TIMIKA, Koranpapua.id- Polres Mimika menyiapkan langkah penanganan setelah menerima laporan mengenai dugaan penyanderaan sembilan perempuan oleh kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan, polisi akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus memperkuat personel di wilayah tersebut.
“Untuk langkah-langkah berikutnya dari kami dari Polres, kami akan melakukan olah TKP sekaligus penebalan personel,” kata Alredo, Rabu 19 Agustus 2026.
Selain menambah kekuatan personel, Polres Mimika juga meminta dukungan dari Batalyon Brimob untuk membantu pengamanan di lokasi.
Menurut Alredo, kondisi geografis Jila serta akses menuju wilayah tersebut menjadi pertimbangan dalam pengerahan personel.
Polisi bahkan mempertimbangkan penggunaan helikopter untuk mendukung pergerakan aparat.
“Kami minta bantuan dari Batalyon Brimob untuk mem-backup rekan-rekan kami yang ada di sana. Ini karena berkaitan dengan penerbangan juga. Kemungkinan mungkin naik heli,” katanya.
Alredo mengatakan, polisi sebelumnya masih menerima informasi awal dari masyarakat terkait dugaan penyanderaan tersebut. Namun, setelah identitas sembilan korban diperoleh dari keluarga dan masyarakat, informasi yang diterima aparat menjadi lebih spesifik.
Polisi kini melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi, lokasi kejadian, keberadaan kelompok bersenjata yang diduga terlibat, serta kondisi para korban.
Berdasarkan informasi sementara, kelompok bersenjata yang diduga terlibat diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang.
“Tragedinya berkelanjutan. Setelah kejadian penembakan, ada tragedi penyanderaan,” kata Alredo.
Polres Mimika menyatakan penanganan di lapangan akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keamanan dan medan geografis Jila. Aparat juga masih berupaya memperoleh informasi terbaru mengenai keberadaan para korban. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










