ADVERTISEMENT
Senin, Agustus 24, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Hipertensi Masih Jadi Pembunuh Senyap “Silent Killer” di Indonesia

16 November 2025
0
Hipertensi Masih Jadi Pembunuh Senyap “Silent Killer” di Indonesia

Ilustrasi pengukuran tekanan darah. (foto: canva/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Tim Promosi Kesehatan Dinkes Mimika

 

Hipertensi atau tekanan darah tinggi kembali menjadi sorotan karena jumlah kasus yang terus meningkat di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Penyakit yang kerap disebut “silent killer” ini sering tidak menunjukkan gejala, namun dapat menimbulkan kerusakan organ vital secara perlahan dan berujung pada komplikasi mematikan seperti stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal.

Advertisement. Scroll to continue reading.

 

Baca Juga

Air Bersih Macet, Warga Manoware Mimika Kembali Berburu Mata Air

BPBD Mimika Siapkan 11 Armada Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Lebih dari Sepertiga Orang Dewasa Mengalami Hipertensi

Data Riskesdas 2023 menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1%, atau lebih dari sepertiga populasi dewasa. Beberapa laporan daerah bahkan menyebut hipertensi sebagai penyakit dengan jumlah kunjungan terbanyak di fasilitas kesehatan.

Meski begitu, banyak penderita tidak menyadari kondisinya karena tidak pernah memeriksakan tekanan darah.

Di Kabupaten Mimika data menunjukan bahwa kasus Hipertensi naik setiap tahunnya. Tahun 2023 sebanyak 1636 kasus, tahun 2024 terdapat 1946 dan di tahun 2025 mencapai 2331 kasus.

Hipertensi sering tidak bergejala, pasien merasa sehat padahal tekanan darahnya tinggi, kondisi ini membuat sebagian besar kasus baru terdeteksi setelah muncul komplikasi berat seperti stroke atau gagal ginjal.

 

Anak Muda Mulai Rentan

Perubahan gaya hidup modern, tingginya konsumsi makanan asin, kurang aktivitas fisik, serta meningkatnya obesitas membuat hipertensi kini tak hanya menyerang lansia.

Data terbaru Kemenkes menunjukkan peningkatan kasus pada kelompok usia muda.

Data SKI 2023 secara jelas menggambarkan kejadian hipertensi di kalangan anak muda. Berdasarkan diagnosis dokter kelompok umur 18-24 prevalensi hipertensi sebesar 0,4% dan kelompok umur 25-34 sebesar 1,8%.

 

Mengapa Hipertensi Bisa Terjadi?

Hipertensi dipengaruhi berbagai faktor, antara lain:

  • Konsumsi garam berlebih
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Kelebihan berat badan
  • Kebiasaan merokok dan minum alkohol
  • Stres berkepanjangan
  • Faktor keturunan
  • Penyakit pendukung seperti diabetes atau gangguan ginjal

 

Kombinasi faktor tersebut menyebabkan tekanan pada pembuluh darah meningkat sehingga jantung harus bekerja lebih keras.

Menurut pedoman PERHI dan PNPK 2021, klasifikasi tekanan darah adalah:

Target pengobatan bagi penderita umumnya adalah di bawah 140/90 mmHg, atau < 130/80 mmHg untuk pasien dengan risiko tinggi.

Gejala: Sering tidak terasa, tapi bisa mematikan.

Meski disebut tanpa gejala, beberapa keluhan dapat muncul, seperti:

Sakit kepala

Pusing atau penglihatan kabur

Sesak napas

Mimisan

Mudah lelah

Namun gejala tersebut tidak selalu muncul, sehingga pemeriksaan tekanan darah rutin sangat penting.

 

Dampak Serius pada Organ Tubuh

Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat menyebabkan:

Stroke akibat pecah atau tersumbatnya pembuluh darah otak

Serangan jantung dan gagal jantung

Gagal ginjal kronis, penyebab utama kebutuhan dialisis

Kerusakan mata (retinopati hipertensi)

Kerusakan pembuluh darah yang memicu berbagai penyakit lain

Salah satu ancaman terbesar adalah gagal ginjal. Tekanan darah tinggi merusak pembuluh darah kecil (nefron) di ginjal secara bertahap sehingga menurunkan kemampuan ginjal menyaring darah.

 

Masalah Kepatuhan Obat Masih Tinggi

Salah satu kendala besar dalam pengendalian hipertensi di Indonesia adalah rendahnya kepatuhan minum obat. Banyak pasien hanya minum obat saat merasa pusing, padahal hipertensi harus dikontrol setiap hari.

Ketidakpatuhan ini meningkatkan risiko komplikasi parah, terutama pada kelompok yang sudah memiliki penyakit penyerta.

Pencegahan dan Pengendalian: Terapkan CERDIK dan PATUH.

