TIMIKA, Koranpapua.id- Meski belum dipastikan waktunya, namun sesuai rencana peresmian Bandara Mozes Kilangin Timika, Kabupaten Mimika, akan diresmikan tahun 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, sesuai rencana sebelumnya peresmian akan dilakukan secara daring oleh Menteri Perhubungan.
Namun rencana itu dibatalkan, dan meminta agar peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo, mengingat proses perubahan status Bandara cukup memakan waktu yang lama.
“Prosesnya perubahan status cukup panjang, dari Bandara khusus milik PTFI menjadi Bandara umum. Jadi saya minta Presiden datang dan resmikan langsung di Timika,” ujar Bupati Johannes, Minggu 29 Maret 2026.
Menurut Bupati, jika dilihat dari kapasitas dan fasilitas yang dimiliki, Bandara Mozes Kilangin telah memenuhi persyaratan menjadi Bandara Kelas II.
“Bandara ini dinilai layak menjadi pusat penghubung kawasan Indonesia timur, khususnya di Tanah Papua,” pungkasnya.
Mewujudkan itu, Bupati menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah, terutama dalam mendorong sektor pariwisata agar potensi Bandara dapat dimaksimalkan.
Untuk diketahui, Bandara Mozes Kilangin Timika didirikan oleh PT Freeport Indonesia pada tahun 1970 untuk menunjang operasional pertambangan.
Pada tahun 2008, Bandara ini direnovasi dan diresmikan oleh Kementerian Perhubungan. Sebagai tanda peringatan dibangun prasasti ban haultruck di area bandara.
Di tahun 2013-2014, operasional Bandara dialihkan ke pemerintah melalui Unit pelaksana Bandara Umum (UPBU) untuk melayani penerbangan komersial umum.
Kini Bandara Mozes Kilangin dilakukan renovasi besar-besaran dan perluasan, termasuk pembangunan terminal baru dua lantai denganm luas 21.000 meter persegi dan memiliki landasan pacu sepanjang 2.390 x 45 meter serta apron yang bisa menampung pesawat jenis Boing 737 dan Airbus 320. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










