan dukungan sebagai wujud komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Kontribusi investasi sosial PTFI mencakup pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur, dengan fokus pada peningkatan kapasitas SDM Papua.

Penerima manfaat utamanya adalah masyarakat Suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya.

Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian para dokter muda tersebut.

“Kami akan siapkan SDM yang kuat melalui dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia untuk menghasilkan masyarakat yang lebih berkualitas, yang pada akhirnya mereka bisa menciptakan sesuatu yang bisa membantu masyarakatnya sendiri,” kata Leo.

Perjalanan Tiga Dokter Muda Papua

1.Thalia Thomas Karupukaro menerima beasiswa sejak 2013 saat masih SMP di Tomohon, Sulawesi Utara, hingga menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Atma Jaya.

Selama 12 tahun mengikuti program, ia melalui perjalanan emosional, akademik, dan spiritual yang                        membentuk ketangguhannya.

Ada dua momen paling membanggakan bagi Thalia. Pertama, ketika ia terpilih mewakili Sulawesi Utara                  dalam lomba nasional bidang geosains di Padang.

         “Saya bangga karena salah satu anak Papua bisa mewakili bidang geologi di tingkat nasional,” kata Thalia.

Momen kedua terjadi saat ia sudah menjadi mahasiswa kedokteran, ketika seorang pasien kembali khusus            untuk mengucapkan terima kasih.

“Sesederhana itu, tetapi sangat membanggakan. Saya merasa benar-benar bermanfaat,” ujarnya.

Thalia yang lulus pada 4 November 2025 ini mengaku keinginannya menjadi dokter sangat kuat karena                masih banyak masyarakat yang sulit mengakses layanan kesehatan.

“Beasiswa yang saya dapatkan ini sangat berpengaruh dan bisa menjadi pintu bagi semua generasi muda               Papua untuk meraih mimpi yang lebih besar,” ungkapnya.

“Saya memilih menjadi dokter karena saya adalah anak yang tahu persis bagaimana susahnya layanan                     akses kesehatan di Papua. Saya ingin menjadi solusi dari masalah ini,” kata Thalia.

2 Christanto Beanal menyelesaikan pendidikan kedokteran di Unika Atma Jaya dan kini melanjutkan studi                 S2 Manajemen Rumah Sakit di Universitas Pelita Harapan (UPH).

Ia merupakan penerima beasiswa YPMAK sejak kuliah S1 hingga S2. Christanto mengatakan bahwa                       beasiswa yang diterimanya bukan hanya dukungan finansial, tetapi juga moral dan emosional.

“YPMAK menyediakan support system yang sangat berarti. Kami bisa berkonsultasi dengan kakak-kakak                pembina, bukan hanya soal administrasi, tetapi juga untuk dukungan psikis dan emosional,” katanya.

Ia menegaskan bahwa tantangan di pendidikan kedokteran bukan hanya soal materi, tetapi juga tentang              memiliki lingkungan pendukung yang kuat.

“Struggling di pendidikan kedokteran itu bukan cuma soal belajar, tapi tentang punya teman-teman                        sebaya yang mengerti perjuangannya. Kami saling mendukung, saling menguatkan,” ujarnya.

3.Sephia Jangkup, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) pada awal 2025, juga                     menerima beasiswa PTFI melalui YPMAK sejak SMP hingga meraih gelar dokter.

Saat ini ia menjalani program internship di RSUD Mimika. Sephia mengaku bangga dan terharu dapat                   membuktikan kemampuan dirinya serta menjadi inspirasi bagi masyarakat.

“Saya bangga bisa menunjukkan bahwa anak-anak dari Timika, khususnya dari suku Amungme dan                         Kamoro, bisa menjadi dokter,” katanya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Klinik Swasta di Mimika Siap Layani Pemeriksaan dan Obat Malaria Gratis, Berlaku Mulai April 2026

Klinik Swasta di Mimika Siap Layani Pemeriksaan dan Obat Malaria Gratis, Berlaku Mulai April 2026

12 Maret 2026
Operasi Ketupat Noken 2026, TNI-Polri Siapkan Tujuh Pos Pengamanan di Mimika

Operasi Ketupat Noken 2026, TNI-Polri Siapkan Tujuh Pos Pengamanan di Mimika

12 Maret 2026
YPMAK Sosialisasi Program Ekonomi di Kampung Kiura, Fokuskan Perluasan Kebun Kelapa dan Pembangunan Rumah Layak Huni

YPMAK Sosialisasi Program Ekonomi di Kampung Kiura, Fokuskan Perluasan Kebun Kelapa dan Pembangunan Rumah Layak Huni

12 Maret 2026
Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

12 Maret 2026
Kasus Penembakan di Areal Kerja Freeport: Berpura-Pura Meninggal, Simson Selamat dari Maut

Kasus Penembakan di Areal Kerja Freeport: Berpura-pura Meninggal, AM Selamat dari Maut

12 Maret 2026
Keterbatasan bukan Penghalang untuk Bersinar:  Suara Emas Eva Manobi, Talenta Papua yang Berprestasi di FLS3N

Keterbatasan bukan Penghalang untuk Bersinar:  Suara Emas Eva Manobi, Talenta Papua yang Berprestasi di FLS3N

12 Maret 2026

POPULER

  • Pemandangan Unik: Nama Pejabat Mimika yang Dilantik Diduga Dibaca di Layar Handphone

    Pemandangan Unik: Nama Pejabat Mimika yang Dilantik Diduga Dibaca di Layar Handphone

    651 shares
    Bagikan 260 Tweet 163
  • Lantik 282 Pejabat Pemkab Mimika, Johannes Rettob: Bukan Karena Suka atau Tidak Suka

    650 shares
    Bagikan 260 Tweet 163
  • THR ASN 2026: Pemkab Mimika Siapkan Rp20 Miliar Lebih, Pembayaran Tunggu Petunjuk Pusat

    603 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Petugas Kebersihan Gelar Aksi Mogok Kerja, Ini Pernyataan Kadis DLH Mimika Jefri Deda

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Anton Alom Kritik Penunjukan Plt Sekwan Mimika “Ini Penghinaan Lembaga DPR”

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Nekat yang Nyata! Wanita Muda Bakar Kekasihnya di Kamar Hotel

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
Next Post
Lanal Timika Pastikan Keamanan Maritim Papua Kondusif, Letkol Bekti Sebut Illegal Fishing Sudah Berkurang

Lanal Timika Pastikan Keamanan Maritim Papua Kondusif, Letkol Bekti Sebut Illegal Fishing Sudah Berkurang

Dua Atlet Papua Athletics Center Tampil Memukau di SEA U18–U20 Athletics Championship 2025

Dua Atlet Papua Athletics Center Tampil Memukau di SEA U18–U20 Athletics Championship 2025

Satgas Yonif 743/PSY Gelar Free Medical Care, Disambut Hangat Masyarakat Papua

Satgas Yonif 743/PSY Gelar Free Medical Care, Disambut Hangat Masyarakat Papua

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id