TIMIKA, Koranpapua.id – Harga cabai rawit di Pasar Sentral Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melonjak menjadi Rp140.000 per kilogram dalam empat hari terakhir. Kenaikan tersebut dipicu berkurangnya pasokan dari petani lokal akibat musim kemarau.
Sebelumnya, harga cabai rawit masih berkisar Rp100.000 hingga Rp110.000 per kilogram. Namun, menurunnya hasil panen membuat pasokan yang masuk ke pasar semakin terbatas.
Seorang pedagang di Pasar Sentral Timika, Eca, mengatakan kenaikan harga mulai dirasakan sejak empat hari terakhir.
“Baru sekitar empat hari ini harga menjadi mahal. Sebelumnya sekitar Rp100.000 sampai Rp110.000 per kilogram,” kata Eca saat ditemui di Pasar Sentral Timika, Sabtu, 7 November 2026.
Ia menjelaskan, sebagian besar pasokan yang dijual di lapaknya berasal dari petani lokal. Namun, produksi yang menurun akibat musim kemarau berdampak pada ketersediaan cabai di pasar.
“Iya, dari lokal. Tetapi stoknya memang sedikit karena pengaruh musim kemarau. Hasil panen juga berkurang sehingga barang yang masuk tidak banyak,” ujarnya.
Selain cabai rawit, sejumlah komoditas pangan lainnya juga dijual dengan harga cukup tinggi. Tomat dipasarkan Rp40.000 per kilogram, sedangkan bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp50.000 per kilogram.
Sementara itu, kol, kentang, dan wortel masing-masing dijual Rp35.000 per kilogram. Berbeda dengan komoditas tersebut, harga sejumlah sayuran daun justru mengalami penurunan.
“Kalau sayur-sayuran sekarang justru mengalami penurunan harga. Sayuran daun juga relatif murah,” kata Eca.
Untuk komoditas buah, harga jeruk masih tergolong tinggi meskipun mulai mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Jeruk dijual Rp80.000 per kilogram, jeruk nipis Rp70.000, sedangkan jeruk purut mencapai Rp80.000 per kilogram.
Menurut Eca, kenaikan harga jeruk telah berlangsung lebih dari satu bulan. Bahkan, harganya sempat mencapai Rp100.000 per kilogram, jauh di atas harga normal yang berkisar Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram.
“Kalau jeruk, kenaikan harganya sudah berlangsung lebih dari satu bulan. Biasanya kami jual sekitar Rp40.000 sampai Rp50.000 per kilogram. Namun, sebelumnya sempat mencapai Rp100.000. Sekarang justru mulai turun dalam satu minggu terakhir,” ungkapnya.
Pergerakan harga tersebut menunjukkan kondisi berbeda pada sejumlah komoditas di Pasar Sentral Timika. Harga cabai rawit masih mengalami kenaikan akibat terbatasnya pasokan, sementara harga jeruk mulai turun setelah sempat melonjak cukup tinggi.
Berkurangnya hasil panen akibat musim kemarau menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan komoditas pangan lokal. Kondisi ini turut berdampak pada perubahan harga yang harus dihadapi pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru








