TIMIKA, Koranpapua.id – Pemerintah Kabupaten Mimika mendorong seluruh koperasi di daerah itu memperkuat tata kelola, transparansi keuangan dan partisipasi anggota melalui pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, S.H., M.H., mengatakan RAT menjadi momentum penting bagi koperasi untuk mengevaluasi seluruh aktivitas organisasi, termasuk pengelolaan usaha dan keuangan.
Hal itu disampaikan Samuel saat diwawancarai wartawan koranpapua.id, Rabu 23 September 2026, usai pembukaan pelatihan RAT koperasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan UKM di salah satu hotel di Timika.
“RAT merupakan salah satu keputusan tertinggi dalam koperasi, baik untuk membahas pengelolaan organisasi, kegiatan usaha maupun administrasi. Karena itu, koperasi harus dikelola secara transparan, akuntabel dan efisien,” ujar Samuel.
Menurutnya, pemerintah ingin memastikan koperasi yang berada di wilayah kota, pesisir maupun pegunungan memiliki pemahaman yang sama mengenai tata kelola koperasi. Karena itu, pelatihan RAT menghadirkan narasumber untuk memberikan pengetahuan kepada para pengurus dan pengelola koperasi.
Samuel menyebutkan, dari sekitar 754 koperasi yang tercatat di Kabupaten Mimika, baru sekitar 120-an koperasi yang dinilai aktif dan berjalan. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi perhatian pemerintah dan membutuhkan evaluasi agar koperasi lainnya dapat kembali menjalankan aktivitasnya.
“Dari 754 koperasi yang ada, koperasi yang sehat dan sudah berjalan sekitar 120-an. Karena itu, perlu ada evaluasi dan pembenahan agar koperasi yang belum aktif dapat kembali berkembang,” jelasnya.
Ia menilai keberadaan koperasi dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara profesional dan melibatkan anggota secara aktif.
Samuel juga menyoroti sejumlah koperasi yang telah mampu mengembangkan usaha dengan nilai ekonomi cukup besar. Menurutnya, keberhasilan koperasi yang sudah berjalan dapat menjadi contoh sekaligus sumber pembelajaran bagi koperasi lainnya di Mimika.
“Harapan kami ke depan, koperasi yang sudah maju dapat menjadi narasumber dan contoh bagi koperasi lain agar mereka juga bisa berkembang,” katanya.
Ia mengajak masyarakat Mimika, termasuk generasi muda dan pelaku UMKM, memanfaatkan ruang ekonomi yang tersedia dengan membangun usaha secara sehat serta memperkuat kerja sama melalui koperasi.
“Ini waktunya kita bersaing secara sehat, bukan saling membeda-bedakan. Koperasi harus menjadi wadah bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Mimika,” tegasnya.
Samuel menambahkan, Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen membuka ruang bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk berkembang. Menurutnya, penguatan koperasi dan UMKM harus berjalan bersama karena keduanya memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Ia berharap pelatihan RAT tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diterapkan dalam pengelolaan koperasi, mulai dari administrasi, laporan keuangan, evaluasi usaha hingga pengambilan keputusan melalui RAT.
“Tidak ada koperasi yang bisa berjalan sendiri tanpa RAT. Karena itu, dari kota, pesisir hingga wilayah pegunungan, koperasi harus mulai membenahi diri dan menjalankan tata kelola sesuai aturan,” pungkasnya.
Penulis: Ril Minggu
Editor : Marthen L L Moru