Pemerintah mendorong masyarakat menerapkan program CERDIK, yaitu:

Cek kesehatan rutin

Enyahkan asap rokok

Rajin aktivitas fisik

Diet sehat dan seimbang

Istirahat cukup

Kelola stres

 

Tenaga kesehatan juga mengingatkan akronim PATUH sebagai pedoman pengendalian hipertensi:

Periksa kesehatan secara rutin

Atasi penyakit dengan pengobatan tepat

Tetap diet dengan gizi seimbang

Upayakan aktivitas fisik

Hindari rokok, alkohol, dan zat berbahaya

Pembatasan garam menjadi aturan penting: maksimal 1 sendok teh (5 gram) per hari atau setara 2 gram natrium. Konsumsi garam berlebih meningkatkan risiko hipertensi 2–3 kali lipat.

 

Ayo Cek Tekanan Darah Hari Ini

WHO (2023) mencatat hipertensi memengaruhi 1,3 miliar orang di dunia dan bertanggung jawab atas 10,5 juta kematian setiap tahun.

Di Indonesia, hipertensi semakin menjadi tantangan kesehatan publik yang membutuhkan deteksi dini dan perubahan gaya hidup.

Pemerintah daerah menganjurkan masyarakat, untuk memeriksakan tekanan darah setidaknya sebulan sekali.

Mengenali risiko, menjaga pola hidup sehat, dan patuh minum obat adalah langkah terbaik untuk melindungi diri, keluarga, dan masa depan yang lebih sehat.

Sumber :

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

BKPK Kemkes “Bahaya Hipertensi Mengintai Anak Muda Indonesia’

Kepmenkes RI No. HK.01.07/MENKES/4634/2021

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Ketua Komisi II DPRK Mimika Minta Pemkab Perkuat Anggaran Aparat untuk Jaga Kamtibmas

Ketua Komisi II DPRK Mimika Minta Pemkab Perkuat Anggaran Aparat untuk Jaga Kamtibmas

24 Agustus 2026
Tingkatkan Retribusi Daerah, Pemprov Papua Optimalkan Aset Daerah

Tingkatkan Retribusi Daerah, Pemprov Papua Optimalkan Aset Daerah

24 Agustus 2026
Papua Tengah Rasakan Dampak El Nino, BMKG: Indeks 3.4 Berdasarkan Pemutakhiran Dasarian I Agustus 2026

Papua Tengah Rasakan Dampak El Nino, BMKG: Indeks 3.4 Berdasarkan Pemutakhiran Dasarian I Agustus 2026

24 Agustus 2026
Air Bersih Macet, Warga Manoware Mimika Kembali Berburu Mata Air

Air Bersih Macet, Warga Manoware Mimika Kembali Berburu Mata Air

24 Agustus 2026
Sembilan Perempuan Diduga Disandera di Jila, Polisi Belum Temukan Korban dan Pelaku

Sembilan Perempuan Diduga Disandera di Jila, Polisi Belum Temukan Korban dan Pelaku

24 Agustus 2026
26 Pejabat Polres Mimika Dimutasi, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti, Ini Daftarnya

26 Pejabat Polres Mimika Dimutasi, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti, Ini Daftarnya

24 Agustus 2026

POPULER

  • Kontraktor OAP Palang Kantor BPBJ Mimika, Desak Bupati Turun Tangan

    Sembilan Perempuan di Jila Mimika Dikabarkan Disandera, Seorang Ibu Dilaporkan Tewas

    610 shares
    Bagikan 244 Tweet 153
  • Kontraktor OAP Palang Kantor BPBJ Mimika, Desak Bupati Turun Tangan

    588 shares
    Bagikan 235 Tweet 147
  • Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Pelarian Berakhir, Terduga Pelaku Pembunuhan di KM 10 Mimika Ditangkap Polisi di Makassar

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    727 shares
    Bagikan 291 Tweet 182
  • Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Polres Mimika Minta Bantuan Brimob

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • 26 Pejabat Polres Mimika Dimutasi, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti, Ini Daftarnya

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
Next Post
Aksi Damai di Depan Kantor YPMAK, Masyarakat Adat Desak Pertemuan Resmi dengan Freeport

Aksi Damai di Depan Kantor YPMAK, Masyarakat Adat Desak Pertemuan Resmi dengan Freeport

Kapolres Usai Tangkap Tiga Waimum, “Masih Bandel, Kami Tindak Tegas, Proses Hukum di Luar Timika”

Kapolres Usai Tangkap Tiga Waimum, “Masih Bandel, Kami Tindak Tegas, Proses Hukum di Luar Timika”

DPMPTSP dan Diskominfo Jadi Rebutan, Terbanyak Diincar Calon Pejabat di Mimika

Profiling ASN Mimika 2025 Segera Digelar, 668 Pejabat dan Pelaksana Masuk Daftar Peserta

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id