ADVERTISEMENT
Jumat, Oktober 16, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Hadiri Tabligh Akbar di Mimika, Habib Husein Ja’far Ajak Warga Rawat Keberagaman

“Keragaman itu kalau tidak dijaga justru bisa menjadi bencana bagi kita. Tetapi kalau dijaga dengan baik, keragaman justru menjadi potensi untuk memajukan kabupaten ini,” ujarnya.

16 Oktober 2026
0
Hadiri Tabligh Akbar di Mimika, Habib Husein Ja’far Ajak Warga Rawat Keberagaman

Pendakwah Habib Husein Ja’far dan Bupati Mimioa Johannes Rettob (Tengah) menghadiri Tabligh Akbar di Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Kamis 15 Oktober 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Pendakwah Habib Husein Ja’far mengajak masyarakat Kabupaten Mimika, Papua Tengah, merawat keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun daerah dan menjaga persatuan.

Menurut dia, perbedaan suku, agama, dan budaya bukan ancaman, melainkan potensi besar yang dapat mendorong kemajuan apabila dikelola dengan sikap saling menghormati.

Pesan tersebut disampaikan Habib Husein saat menghadiri Tabligh Akbar di Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Kamis 15 Oktober 2026.

“Keragaman itu kalau tidak dijaga justru bisa menjadi bencana bagi kita. Tetapi kalau dijaga dengan baik, keragaman justru menjadi potensi untuk memajukan kabupaten ini,” ujarnya.

Baca Juga

YPMAK Dorong Akses Transportasi ke Pesisir dan Pegunungan Mimika

26 Orang Tewas dalam 239 Kecelakaan di Mimika Selama Delapan Bulan

Habib Husein mengingatkan, persoalan intoleransi tidak boleh dipandang sebagai masalah kecil yang hanya menyangkut hubungan antarindividu atau kelompok tertentu.

Jika dibiarkan, sikap intoleran dapat meluas dan memengaruhi kehidupan sosial, dinamika politik, keamanan, hingga stabilitas ekonomi daerah.

Karena itu, menurut dia, menjaga toleransi merupakan tanggung jawab bersama yang berkaitan langsung dengan masa depan Mimika.

Kerukunan bukan sekadar menciptakan suasana damai, tetapi juga membangun fondasi agar masyarakat dapat hidup berdampingan dan bekerja sama untuk memajukan daerah.

Ia menegaskan, toleransi tidak cukup berhenti sebagai slogan atau pesan yang disampaikan dalam kegiatan keagamaan. Nilai tersebut harus tercermin dalam tindakan sehari-hari.

“Mulai dari menghormati umat agama lain yang menjalankan ibadah dan merayakan hari besarnya, menjaga hubungan baik dengan sesama warga, hingga membangun kerja sama tanpa mempersoalkan perbedaan latar belakang,” imbuhnya.

Dalam pandangannya, Mimika memiliki potensi besar untuk memperlihatkan bahwa keberagaman dapat berjalan seiring dengan persaudaraan.

Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang dalam Tabligh Akbar menjadi salah satu gambaran bahwa ruang kebersamaan dapat tumbuh di tengah perbedaan.

Habib Husein juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam memperkuat budaya toleransi. Pemerintah, ulama, tokoh lintas agama, masyarakat sipil, dan media dinilai memiliki peran strategis dalam menyebarkan pemahaman tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai.

Dia berharap pesan perdamaian terus disampaikan melalui berbagai ruang komunikasi, termasuk media digital.

Dengan demikian, praktik baik kehidupan antarumat beragama di Mimika tidak hanya terpelihara di tingkat lokal, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat di daerah lain.

Habib Husein turut mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Mimika dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Menurut dia, komitmen merawat keberagaman perlu terus diperkuat agar perbedaan tidak menjadi alasan untuk saling menjauh, melainkan menjadi dasar untuk membangun solidaritas dan kemajuan bersama.

Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa keberagaman merupakan identitas sekaligus kekuatan daerah.

Ia mengingatkan seluruh masyarakat bahwa Mimika adalah rumah bersama yang harus dijaga dan dibangun secara kolektif.

“Mimika rumah kita. Artinya, Mimika adalah tempat kita semua datang dan tinggal. Karena itu, kita harus bersama-sama menjaga dan membangun rumah kita ini,” tegas Johannes.

Ia menilai sikap saling menghormati dan menjaga kekompakan menjadi kunci untuk mempertahankan keharmonisan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan, perbedaan diharapkan menjadi modal untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kunjungi Puskesmas Amar, Dinkes Mimika Tekankan Disiplin dan Kebersihan

Kunjungi Puskesmas Amar, Dinkes Mimika Tekankan Disiplin dan Kebersihan

16 Oktober 2026
Freeport Bekali 200 Mahasiswa UNCEN Kompetensi Tambang Modern

Freeport Bekali 200 Mahasiswa UNCEN Kompetensi Tambang Modern

16 Oktober 2026
Temui Pengungsi Asal Jila, Kadistrik Mimika Baru Pastikan Kebutuhan Warga

Temui Pengungsi Asal Jila, Kadistrik Mimika Baru Pastikan Kebutuhan Warga

16 Oktober 2026
Monev Puskesmas Wakia, Dinkes Mimika Bahas Capaian dan Kendala Program

Monev Puskesmas Wakia, Dinkes Mimika Bahas Capaian dan Kendala Program

16 Oktober 2026
Kepala Puskesmas Atuka Apresiasi Monev Dinkes Mimika, Dorong Perbaikan Layanan

Kepala Puskesmas Atuka Apresiasi Monev Dinkes Mimika, Dorong Perbaikan Layanan

16 Oktober 2026
Dinkes Mimika Evaluasi Pelayanan Puskesmas Atuka, Dorong Peningkatan Mutu Layanan

Dinkes Mimika Evaluasi Pelayanan Puskesmas Atuka, Dorong Peningkatan Mutu Layanan

15 Oktober 2026

POPULER

  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    566 shares
    Bagikan 226 Tweet 142
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    801 shares
    Bagikan 320 Tweet 200
  • Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

    517 shares
    Bagikan 207 Tweet 129
Next Post
26 Orang Tewas dalam 239 Kecelakaan di Mimika Selama Delapan Bulan

26 Orang Tewas dalam 239 Kecelakaan di Mimika Selama Delapan Bulan

YPMAK Dorong Akses Transportasi ke Pesisir dan Pegunungan Mimika

YPMAK Dorong Akses Transportasi ke Pesisir dan Pegunungan Mimika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id