TIMIKA, Koranpapua.id – Kepala Puskesmas Atuka, Julia Tahitu, menyambut baik monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.
Menurutnya, kegiatan ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan mengidentifikasi kendala dan memperbaiki pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikannya setelah kunjungan Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinas Kesehatan Mimika ke Puskesmas Atuka di Kampung Atuka, Distrik Mimika Barat Tengah, Papua Tengah, Kamis 15 Oktober 2026.
“Saya sangat mengapresiasi kunjungan monitoring dan evaluasi dari Dinas Kesehatan. Bagi kami, kegiatan ini sangat baik karena bukan momentum untuk mencari kesalahan atas program yang belum tercapai, tetapi menjadi gambaran awal untuk melihat kendala, kekurangan, dan apa saja yang sudah berhasil kami lakukan,” ujarnya.
Julia berharap hasil evaluasi menjadi dasar untuk memperkuat kerja sama dengan Dinas Kesehatan Mimika, terutama dalam memenuhi kebutuhan pelayanan dan mengatasi keterbatasan di lapangan.
Menurutnya, dukungan dari dinas diperlukan agar program kesehatan yang telah direncanakan dapat berjalan lebih baik dan menjangkau masyarakat secara merata.
“Kami berharap apa yang menjadi kekurangan dan kebutuhan kami di puskesmas bisa disampaikan dan didiskusikan bersama, sehingga dinas dapat membantu memberikan dukungan. Kami ingin terus berbenah, karena perubahan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat,” katanya.
Julia juga menekankan pentingnya kedisiplinan tenaga kesehatan, terutama dalam menjalankan tugas, mencatat kegiatan, dan menyampaikan laporan tepat waktu.
Setiap penanggung jawab program diharapkan bekerja sesuai rencana dan bertanggung jawab atas pelaksanaannya.
Diketahui, Puskesmas Atuka melayani masyarakat di lima kampung di Distrik Mimika Barat Tengah. Untuk mendukung jangkauan pelayanan, terdapat empat puskesmas pembantu (pustu) yang melayani masyarakat di sejumlah kampung.
Julia mengatakan, kondisi geografis dan jarak antarkampung menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
Karena itu, dukungan sarana, prasarana, dan operasional sangat dibutuhkan agar tenaga kesehatan dapat menjalankan tugas secara maksimal.
Dia berharap hasil monev tidak hanya menjadi catatan mengenai administrasi dan pencapaian program, tetapi juga ditindaklanjuti dengan solusi terhadap kebutuhan pelayanan di lapangan.
“Kami siap mendukung program Dinas Kesehatan. Ini bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan untuk kepentingan masyarakat.”
“Kami berharap melalui kerja sama yang baik, pelayanan kesehatan di wilayah Atuka bisa semakin meningkat,” tutupnya. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







