RUBRIK KESEHATAN
TIM PROMOSI KESEHATAN
TIMIKA, Koranpapua.id – Mata terasa perih, tenggorokan gatal, dan tubuh cepat lelah saat udara berasap? Jangan mengabaikannya. Keluhan tersebut bisa menjadi tanda tubuh mulai mengalami dampak paparan asap dan cuaca panas.
Tapi, tahukah Anda apa sebenarnya yang tersembunyi di balik tebalnya kabut asap tersebut? Dan apa dampaknya bagi tubuh kita jika terus-menerus dihirup?
Bahaya asap dan cuaca panas perlu mendapat perhatian, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil, lansia, ibu hamil, serta anggota keluarga dengan penyakit kronis.
Asap dapat memperburuk gangguan pernapasan, sementara panas berlebihan meningkatkan risiko dehidrasi hingga heat stroke atau sengatan panas.
Fenomena El Niño dapat memperbesar tantangan tersebut. BMKG menjelaskan bahwa El Niño memengaruhi pembentukan awan dan dapat mengurangi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia.
Namun, dampaknya berbeda menurut wilayah dan musim. El Niño tidak berarti seluruh daerah pasti mengalami kekeringan atau kebakaran.
Asap Mengancam Paru-Paru dan Jantung
Jangan mengira asap karhutla sama seperti asap pembakaran sampah biasa. Lewat edukasi resminya di kanal YouTube Alodokter, dr. Eurena menjelaskan bahwa asap karhutla mengandung polutan berbahaya campuran gas serta partikel pencemar. Salah satu ancaman utamanya ialah PM 2.5 yaitu partikel sangat halus yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru.
Paparan asap dapat menimbulkan batuk, mata perih, tenggorokan terasa terbakar, dan sesak napas. Pada penderita asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asap dapat memperburuk keluhan yang sebelumnya terkendali.
Dampaknya juga menjangkau jantung. Karena itu, orang dengan penyakit jantung perlu lebih berhati-hati saat kualitas udara memburuk. Jangan menganggap asap hanya mengganggu kenyamanan atau jarak pandang.
Cuaca Panas Bisa Menjadi Keadaan Darurat
Saat suhu lingkungan meningkat, tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap stabil. Aktivitas berat di bawah terik matahari dapat memperbesar beban tersebut.
Panas berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi, kelelahan akibat panas, dan heat stroke. Kondisi ini juga dapat memperburuk penyakit jantung, gangguan pernapasan, serta penyakit ginjal.
Segera cari pertolongan medis apabila seseorang mengalami kebingungan, kejang, atau kehilangan kesadaran setelah terpapar panas. Sambil menunggu bantuan, pindahkan orang tersebut ke tempat lebih sejuk dan bantu dinginkan tubuhnya dengan air atau kain basah.
Jangan memberikan minuman kepada orang yang tidak sadar atau sulit menelan. Heat stroke merupakan keadaan darurat yang membutuhkan penanganan segera.
Waspadai Air Tampungan dan Sarang Nyamuk
Saat pasokan air berkurang, keluarga sering menambah tempat penampungan air. Kebiasaan ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi wadah terbuka dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk pembawa dengue.
Risiko dengue tidak hanya mengikuti suhu udara. Kondisi lingkungan, kebiasaan menyimpan air, dan pengendalian nyamuk juga berperan. Karena itu, cuaca panas tidak otomatis berarti kasus demam berdarah akan melonjak.
Terapkan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M Plus: menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutupnya dengan rapat, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air. Lengkapi langkah tersebut dengan perlindungan dari gigitan nyamuk.
Periksa ISPU Sebelum Beraktivitas
Jangan hanya mengandalkan warna langit atau bau asap untuk menilai keamanan udara. Periksa informasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari pemantauan resmi.
Dampak Langsung Karhutla bagi Kesehatan
Gangguan Saluran Pernapasan Akut: Menghirup asap karhutla dapat memicu iritasi langsung yang menyebabkan batuk, sakit tenggorokan, dan napas terasa lebih berat. Dalam jangka pendek maupun panjang, paparan ini meningkatkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Pneumonia.
