TIMIKA, Koranpapua.id – Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Agustina Rahaded, menegaskan imbauan agar masyarakat sementara tidak mengonsumsi air hujan bukan hoaks.
Imbauan tersebut dikeluarkan setelah BPBD menerima dan melihat langsung kondisi air hujan yang ditampung masyarakat dalam beberapa hari terakhir berubah menjadi kehitaman.
“Bukan hoaks. Faktanya memang air hujan yang turun dan ditampung itu berwarna hitam. Saya sendiri melihat dan mengalaminya,” tegas Agustina saat dikonfirmasi, Kamis 1 Oktober 2026.
Menurut Agustina, air hujan yang ditampung tetap terlihat hitam meski wadah telah dikosongkan dan dibersihkan. Karena belum diketahui penyebab maupun kandungan di dalamnya, masyarakat diminta tidak menggunakannya sebagai air minum terlebih dahulu.
“Kalau untuk tubuh, kita tidak tahu apa yang terkandung di dalam air tersebut. Karena itu lebih baik jangan diminum dulu,” ujarnya.
Agustina menegaskan BPBD tidak bermaksud menimbulkan keresahan, tetapi mengambil langkah pencegahan berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan.
BPBD Mimika meminta masyarakat tetap tenang dan waspada. Air hujan yang berubah warna atau menunjukkan kondisi tidak normal sebaiknya tidak dikonsumsi sebelum dipastikan kualitas dan keamanannya.
BPBD juga menegaskan imbauan tersebut bukan larangan menampung air hujan, melainkan meminta masyarakat tidak mengonsumsi air yang terlihat berwarna hitam dan menggunakan sumber air minum yang telah dipastikan aman. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Mathen L L Moru







