TIMIKA, Koranpapua.id- DPRK Mimika menerima aspirasi massa Front Rakyat Papua (FRP) yang menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRK pada Selasa, 7 April 2026.
Lembaga legislatif juga berkomitmen untuk menindaklanjutinya aspirasi tersebut ke pemerintah pusat di Jakarta.
Anggota DPRK Mimika, Mathius Yanengga, menegaskan bahwa pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang menyampaikan aspirasi, secara khusus Orang Asli Papua (OAP).
Ia juga mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi sosial serta kebijakan di Papua.
Menurutnya, evaluasi tersebut perlu mencakup peran Majelis Rakyat Papua (MRP) serta pelaksanaan Otonomi Khusus Jilid II yang dinilai belum berjalan efektif.
“Saya sebagai orang Papua, saya prihatin. MRP kenapa tidak pernah bicara? MRP diam. Saya harus jujur bahwa Otonomi Jilid II ini gagal,” ujar Mathius.
Ia berharap pemerintah pusat, khususnya Presiden, dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kebijakan di Papua.
“Saya harap Presiden sekarang mengevaluasi secara menyeluruh,” tambahnya.
Mathius juga mengapresiasi jalannya aksi demonstrasi yang berlangsung aman dan damai, serta mengimbau masyarakat agar tetap menyampaikan aspirasi secara tertib.
Sementara itu, Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menyatakan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan oleh massa aksi akan diteruskan ke tingkat yang lebih tinggi.
“Aspirasi ini akan luar biasa dan akan kami teruskan ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