Perburukan Kondisi Penyakit Kronis: Bagi individu yang sudah memiliki riwayat penyakit medis terdahulu, paparan polutan asap dapat memperburuk gejala asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), serta gangguan jantung/kardiovaskular
Iritasi Sensorik dan Sakit Kepala: Polutan di udara juga dapat menyebabkan mata perih, merah, serta memicu sakit kepala pada sebagian orang.
Komplikasi Akibat Cuaca Ekstrem (Panas & Kekeringan): Karhutla yang meluas selama musim kemarau ekstrem sering kali beriringan dengan risiko heat stroke, heat stress, serta peningkatan kasus diare akibat keterbatasan akses air bersih dan sanitasi yang memburuk.
Lima Langkah Melindungi Keluarga
1. Kurangi paparan asap
Batasi aktivitas luar ruangan ketika udara berasap, terutama olahraga berat. Pilih ruangan dengan udara lebih bersih. Tutup pintu dan jendela saat asap masuk, tetapi tetap perhatikan suhu ruangan agar tidak terlalu panas. Hindari rokok, pembakaran sampah, dan sumber asap lainnya di sekitar rumah.
2. Gunakan pelindung pernapasan yang sesuai
Jika harus keluar, gunakan respirator seperti N95 yang menutup hidung dan mulut secara rapat. Masker medis dan masker kain tidak memberikan perlindungan setara terhadap partikel halus asap. Respirator membantu mengurangi paparan partikel, tetapi tidak menghilangkan seluruh risiko maupun menyaring semua gas berbahaya.
3. Jaga tubuh tetap sejuk dan cukup minum
Kurangi aktivitas berat pada waktu paling panas. Gunakan pakaian ringan, cari tempat teduh, dan minum air secara teratur. Jika dokter membatasi asupan cairan karena penyakit tertentu, ikuti anjurannya. Jangan meninggalkan anak di dalam kendaraan yang terparkir.
4. Pastikan air minum aman
Gunakan sumber air yang aman dan wadah penyimpanan yang bersih serta tertutup. Merebus air hingga mendidih membantu membunuh kuman, tetapi tidak menghilangkan bahan kimia berbahaya. Jika air berbau bahan bakar atau memiliki dugaan pencemaran kimia, gunakan sumber air lain yang aman.
5. Kenali kapan harus mencari pertolongan
Jangan menunggu keluhan menjadi berat. Segera cari bantuan medis jika muncul sesak napas berat, nyeri dada, atau gejala yang terus memburuk. Penderita asma dan penyakit kronis perlu mengikuti rencana pengobatan dari tenaga kesehatan serta memastikan obat rutin tersedia.
Menjaga kesehatan saat udara berasap membutuhkan kebiasaan sederhana yang konsisten. Periksa kualitas udara sebelum keluar, sediakan air minum aman, dan beri perhatian lebih kepada anggota keluarga yang rentan.
Ayo, mari kita beradaptasi dengan budayakan penggunaan masker ! Ingat Asap Karhutla Berbahaya !
Sumber :
Podcast Kementerian Kesehatan RI: Kementerian Kesehatan RI. “Kemencast#161: Kesiapsiagaan Sektor Kesehatan: Menghadapi Dampak Akibat El Nino Kuat” (Narasumber: dr. dr. Tenanti, Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes & Tim BMKG). Tautan: youtube.com (Diakses pada 19 Oktober 2026).
Video Edukasi Alodokter : Dokter Eurena. “Apa dampak karhutla buat kesehatan?” Saluran YouTube Resmi Alodokter. Tautan: youtube.com (Diakses pada 20 Oktober 2026).
Peraturan Menteri (Regulasi Hukum)
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. (2020). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara.
Artikel Resmi Kementerian Kesehatan
Setiaji, B. (2026, September 6). Karhutla di Indonesia: Saat asap datang, kita siap. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/karhutla-di-indonesia-saat-asap-datang-kita-siap/
Penulis : Tim Promosi Kesehatan Kabupaten Mimika
Editor : Marthen L L Moru







